Rest area di jalan tol bukan hanya tempat untuk beristirahat. Area ini juga bisa menjadi titik komunikasi brand karena mempertemukan pengendara, penumpang, keluarga, hingga pelaku perjalanan bisnis dalam satu lokasi.
Melalui rest area branding, brand dapat memanfaatkan berbagai media iklan untuk meningkatkan awareness selama perjalanan. Namun, apakah media ini cocok untuk semua jenis campaign? Jawabannya bergantung pada tujuan promosi, karakter target audiens, lokasi, dan anggaran yang tersedia.
Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan agar penggunaan media ini lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.
1. Tentukan Tujuan Campaign Anda
Langkah pertama adalah memastikan hasil yang ingin dicapai melalui campaign. Rest area branding dapat dipertimbangkan ketika brand ingin membangun awareness, memperkenalkan produk baru, atau memperkuat eksistensi merek di tengah perjalanan masyarakat.
Cocok untuk meningkatkan brand awareness
Jika target campaign adalah membuat lebih banyak orang mengenal brand, media di rest area bisa menjadi salah satu pilihan. Penempatan iklan di area yang dilalui pengunjung berpotensi memperluas eksposur brand, terutama ketika lokasi dan format media dipilih dengan tepat.
Pertimbangkan tujuan promosi yang lebih spesifik
Jika campaign berfokus pada penjualan langsung, jangan hanya mengandalkan eksposur iklan. Brand perlu memikirkan cara menghubungkan paparan media dengan tindakan audiens, misalnya melalui QR code, kode promo, atau halaman promosi khusus.
Dengan begitu, efektivitas campaign tidak hanya dinilai dari seberapa banyak orang berpotensi melihat iklan, tetapi juga dari respons yang dihasilkan.
2. Kenali Karakter Target Audiens
Rest area dapat dikunjungi oleh berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa pengunjung di lokasi yang dipilih sesuai dengan target pasar brand.
Misalnya, produk makanan dan minuman dapat mempertimbangkan lokasi yang ramai dikunjungi orang saat beristirahat. Sementara itu, brand otomotif, layanan perjalanan, atau produk kebutuhan keluarga bisa mengevaluasi lokasi berdasarkan profil pengunjung dan pola perjalanan yang relevan.
Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi juga kesesuaian mereka dengan target campaign.
Pertanyaan yang bisa digunakan untuk menilainya:
- Apakah pengunjung rest area sesuai dengan target konsumen brand?
- Apakah produk atau layanan yang dipromosikan relevan dengan kebutuhan selama perjalanan?
- Apakah lokasi tersebut dilalui oleh segmen audiens yang ingin dijangkau?
Semakin sesuai karakter pengunjung dengan target pasar, semakin masuk akal lokasi tersebut untuk dipertimbangkan.
3. Pilih Lokasi Berdasarkan Rute Perjalanan
Tidak semua rest area memiliki karakter pengunjung dan tingkat aktivitas yang sama. Lokasi yang tepat perlu disesuaikan dengan rute perjalanan, arah kendaraan, serta kebutuhan campaign.
Rest area pada jalur perjalanan antarkota, misalnya, dapat memiliki pola pengunjung yang berbeda dari lokasi yang banyak digunakan untuk perjalanan jarak dekat. Perbedaan ini perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih titik pemasangan media.
Selain itu, periksa posisi media di dalam area rest area. Media yang berada dekat jalur masuk, area parkir, atau fasilitas yang sering dikunjungi dapat memiliki peluang keterlihatan yang berbeda.
Pastikan juga untuk menanyakan data pendukung yang tersedia, seperti estimasi traffic, posisi media, arah pandang, dan kondisi pencahayaan. Data tersebut membantu brand membandingkan beberapa pilihan lokasi secara lebih objektif.
4. Sesuaikan Format Media dengan Pesan Iklan
Rest area branding dapat menggunakan berbagai format media, tergantung pada inventori dan ketentuan lokasi. Pemilihan format sebaiknya mengikuti pesan yang ingin disampaikan, bukan hanya ukuran atau tampilannya.
Billboard dan videotron
Billboard dapat dipertimbangkan untuk menampilkan pesan singkat dengan visual yang mudah dikenali. Sementara itu, videotron memungkinkan penggunaan konten visual bergerak untuk menarik perhatian audiens.
Signage dan media di area fasilitas
Media yang ditempatkan di sekitar fasilitas tertentu dapat menjadi pilihan ketika brand ingin menjangkau pengunjung saat mereka berjalan atau beraktivitas di area rest area. Namun, posisi dan format yang tersedia perlu dikonfirmasi terlebih dahulu.
Apa pun formatnya, gunakan pesan yang mudah dipahami dalam waktu singkat. Hindari terlalu banyak teks, informasi yang rumit, atau ajakan yang sulit dilakukan ketika audiens sedang dalam perjalanan.
5. Hitung Anggaran dan Durasi Campaign
Rest area branding perlu dinilai berdasarkan kesesuaian biaya dengan tujuan campaign. Jangan hanya membandingkan harga pemasangan, tetapi pertimbangkan juga lokasi, ukuran media, durasi penayangan, biaya produksi, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Untuk membantu pengambilan keputusan, bandingkan beberapa opsi media menggunakan parameter yang sama.
Contohnya, jika terdapat dua pilihan lokasi, evaluasi biaya masing-masing, karakter target audiens, visibilitas media, serta durasi penayangannya. Dengan cara ini, keputusan tidak hanya didasarkan pada harga paling murah.
Durasi campaign juga perlu disesuaikan dengan pesan yang dibawa. Campaign peluncuran produk mungkin membutuhkan periode berbeda dari campaign untuk membangun awareness secara berkelanjutan.
Sebelum menyetujui penawaran, pastikan rincian biaya, jadwal pemasangan, spesifikasi media, serta ketersediaan lokasi sudah jelas.
6. Pastikan Cara Mengukur Hasil Campaign
Salah satu hal penting sebelum menjalankan rest area branding adalah menentukan indikator keberhasilan sejak awal. Pengukuran yang digunakan perlu sesuai dengan tujuan campaign.
Jika fokusnya meningkatkan awareness, brand dapat menggunakan survei pengenalan merek atau membandingkan perubahan brand search selama periode campaign dengan mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhinya.
Jika campaign mengarahkan audiens ke kanal digital, gunakan QR code, URL khusus, atau kode promo untuk membantu melacak respons. Meski begitu, hasil tersebut tidak otomatis menunjukkan seluruh dampak iklan karena sebagian orang mungkin melihat iklan tanpa langsung melakukan tindakan.
Dengan menentukan indikator sejak awal, brand memiliki dasar yang lebih jelas untuk mengevaluasi campaign dan menyusun strategi berikutnya.
Jadi, Apakah Rest Area Branding Cocok untuk Campaign Anda?
Rest area branding layak dipertimbangkan jika target campaign sesuai dengan karakter pengunjung, lokasi mendukung tujuan promosi, format media mampu menyampaikan pesan dengan jelas, dan anggarannya sesuai dengan rencana pemasaran.
Sebaliknya, jika target audiens jarang melewati jalur tersebut atau campaign membutuhkan interaksi langsung yang sulit dilakukan melalui media luar ruang, pilihan media lain mungkin lebih relevan.
Sebelum mengambil keputusan, rangkum tujuan campaign, target audiens, pilihan lokasi, format media, anggaran, dan indikator keberhasilan. Setelah itu, bandingkan inventori yang tersedia untuk menemukan opsi yang paling sesuai.
Morata Advertising menyediakan pilihan media luar ruang untuk kebutuhan promosi brand. Jika Anda sedang mempertimbangkan rest area branding, konsultasikan tujuan campaign dan kebutuhan media terlebih dahulu agar pilihan lokasi serta format iklannya dapat disesuaikan dengan rencana promosi.