Advertising sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, kita bisa melihat berbagai bentuk iklan ketika berangkat kerja, berbelanja, menggunakan transportasi umum, membuka media sosial, hingga menonton video.
Secara sederhana, advertising adalah aktivitas komunikasi berbayar yang dilakukan brand, perusahaan, atau organisasi untuk menyampaikan pesan kepada target audience.
Media yang digunakan pun sangat beragam. Ada yang berbentuk konvensional, digital, maupun media yang hadir di ruang publik.
Berikut beberapa contoh advertising yang sering kita temui sehari-hari.
1. Billboard di Jalan
Billboard merupakan salah satu bentuk Out-of-Home (OOH) advertising yang paling mudah ditemukan.
Ketika berkendara di jalan raya, kita dapat melihat billboard yang mempromosikan berbagai produk, seperti:
- Otomotif.
- Makanan dan minuman.
- Properti.
- Perbankan.
- Telekomunikasi.
- E-commerce.
Billboard biasanya digunakan untuk membangun brand awareness, visibility, dan brand recall karena dapat menjangkau banyak orang di ruang publik.
2. Iklan Videotron
Videotron merupakan media iklan digital yang menggunakan layar LED untuk menampilkan konten.
Berbeda dengan billboard statis, videotron dapat menampilkan:
- Video.
- Animasi.
- Motion graphic.
- Pergantian visual.
- Pesan yang berbeda dalam satu periode tayang.
Media ini banyak ditempatkan di persimpangan, pusat kota, kawasan bisnis, dan lokasi dengan traffic tinggi.
3. Iklan di Transportasi Umum
Advertising juga sering hadir dalam perjalanan sehari-hari.
Contohnya:
- Branding KRL.
- Branding MRT.
- Branding LRT.
- Branding Transjakarta.
- Iklan di halte.
- Iklan di stasiun.
Keunggulan media ini adalah brand dapat hadir ketika audiens sedang melakukan perjalanan. Untuk pengguna transportasi yang melewati rute yang sama secara rutin, exposure juga dapat terjadi berulang kali.
4. Iklan Televisi
Televisi merupakan salah satu media advertising yang sudah lama digunakan oleh brand.
Iklan biasanya muncul di antara program atau pada jeda tertentu.
Berbagai kategori produk menggunakan media ini, mulai dari FMCG, otomotif, perbankan, hingga telekomunikasi.
Salah satu keunggulan televisi adalah kemampuannya menggabungkan visual, suara, dan storytelling.
5. Iklan Radio
Radio juga termasuk media advertising yang masih digunakan untuk menjangkau audiens berdasarkan karakteristik stasiun dan wilayah siaran.
Contohnya adalah iklan yang disampaikan oleh penyiar atau spot audio yang muncul di antara program.
Karena berbasis suara, pesan perlu dibuat mudah dipahami dan diingat hanya melalui audio.
6. Iklan di Media Sosial
Saat scrolling Instagram, TikTok, Facebook, atau platform lainnya, kita mungkin menemukan konten yang diberi label Sponsored atau Ad.
Inilah salah satu bentuk digital advertising.
Formatnya dapat berupa:
- Gambar.
- Video.
- Carousel.
- Stories.
- Reels.
- Sponsored content.
Salah satu keunggulan media sosial adalah kemampuan menargetkan audiens berdasarkan karakteristik dan perilaku tertentu.
7. Iklan di Mesin Pencari
Ketika mencari sesuatu di Google, beberapa hasil pencarian dapat muncul dengan label iklan.
Ini merupakan contoh search advertising.
Misalnya seseorang mencari:
“Jasa billboard Jakarta”
Perusahaan yang menjalankan search advertising untuk keyword tersebut dapat menampilkan iklannya kepada orang yang sedang melakukan pencarian.
Jenis advertising ini menarik karena audiens sudah menunjukkan intent atau kebutuhan tertentu.
8. Iklan di Website
Advertising juga sering muncul ketika kita mengunjungi website.
Contohnya:
- Banner ads.
- Display ads.
- Native advertising.
- Video ads.
- Pop-up ads.
Misalnya ketika membaca artikel otomotif, muncul banner yang menawarkan kendaraan baru.
Penempatan iklan dapat disesuaikan dengan konteks website maupun karakteristik audiens yang mengunjunginya.
9. Iklan di YouTube
Iklan yang muncul sebelum, selama, atau setelah video YouTube juga merupakan advertising.
Beberapa formatnya antara lain:
- Video pre-roll.
- Mid-roll.
- Bumper ads.
- Display ads.
Brand dapat menggunakan video untuk menyampaikan pesan melalui visual, suara, storytelling, dan demonstrasi produk.
10. Iklan di Aplikasi
Saat menggunakan aplikasi gratis, kita sering menemukan iklan dalam bentuk:
- Banner.
- Video.
- Interstitial ads.
- Sponsored content.
Advertising dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi aplikasi, sementara bagi brand, aplikasi menjadi salah satu channel untuk menjangkau audiens.
11. Iklan di Pusat Perbelanjaan
Advertising juga dapat ditemukan ketika berada di mall atau pusat perbelanjaan.
Contohnya:
- Digital screen.
- Poster.
- Escalator branding.
- Lift branding.
- Directory branding.
- Booth.
- LED screen.
Karena audiens berada di lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas belanja, media di mall dapat menjadi touchpoint yang relevan bagi brand tertentu.
12. Iklan di Bandara
Bandara juga memiliki berbagai pilihan advertising placement.
Misalnya:
- Digital screen.
- Billboard.
- LED display.
- Wall branding.
- Gate area advertising.
- Baggage belt advertising.
Karakter audiens di bandara berbeda dengan audiens di jalan raya atau transportasi umum. Karena itu, media ini dapat dipilih oleh brand yang ingin menjangkau segmen audience tertentu.
13. Iklan di Rest Area
Rest area juga dapat menjadi lokasi advertising, terutama untuk brand yang ingin menjangkau orang yang melakukan perjalanan antarkota.
Bentuknya dapat berupa:
- Billboard.
- Digital screen.
- Signage.
- Branding area.
- Booth activation.
Media ini memungkinkan brand hadir ketika audiens sedang berhenti dalam perjalanan.
14. Iklan di Toko atau Supermarket
Advertising tidak hanya berada di luar toko. Di dalam toko pun terdapat berbagai bentuk iklan.
Contohnya:
- Shelf display.
- Poster.
- Wobbler.
- Hanging banner.
- Floor display.
- Digital screen.
Media tersebut dapat membantu menarik perhatian konsumen ketika mereka sudah berada dekat dengan produk atau titik pembelian.
15. Iklan pada Kendaraan
Kendaraan juga dapat digunakan sebagai media advertising.
Contohnya:
- Bus branding.
- Truck branding.
- Taxi advertising.
- Car wrap.
- Mobile LED.
Salah satu karakteristiknya adalah media dapat bergerak dan berpindah lokasi. Dengan demikian, satu placement dapat berpotensi menjangkau audiens di beberapa area.
16. Iklan di Bioskop
Advertising juga dapat muncul sebelum film dimulai atau di area sekitar bioskop.
Contohnya:
- Video commercial.
- Screen advertising.
- Lobby branding.
- Standee.
- Product placement.
Bioskop memiliki karakteristik exposure yang berbeda karena audiens berada dalam kondisi fokus pada layar dan memiliki waktu tunggu sebelum film dimulai.
17. Iklan di Ruang Publik
Selain billboard dan videotron, berbagai media advertising juga dapat ditemukan di ruang publik.
Contohnya:
- Neonbox.
- Signage.
- Totem.
- Papan reklame.
- Poster.
- Spanduk.
Media tersebut dapat digunakan untuk membangun visibility di area tertentu dan mendukung keberadaan brand secara fisik.
Apakah Semua Promosi Termasuk Advertising?
Tidak.
Advertising dan promotion memang saling berhubungan, tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Misalnya:
“Diskon 30%.”
merupakan bentuk promotion.
Kemudian brand memasang billboard untuk menginformasikan promo tersebut.
Maka:
Diskon 30% = Promotion
Billboard yang mengkomunikasikan promo = Advertising
Jadi, advertising dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan sebuah promotion.
Advertising Tidak Selalu Berarti Jualan
Advertising juga tidak selalu berisi harga, diskon, atau ajakan membeli.
Brand dapat menggunakan advertising untuk:
- Membangun awareness.
- Memperkenalkan produk.
- Meningkatkan brand recall.
- Membangun brand image.
- Mengomunikasikan positioning.
- Menyampaikan informasi.
Misalnya sebuah billboard hanya menampilkan logo, visual, dan tagline.
Walaupun tidak ada harga atau promo, tetap saja billboard tersebut merupakan advertising.
Mengapa Brand Menggunakan Banyak Jenis Advertising?
Karena konsumen tidak berinteraksi dengan brand hanya melalui satu media.
Seseorang bisa:
Melihat billboard saat berangkat kerja
↓
Melihat iklan di media sosial
↓
Mencari brand di Google
↓
Melihat video iklan di YouTube
↓
Menemukan produk di supermarket
Setiap interaksi tersebut dapat menjadi bagian dari customer journey.
Karena itu, brand sering menggunakan kombinasi berbagai media atau media mix untuk membangun komunikasi yang lebih konsisten.
Advertising dapat ditemukan hampir di setiap bagian kehidupan sehari-hari, mulai dari billboard, videotron, televisi, radio, media sosial, mesin pencari, website, transportasi umum, mall, bandara, rest area, hingga supermarket.
Setiap media memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Karena itu, pemilihan advertising sebaiknya disesuaikan dengan:
- Target audience.
- Tujuan campaign.
- Karakter produk.
- Lokasi.
- Budget.
- Durasi campaign.
Pada akhirnya, advertising bukan sekadar tentang menampilkan iklan sebanyak mungkin, tetapi tentang bagaimana brand dapat hadir di media, tempat, dan momen yang relevan dengan target audience.