Membuat iklan yang menarik tidak cukup jika iklan tersebut ditempatkan di lokasi yang kurang tepat. Sebuah campaign bisa memiliki visual yang bagus dan pesan yang kuat, tetapi hasilnya tetap kurang maksimal jika tidak dilihat oleh audiens yang sesuai.
Di sinilah ad placement menjadi penting.
Ad placement berkaitan dengan di mana, kapan, dan dalam konteks apa sebuah iklan ditampilkan kepada audiens. Pemilihan placement yang tepat membantu brand mendapatkan exposure dari target audiens yang memang ingin dijangkau.
Apa Itu Ad Placement?
Ad placement adalah penempatan iklan pada media, lokasi, atau channel tertentu agar dapat dilihat oleh target audiens.
Placement dapat berupa:
- Billboard di jalan utama.
- Iklan di JPO.
- Banner pada website.
- Iklan di media sosial.
- Search ads di mesin pencari.
- Iklan pada KRL atau MRT.
- LED videotron.
- Airport advertising.
Dengan kata lain, ad placement menentukan di mana sebuah pesan iklan hadir di hadapan audiens.
Mengapa Ad Placement Penting?
Tidak semua tempat memberikan nilai exposure yang sama.
Penempatan iklan yang tepat dapat membantu brand:
- Menjangkau target audiens yang relevan.
- Meningkatkan visibility.
- Mendapatkan exposure lebih tinggi.
- Meningkatkan brand awareness.
- Memaksimalkan budget advertising.
- Mendukung tujuan campaign.
Sebaliknya, placement yang tidak sesuai dapat membuat iklan kurang diperhatikan meskipun materi iklannya sudah dibuat dengan baik.
Ad Placement dan Target Audiens
Salah satu pertimbangan utama dalam menentukan placement adalah siapa target audiensnya.
Misalnya, sebuah brand menargetkan pekerja kantoran di Jakarta. Placement di area perkantoran, jalan utama menuju pusat bisnis, atau transportasi yang banyak digunakan komuter mungkin lebih relevan dibandingkan lokasi yang tidak memiliki hubungan dengan aktivitas target audiens.
Karena itu, pemilihan placement harus dimulai dari pemahaman terhadap kebiasaan audiens.
Jenis Ad Placement dalam Periklanan
Ad placement dapat ditemukan pada berbagai jenis media.
Digital Advertising
Pada media digital, placement dapat berupa:
- Search engine ads.
- Social media ads.
- Website banner.
- Video ads.
- Native advertising.
- Display advertising.
Placement biasanya dapat ditentukan berdasarkan karakteristik audiens, konteks konten, atau perilaku pengguna.
Television Advertising
Pada televisi, placement dapat berkaitan dengan:
- Program tertentu.
- Jam tayang.
- Segmen acara.
- Posisi iklan dalam commercial break.
Brand dapat memilih program yang memiliki karakter audiens sesuai dengan target campaign.
Print Advertising
Pada media cetak, placement dapat berupa:
- Cover.
- Back cover.
- Halaman tertentu.
- Rubrik tertentu.
- Halaman premium.
Lokasi iklan dalam sebuah publikasi dapat memengaruhi visibility dan perhatian pembaca.
Out-of-Home Advertising
Pada media OOH, placement sangat berkaitan dengan lokasi fisik.
Contohnya:
- Billboard.
- JPO.
- LED videotron.
- KRL.
- MRT.
- LRT.
- Transjakarta.
- Airport.
- Rest area.
Setiap titik memiliki karakteristik exposure yang berbeda.
Ad Placement dalam OOH
Dalam OOH, pemilihan placement menjadi sangat penting karena audiens tidak datang khusus untuk melihat iklan.
Mereka sedang:
- Berkendara.
- Berjalan kaki.
- Menunggu kendaraan.
- Pergi bekerja.
- Berbelanja.
- Bepergian antar kota.
Karena itu, iklan harus ditempatkan di lokasi yang memiliki peluang tinggi untuk terlihat oleh target audiens.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum memilih placement.
Lokasi
Lokasi menentukan siapa yang berpotensi melihat iklan.
Pertimbangkan apakah lokasi berada di:
- Pusat bisnis.
- Area komersial.
- Jalan utama.
- Area transit.
- Kawasan pemukiman.
- Destinasi wisata.
Traffic
Semakin tinggi traffic, semakin besar potensi exposure. Namun, traffic saja tidak cukup.
Traffic harus dikaitkan dengan karakter audiens yang melewati lokasi tersebut.
Visibility
Iklan harus mudah terlihat.
Pertimbangkan:
- Ukuran media.
- Jarak pandang.
- Arah kendaraan.
- Posisi media.
- Kondisi lingkungan sekitar.
- Potensi terhalang objek lain.
Dwell Time
Dwell time adalah waktu yang dimiliki audiens untuk berada dalam area atau melihat sebuah media.
Pada kondisi tertentu, audiens yang sedang menunggu kereta mungkin memiliki waktu lebih banyak untuk memperhatikan iklan dibandingkan pengendara yang melewati billboard dengan kecepatan tinggi.
Frekuensi
Seberapa sering target audiens berpotensi melihat iklan juga penting.
Placement pada rute yang dilalui audiens setiap hari dapat memberikan exposure berulang dan membantu meningkatkan brand recall.
Placement yang Mahal Belum Tentu yang Terbaik
Salah satu kesalahan dalam memilih ad placement adalah menganggap placement dengan harga paling tinggi pasti memberikan hasil terbaik.
Padahal, efektivitas placement bergantung pada tujuan campaign.
Sebuah placement dengan harga lebih rendah tetapi memiliki target audiens yang sangat relevan dapat memberikan nilai lebih besar dibandingkan placement premium yang tidak sesuai target.
Karena itu, keputusan sebaiknya mempertimbangkan cost versus value, bukan sekadar harga.
Sesuaikan Placement dengan Tujuan Campaign
Placement yang tepat juga bergantung pada tujuan campaign.
Brand awareness
Pilih placement dengan jangkauan dan visibility tinggi.
Product launch
Pilih lokasi yang mampu memberikan exposure besar kepada target pasar.
Sales promotion
Pilih placement yang dekat dengan area aktivitas atau keputusan pembelian audiens.
Brand building
Pertimbangkan placement yang memberikan frekuensi dan konsistensi exposure dalam jangka panjang.
Kombinasikan Beberapa Placement
Brand tidak harus bergantung pada satu placement.
Menggabungkan beberapa titik dapat membantu memperluas exposure.
Contohnya:
Billboard
Menjangkau audiens di jalan utama.
JPO
Memberikan exposure kepada pengguna jalan dan pejalan kaki.
Transit advertising
Menjangkau komuter melalui KRL, MRT, LRT, atau Transjakarta.
LED videotron
Memberikan format visual yang lebih dinamis.
Kombinasi tersebut dapat membentuk jaringan exposure di berbagai titik perjalanan audiens.
Ad Placement dan Customer Journey
Placement juga dapat disesuaikan dengan tahap perjalanan konsumen.
Pada tahap awareness, brand dapat menggunakan placement dengan jangkauan luas.
Pada tahap consideration, placement dapat diarahkan ke lokasi yang lebih relevan dengan target market.
Pada tahap conversion, placement dapat ditempatkan lebih dekat dengan lokasi pembelian atau menggunakan media digital untuk mengarahkan audiens pada tindakan tertentu.
Dengan demikian, placement tidak hanya dipilih berdasarkan lokasi, tetapi juga berdasarkan peran media dalam customer journey.
Peran Media Planning dalam Menentukan Placement
Pemilihan ad placement sebaiknya menjadi bagian dari media planning.
Media planning membantu menjawab:
- Siapa target audiens?
- Di mana mereka berada?
- Media apa yang mereka gunakan?
- Kapan mereka aktif?
- Seberapa sering mereka perlu melihat iklan?
- Berapa budget yang tersedia?
Dari informasi tersebut, brand dapat menentukan placement yang lebih relevan dan mengalokasikan budget secara lebih efektif.
Ad Placement Bersama Morata Advertising
Morata Advertising menyediakan berbagai pilihan placement OOH untuk membantu brand menjangkau audiens di lokasi strategis.
Pilihan media meliputi:
- Billboard Advertising.
- LED Videotron.
- JPO Advertising.
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED Advertising.
- Train Branding.
- Transportation Branding.
Dengan dukungan media planning, brand dapat memilih placement berdasarkan target audiens, karakter lokasi, tujuan campaign, serta durasi yang dibutuhkan.
Ad placement adalah bagian penting dari strategi advertising karena menentukan di mana sebuah iklan hadir di hadapan target audiens. Placement yang tepat dapat meningkatkan visibility, exposure, brand awareness, dan efisiensi penggunaan budget.
Dalam OOH advertising, pemilihan placement perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar harga. Lokasi, traffic, visibility, dwell time, frekuensi, serta kesesuaian dengan target audiens semuanya perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, iklan yang efektif bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga di mana pesan tersebut ditempatkan.