Istilah advertiser cukup sering digunakan dalam industri periklanan. Namun, bagi orang yang baru mengenal dunia advertising, istilah ini bisa terdengar cukup membingungkan.
Secara sederhana, advertiser adalah pihak yang memasang dan membayar iklan untuk mempromosikan brand, produk, layanan, atau organisasi tertentu.
Advertiser biasanya merupakan perusahaan atau pemilik brand yang memiliki tujuan bisnis atau komunikasi yang ingin dicapai melalui advertising.
Contohnya adalah perusahaan makanan yang ingin memperkenalkan produk baru, bank yang ingin mempromosikan layanan, atau perusahaan properti yang ingin meningkatkan awareness terhadap proyeknya.
Apa yang Dilakukan Advertiser?
Advertiser bukan sekadar pihak yang membayar iklan.
Dalam sebuah campaign, advertiser biasanya menentukan arah utama yang ingin dicapai.
Beberapa keputusan yang dapat berada di tangan advertiser antara lain:
- Menentukan tujuan campaign.
- Menentukan target audience.
- Menentukan budget.
- Menentukan periode campaign.
- Menentukan produk atau layanan yang dipromosikan.
- Menentukan pesan utama.
- Menyetujui materi iklan.
- Mengevaluasi hasil campaign.
Dengan kata lain, advertiser memiliki kepentingan langsung terhadap hasil advertising.
Advertiser Tidak Sama dengan Agency
Istilah advertiser terkadang tertukar dengan advertising agency.
Padahal, keduanya memiliki peran berbeda.
Advertiser adalah pihak yang membutuhkan dan membiayai campaign.
Advertising agency adalah pihak yang dapat membantu advertiser merancang dan menjalankan campaign.
Contohnya:
Sebuah perusahaan otomotif ingin memperkenalkan mobil baru.
Perusahaan otomotif tersebut adalah advertiser.
Kemudian perusahaan tersebut menggunakan agency untuk membantu:
- Membuat konsep campaign.
- Mengembangkan creative.
- Menyusun media plan.
- Membeli media.
- Menjalankan campaign.
Jadi, agency bekerja untuk advertiser, bukan menjadi advertiser itu sendiri.
Advertiser dan Media Juga Berbeda
Advertiser juga berbeda dengan media.
Advertiser:
Pihak yang ingin menyampaikan pesan kepada audiens.
Media:
Pihak atau saluran yang menyediakan tempat agar pesan tersebut dapat ditampilkan.
Misalnya sebuah brand ingin memasang billboard.
- Brand → advertiser.
- Penyedia billboard → media.
- Agency → dapat membantu merencanakan dan membeli placement.
Alurnya dapat digambarkan sederhana:
Advertiser → Agency → Media → Audience
Namun, advertiser juga dapat berhubungan langsung dengan media:
Advertiser → Media → Audience
Siapa yang Bisa Disebut Advertiser?
Advertiser tidak hanya perusahaan besar.
Yang dapat menjadi advertiser antara lain:
Brand FMCG
Misalnya perusahaan yang memasarkan makanan, minuman, atau produk kebutuhan sehari-hari.
Perusahaan Teknologi
Misalnya perusahaan aplikasi atau platform digital yang ingin mendapatkan pengguna baru.
Perbankan dan Finansial
Mengiklankan produk seperti kartu kredit, tabungan, pinjaman, atau layanan digital.
Otomotif
Mengiklankan kendaraan baru, promo pembelian, atau layanan purnajual.
Properti
Mengiklankan rumah, apartemen, kawasan hunian, atau proyek komersial.
Institusi dan Organisasi
Advertising juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau membangun awareness, tidak selalu untuk menjual produk.
Apa Tujuan Advertiser Beriklan?
Tujuan advertiser bisa berbeda-beda.
Beberapa di antaranya:
Brand Awareness
Membuat lebih banyak orang mengenal brand.
Product Awareness
Memperkenalkan produk baru.
Consideration
Mendorong audiens mempertimbangkan produk.
Lead Generation
Mendapatkan calon pelanggan.
Sales
Mendorong pembelian.
Brand Image
Membangun persepsi tertentu terhadap brand.
Market Expansion
Memperkenalkan brand ke wilayah atau segmen baru.
Karena tujuan berbeda, strategi advertising yang digunakan juga tidak selalu sama.
Advertiser dalam Campaign OOH
Dalam Out-of-Home advertising, advertiser adalah brand atau perusahaan yang ingin menggunakan media di ruang publik untuk menyampaikan pesan kepada target audience.
Misalnya sebuah brand ingin menjalankan campaign selama tiga bulan.
Advertiser dapat menentukan:
- Kota yang menjadi prioritas.
- Target audience.
- Budget.
- Periode campaign.
- Pesan utama.
- KPI.
Kemudian agency atau media partner dapat membantu menentukan placement yang sesuai, seperti:
- Billboard.
- Videotron.
- KRL.
- MRT.
- LRT.
- Transjakarta.
- Airport advertising.
- Rest area advertising.
Dengan begitu, advertiser tidak hanya membeli “ruang iklan”, tetapi memilih media yang diharapkan dapat membantu mencapai tujuan campaign.
Apakah Advertiser Harus Menggunakan Agency?
Tidak.
Advertiser dapat mengelola campaign sendiri jika memiliki tim dan resources yang memadai.
Ada dua model yang umum:
Direct
Advertiser → Media
Cocok untuk kebutuhan yang relatif sederhana atau ketika brand sudah mengetahui media yang ingin digunakan.
Melalui Agency
Advertiser → Agency → Media
Cocok ketika campaign membutuhkan:
- Media planning.
- Media buying.
- Creative.
- Production.
- Banyak placement.
- Banyak kota.
- Koordinasi campaign.
Tidak ada model yang selalu lebih baik. Pilihannya bergantung pada kebutuhan advertiser.
Contoh Sederhana
Bayangkan sebuah brand ingin meluncurkan produk baru.
Advertiser
“Kami ingin meningkatkan awareness produk baru di Jakarta.”
↓
Agency
“Kami merekomendasikan kombinasi billboard, videotron, social media, dan digital advertising.”
↓
Media
“Berikut inventory dan placement yang tersedia.”
↓
Audience
Melihat campaign dan mengenal produk.
Dalam contoh tersebut, advertiser tetap menjadi pihak yang memiliki tujuan dan keputusan utama terhadap campaign.
Apa Perbedaan Advertiser dengan Client?
Dalam banyak konteks advertising, advertiser dan client dapat merujuk pada pihak yang sama, terutama ketika agency sedang menangani campaign sebuah brand.
Misalnya agency mengatakan:
“Client meminta campaign berjalan selama tiga bulan.”
Client-nya adalah brand atau perusahaan yang menggunakan jasa agency.
Dalam konteks tersebut, brand tersebut juga dapat disebut advertiser karena merupakan pihak yang beriklan.
Namun, istilah client lebih menekankan hubungan bisnis dengan agency, sedangkan advertiser menekankan perannya dalam aktivitas periklanan.
Advertiser adalah pihak yang memiliki kebutuhan dan tujuan advertising serta membiayai campaign untuk mempromosikan brand, produk, layanan, atau organisasi.
Advertiser dapat bekerja langsung dengan media atau menggunakan bantuan agency.
Peran ketiganya dapat dipahami dengan sederhana:
Advertiser menentukan apa yang ingin dicapai.
Agency membantu menentukan bagaimana cara mencapainya.
Media menyediakan tempat untuk menyampaikan pesan kepada audiens.
Memahami perbedaan ini penting karena dalam sebuah campaign, advertiser bukan hanya “pihak yang membayar iklan”, tetapi merupakan pemilik tujuan dan kepentingan bisnis di balik campaign tersebut.