Memilih lokasi billboard tidak cukup hanya dengan mencari titik yang ramai. Lokasi yang tepat harus sesuai dengan target audiens, karakter kawasan, arah pergerakan orang, hingga tujuan campaign yang ingin dicapai.
Billboard yang berada di lokasi strategis bisa membantu brand mendapatkan exposure secara konsisten. Sebaliknya, lokasi yang kurang sesuai bisa membuat iklan kurang terlihat meskipun berada di area dengan traffic tinggi.
Karena itu, sebelum memasang billboard, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Cara Memilih Lokasi Billboard yang Tepat
Tentukan Target Audiens
Langkah pertama adalah memahami siapa yang ingin dijangkau.
Jika targetnya pekerja kantoran, misalnya, area seperti Sudirman, Kuningan, SCBD, atau kawasan pusat bisnis bisa menjadi pertimbangan. Sementara untuk target yang lebih luas, lokasi di jalur komuter atau kawasan dengan mobilitas tinggi dapat dipilih.
Lokasi billboard sebaiknya mengikuti kebiasaan dan rute target audiens, bukan hanya berdasarkan popularitas suatu kawasan.
Perhatikan Traffic di Sekitar Lokasi
Jumlah kendaraan atau orang yang melewati sebuah titik menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih billboard.
Semakin tinggi mobilitas di sekitar lokasi, semakin besar pula peluang iklan mendapatkan exposure berulang. Namun, angka traffic tetap perlu dilihat bersama faktor lain seperti arah kendaraan dan kondisi jalan.
Lokasi dengan traffic tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik jika billboard sulit terlihat oleh pengguna jalan.
Cek Visibilitas Billboard
Billboard perlu memiliki visibilitas yang baik agar pesan dapat ditangkap dengan cepat.
Perhatikan beberapa hal seperti:
- Arah hadap billboard
- Jarak pandang dari pengguna jalan
- Kecepatan kendaraan
- Kondisi pencahayaan
- Potensi terhalang pohon, bangunan, atau konstruksi
- Durasi audiens dapat melihat media
Semakin mudah billboard terlihat, semakin besar peluang pesan iklan tersampaikan.
Sesuaikan dengan Karakter Kawasan
Setiap kawasan memiliki karakter audiens yang berbeda.
Billboard di area perkantoran dapat memberikan konteks berbeda dengan billboard di kawasan komersial, residential, atau jalur transportasi.
Misalnya, brand B2B dapat mempertimbangkan lokasi yang dekat dengan kawasan bisnis. Sementara brand consumer bisa memilih area yang lebih dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
Kesesuaian antara karakter lokasi dan brand membuat campaign terasa lebih relevan dengan audiens yang melihatnya.
Perhatikan Arah Pergerakan Audiens
Jangan hanya melihat lokasi billboard dari peta. Perhatikan juga bagaimana orang bergerak melewati titik tersebut.
Apakah billboard terlihat dari arah masuk atau keluar kawasan? Apakah kendaraan bergerak cepat atau sering berhenti? Apakah lokasi berada di persimpangan, jalan utama, atau dekat titik aktivitas?
Detail seperti ini dapat memengaruhi seberapa lama audiens memiliki kesempatan untuk melihat iklan.
Pertimbangkan Durasi Campaign
Kebutuhan lokasi juga dapat berbeda berdasarkan durasi campaign.
Untuk campaign jangka panjang, lokasi dengan exposure yang konsisten bisa menjadi pilihan untuk membangun brand awareness. Sementara campaign dengan periode lebih singkat mungkin membutuhkan lokasi yang mampu memberikan exposure tinggi dalam waktu yang lebih terbatas.
Karena itu, durasi campaign sebaiknya dipertimbangkan sejak awal ketika memilih media.
Tidak Semua Billboard yang Ramai Cocok untuk Semua Brand
Satu hal yang sering terlupakan adalah bahwa lokasi strategis bersifat relatif.
Billboard di kawasan yang sangat ramai belum tentu menjadi pilihan paling efektif untuk sebuah brand jika audiensnya tidak sesuai. Sebaliknya, lokasi dengan traffic yang lebih spesifik bisa memberikan nilai lebih karena mampu menjangkau target yang memang dibutuhkan.
Karena itu, pemilihan lokasi sebaiknya tidak hanya melihat berapa banyak orang yang lewat, tetapi juga siapa yang lewat dan bagaimana mereka berinteraksi dengan lokasi tersebut.
Pilih Lokasi Billboard Sesuai Tujuan Campaign
Setelah target audiens dan karakter lokasi dipahami, tentukan kembali apa tujuan campaign.
Jika fokusnya brand awareness, lokasi dengan exposure tinggi dan konsisten dapat menjadi prioritas.
Jika ingin memperkuat kehadiran brand di kawasan tertentu, billboard dapat ditempatkan dekat dengan area bisnis, pusat komersial, atau lokasi yang relevan dengan target market.
Sementara untuk campaign yang membutuhkan beberapa titik exposure, billboard dapat dikombinasikan dengan media OOH lainnya seperti transport advertising, JPO, videotron, atau media transit.
Cari Lokasi Billboard yang Sesuai dengan Campaign
Memilih billboard bukan sekadar mencari titik kosong untuk memasang iklan. Lokasi perlu disesuaikan dengan target audiens, karakter kawasan, visibilitas, traffic, dan tujuan campaign.
Dengan pertimbangan tersebut, brand dapat memilih lokasi yang tidak hanya ramai, tetapi juga relevan dan mampu mendukung strategi komunikasi secara keseluruhan.
Morata menyediakan berbagai pilihan media OOH di sejumlah area strategis dan dapat membantu brand memilih media berdasarkan kebutuhan campaign, target audiens, serta karakter lokasi.