Apa Perbedaan Advertising dan Promotion?

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Istilah advertising dan promotion sering digunakan secara bergantian dalam dunia marketing. Keduanya memang sama-sama bertujuan membantu brand menyampaikan pesan kepada konsumen, tetapi sebenarnya memiliki cakupan yang berbeda.

    Secara sederhana:

    Advertising adalah aktivitas mengkomunikasikan pesan brand melalui media berbayar.

    Sementara promotion adalah aktivitas yang dirancang untuk mendorong konsumen melakukan tindakan tertentu, seperti mencoba, membeli, atau menggunakan produk.

    Dengan kata lain, advertising lebih berfokus pada komunikasi, sedangkan promotion lebih berfokus pada dorongan untuk bertindak.

    Apa Itu Advertising?

    Advertising atau periklanan adalah aktivitas menyampaikan pesan kepada target audience melalui media tertentu dengan membayar ruang atau waktu tayang.

    Tujuannya dapat berupa:

    • Membangun brand awareness.
    • Memperkenalkan produk.
    • Membangun brand image.
    • Meningkatkan consideration.
    • Mengomunikasikan keunggulan produk.
    • Mendorong penjualan.

    Contoh advertising:

    • Billboard.
    • Videotron.
    • Iklan televisi.
    • Iklan radio.
    • Google Ads.
    • Social media ads.
    • Display advertising.
    • Airport advertising.
    • Transit advertising.

    Misalnya sebuah brand memasang billboard dengan pesan:

    “Temukan cara baru menikmati perjalanan.”

    Tidak ada potongan harga atau penawaran khusus. Fokusnya adalah membangun awareness dan persepsi terhadap brand.

    Itu merupakan advertising.

    Apa Itu Promotion?

    Promotion atau promosi memiliki cakupan yang lebih luas dan biasanya berkaitan dengan aktivitas yang mendorong konsumen melakukan tindakan.

    Contohnya:

    • Diskon.
    • Cashback.
    • Voucher.
    • Buy 1 Get 1.
    • Gratis ongkir.
    • Bundling.
    • Loyalty program.
    • Sampling.
    • Limited-time offer.
    • Sales promotion.

    Misalnya sebuah brand mengadakan:

    “Beli 2 Gratis 1 selama bulan ini.”

    Tujuan utamanya adalah mendorong konsumen melakukan pembelian.

    Itu merupakan sales promotion.

    Perbedaan Advertising dan Promotion

    FaktorAdvertisingPromotion
    FokusKomunikasi pesanMendorong tindakan
    TujuanAwareness, image, consideration, salesTrial, purchase, repeat purchase
    BentukIklan mediaDiskon, voucher, cashback, bundling
    DurasiDapat bersifat jangka panjangSering memiliki periode tertentu
    MediaTV, OOH, digital, radio, dll.Toko, digital, marketplace, event, dll.
    ContohBillboard brand campaignPromo diskon

    Namun, keduanya tidak selalu berdiri sendiri.

    BACA :  Mengapa Banyak FMCG Memilih Transit Advertising?

    Advertising justru sering digunakan untuk mengkomunikasikan promotion.

    Advertising Bisa Digunakan untuk Mempromosikan Promo

    Misalnya sebuah brand memiliki promo:

    Diskon 30% sampai akhir bulan.

    Brand kemudian memasang billboard untuk menginformasikan promo tersebut.

    Dalam situasi ini:

    Promotion:
    Diskon 30%.

    Advertising:
    Billboard yang mengkomunikasikan diskon tersebut.

    Jadi, advertising dapat menjadi alat komunikasi untuk menyebarkan sebuah promotion.

    Apakah Advertising Selalu Bertujuan Menjual?

    Tidak.

    Advertising dapat memiliki tujuan yang lebih luas daripada penjualan langsung.

    Misalnya campaign:

    “Kenali lebih dekat brand kami.”

    atau:

    “Bersama menjaga lingkungan.”

    Campaign seperti ini dapat bertujuan membangun awareness atau brand image tanpa memberikan penawaran penjualan secara langsung.

    Karena itu, advertising tidak selalu identik dengan hard selling.

    Apakah Promotion Selalu Menggunakan Iklan?

    Tidak juga.

    Sebuah brand dapat menjalankan promotion tanpa membeli media advertising.

    Misalnya toko memberikan:

    Diskon 20% untuk pembelian akhir pekan.

    Informasi tersebut dapat disampaikan langsung di toko atau melalui komunikasi kepada pelanggan yang sudah ada.

    Namun, brand juga dapat menggunakan advertising untuk membuat lebih banyak orang mengetahui promotion tersebut.

    Advertising dan Promotion Bisa Digabungkan

    Dalam banyak campaign, keduanya justru bekerja bersama.

    Contohnya sebuah brand meluncurkan promo Ramadan.

    Promotion

    “Diskon 40% selama Ramadan.”

    Advertising

    Brand menggunakan:

    • Billboard.
    • Instagram Ads.
    • Google Ads.
    • Videotron.

    untuk mengkomunikasikan promo tersebut.

    Alurnya menjadi:

    Promotion → dikomunikasikan melalui Advertising → Audience → Purchase

    Advertising membantu menciptakan awareness terhadap promo, sementara promotion memberikan alasan bagi konsumen untuk melakukan tindakan.

    Advertising vs Sales Promotion

    Perlu diperhatikan bahwa promotion memiliki cakupan yang luas.

    Dalam marketing, salah satu bentuknya adalah sales promotion.

    Sales promotion biasanya memiliki karakter seperti:

    • Jangka pendek.
    • Ada penawaran khusus.
    • Mendorong pembelian.
    • Memiliki urgency.
    BACA :  Perbedaan Brand Identity dan Brand Image

    Contohnya:

    “Diskon 50% hanya sampai Minggu.”

    Sementara advertising dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk komunikasi jangka panjang.

    Misalnya:

    “Think Different.”

    Tidak ada diskon atau penawaran langsung. Fokusnya adalah membangun persepsi dan positioning brand.

    Mana yang Lebih Penting?

    Tidak bisa dikatakan salah satunya selalu lebih penting.

    Keduanya memiliki fungsi berbeda.

    Advertising dapat membantu brand:

    • Dikenal.
    • Diingat.
    • Dipertimbangkan.
    • Dipersepsikan sesuai positioning.

    Promotion dapat membantu brand:

    • Mendorong trial.
    • Mendorong pembelian.
    • Meningkatkan volume penjualan.
    • Menciptakan urgency.

    Brand yang ingin membangun long-term brand equity mungkin membutuhkan advertising yang konsisten.

    Sementara brand yang sedang mengejar short-term sales dapat menggunakan sales promotion sebagai salah satu tactical tool.

    Contoh dalam Campaign OOH

    Misalnya brand ingin meningkatkan penjualan di wilayah Jabodetabek.

    Strateginya dapat berupa:

    Advertising:
    Billboard dan videotron untuk meningkatkan awareness.

    Promotion:
    Diskon 20% untuk pembelian selama periode campaign.

    CTA:
    “Scan QR untuk mendapatkan voucher.”

    Dalam strategi tersebut, ketiganya memiliki fungsi berbeda:

    Media OOH → mendapatkan perhatian

    Advertising → menyampaikan pesan

    Promotion → memberikan alasan untuk bertindak

    Advertising dan promotion bukanlah hal yang sama, tetapi keduanya dapat saling melengkapi.

    Advertising berfokus pada menyampaikan pesan kepada target audience melalui media, sedangkan promotion lebih berkaitan dengan aktivitas yang mendorong konsumen melakukan tindakan tertentu.

    Cara paling sederhana untuk membedakannya:

    Advertising membuat orang tahu dan mengenal.

    Promotion memberikan alasan untuk bertindak.

    Dalam campaign yang terintegrasi, keduanya dapat digunakan bersama. Advertising membangun awareness dan menyampaikan pesan, sementara promotion memberikan dorongan agar audiens melakukan tindakan yang diinginkan brand.

    Scroll to Top