Dalam dunia branding, dua istilah yang sering muncul adalah brand identity dan brand image. Banyak yang menganggap keduanya sama, padahal sebenarnya berbeda—dan sama-sama penting.
Kesalahan memahami perbedaan ini bisa membuat strategi branding tidak efektif. Brand bisa terlihat tidak konsisten, atau bahkan gagal membangun persepsi yang diinginkan.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan brand identity dan brand image?
Apa Itu Brand Identity?
Brand identity adalah segala elemen yang diciptakan oleh brand untuk membentuk bagaimana brand ingin terlihat.
Dengan kata lain, ini adalah cara brand memperkenalkan dirinya ke dunia.
Contoh elemen brand identity:
- Logo
- Warna brand
- Typography
- Tone komunikasi
- Desain visual
Brand identity sepenuhnya dikontrol oleh brand.
Apa Itu Brand Image?
Brand image adalah persepsi atau kesan yang terbentuk di benak audiens terhadap sebuah brand.
Ini adalah bagaimana audiens melihat brand Anda.
Brand image dipengaruhi oleh:
- Pengalaman pelanggan
- Iklan dan komunikasi
- Review dan opini orang lain
- Interaksi dengan brand
Perbedaan Brand Identity dan Brand Image
Berikut perbedaan utamanya:
1. Sumbernya
Brand Identity:
- Dibuat oleh brand
- Dikontrol secara internal
Brand Image:
- Dibentuk oleh audiens
- Tidak sepenuhnya bisa dikontrol
2. Fokus
Brand Identity:
- Apa yang ingin ditampilkan
Brand Image:
- Apa yang dirasakan dan dipersepsikan
3. Tujuan
Brand Identity:
- Menciptakan identitas yang jelas
Brand Image:
- Membangun persepsi di benak konsumen
4. Contoh Sederhana
Misalnya:
- Brand ingin terlihat “premium” → ini adalah identity
- Audiens menganggap brand tersebut “mahal dan eksklusif” → ini adalah image
Hubungan antara Brand Identity dan Brand Image
Brand identity dan brand image saling berkaitan erat.
- Identity → apa yang brand bangun
- Image → apa yang audiens tangkap
Jika identity dan image selaras:
- Branding menjadi kuat
- Brand lebih mudah dipercaya
Namun jika tidak selaras:
- Audiens bisa bingung
- Brand sulit berkembang
Kenapa Perbedaan Ini Penting?
Memahami perbedaan ini membantu bisnis:
1. Membuat Strategi Branding Lebih Tepat
Brand tahu apa yang harus dibangun dan bagaimana mengukurnya.
2. Menjaga Konsistensi Brand
Semua elemen branding menjadi lebih terarah.
3. Menghindari Mismatch Persepsi
Brand bisa mengevaluasi apakah image sudah sesuai dengan identity.
Cara Menyelaraskan Brand Identity dan Brand Image
Agar keduanya selaras, lakukan langkah berikut:
1. Tentukan Positioning yang Jelas
Positioning menjadi dasar identity dan image.
2. Konsisten dalam Komunikasi
Gunakan tone dan pesan yang sama di semua channel.
3. Berikan Pengalaman yang Sesuai
Pastikan pengalaman pelanggan sesuai dengan image yang ingin dibangun.
4. Gunakan Marketing Secara Strategis
Marketing membantu membentuk persepsi audiens.
Contoh:
- Content marketing
- Social media
- OOH advertising
5. Dengarkan Feedback Audiens
Perhatikan:
- Review
- Komentar
- Insight pelanggan
Ini membantu memahami brand image yang sebenarnya.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
1. Identity Tidak Konsisten
Visual dan pesan berbeda-beda.
2. Image Tidak Sesuai Harapan
Brand ingin terlihat premium, tapi pengalaman tidak mendukung.
3. Mengabaikan Feedback
Tidak mengetahui persepsi audiens.
Peran OOH dalam Menjembatani Identity dan Image
OOH seperti billboard dan transit ads membantu:
- Menampilkan brand identity secara visual
- Memperkuat brand image melalui exposure berulang
Dengan desain yang tepat, OOH bisa membantu menyelaraskan keduanya.
Tips Praktis untuk Brand
1. Sederhanakan Identity
Agar mudah dikenali.
2. Fokus pada Konsistensi
Di semua channel.
3. Bangun Trust
Karena image terbentuk dari pengalaman.
4. Gunakan Repetisi
Agar brand lebih mudah diingat.
Brand identity dan brand image adalah dua hal yang berbeda namun saling melengkapi.
Brand identity adalah apa yang ingin ditampilkan oleh brand, sedangkan brand image adalah bagaimana audiens memandang brand tersebut.
Agar branding berhasil, keduanya harus selaras. Dengan strategi yang tepat, brand tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga dipersepsikan sesuai dengan yang diinginkan.
