...

Kenapa Harga Iklan Bisa Berbeda Antar Media?

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Pernah melihat dua media iklan yang sama-sama berada di jalan utama, tetapi harganya berbeda cukup jauh?

    Hal ini wajar dalam dunia advertising. Harga iklan tidak hanya ditentukan oleh ukuran media, tetapi juga oleh nilai exposure yang ditawarkan kepada brand.

    Billboard di satu lokasi bisa memiliki harga berbeda dengan billboard di lokasi lain. Begitu juga antara billboard, videotron, transit advertising, hingga airport advertising.

    Perbedaan tersebut terjadi karena setiap media memiliki karakteristik, audiens, tingkat exposure, dan nilai komersial yang berbeda.

    1. Lokasi Mempengaruhi Harga Iklan

    Lokasi merupakan salah satu faktor terbesar dalam menentukan harga media, terutama untuk OOH advertising.

    Media yang berada di:

    • Jalan protokol.
    • Pusat kota.
    • Kawasan bisnis.
    • Persimpangan ramai.
    • Dekat pusat perbelanjaan.
    • Jalur komuter.

    biasanya memiliki nilai komersial yang berbeda dibandingkan media di area dengan traffic lebih rendah.

    Semakin strategis lokasinya, semakin besar potensi exposure yang dapat diberikan kepada brand.

    2. Jumlah Audiens yang Melihat

    Harga media juga berkaitan dengan berapa banyak orang yang berpotensi melihat iklan.

    Media dengan traffic tinggi memiliki peluang exposure yang lebih besar.

    Namun, bukan hanya jumlah audiens yang penting.

    Siapa yang melihat juga sama pentingnya.

    Sebuah media dengan jumlah audiens lebih kecil bisa saja lebih bernilai jika audiensnya sangat sesuai dengan target brand.

    3. Visibility Media

    Dua media dengan lokasi yang sama belum tentu memiliki tingkat visibility yang sama.

    Beberapa faktor yang dapat memengaruhi visibility antara lain:

    • Ukuran media.
    • Arah hadap.
    • Jarak pandang.
    • Ketinggian.
    • Posisi terhadap jalan.
    • Hambatan visual.
    • Durasi audiens melihat media.

    Media yang lebih mudah terlihat memiliki potensi exposure yang lebih tinggi sehingga nilai placement-nya dapat berbeda.

    4. Ukuran Media

    Ukuran juga menjadi salah satu pertimbangan harga.

    Media yang lebih besar memberikan ruang visual yang lebih luas bagi brand.

    Namun, media yang lebih besar tidak otomatis selalu lebih efektif.

    Sebuah media berukuran lebih kecil di lokasi yang sangat strategis dapat memberikan value yang lebih baik daripada media besar di lokasi yang kurang relevan.

    Karena itu, ukuran perlu dilihat bersama faktor lainnya.

    5. Jenis Media

    Setiap jenis media memiliki karakteristik dan biaya operasional yang berbeda.

    Misalnya:

    Billboard
    Media statis dengan biaya produksi dan operasional yang berbeda.

    LED Videotron
    Membutuhkan sistem digital, listrik, maintenance, dan pengelolaan konten.

    Transit Advertising
    Berada pada aset transportasi atau fasilitas transit dengan mekanisme placement yang berbeda.

    Airport Advertising
    Memiliki karakter audiens dan nilai lokasi yang berbeda.

    Karena itu, harga antara satu jenis media dengan media lainnya memang tidak dapat disamakan begitu saja.

    6. Durasi Penayangan

    Semakin lama campaign berjalan, semakin besar total biaya media.

    Misalnya brand melakukan campaign selama:

    • 1 minggu.
    • 1 bulan.
    • 3 bulan.
    • 6 bulan.

    Namun, beberapa media juga memiliki struktur harga atau paket yang berbeda untuk periode tertentu.

    Karena itu, jangan hanya membandingkan harga per periode, tetapi lihat juga berapa besar exposure yang diperoleh selama periode tersebut.

    7. Waktu atau Periode Campaign

    Harga media juga dapat dipengaruhi oleh periode campaign.

    Permintaan terhadap media dapat meningkat pada momentum tertentu, seperti:

    • Ramadan.
    • Lebaran.
    • Liburan.
    • Akhir tahun.
    • Product launching.
    • Event besar.

    Ketika banyak brand ingin beriklan pada periode yang sama, inventory media strategis dapat menjadi lebih terbatas.

    8. Popularitas Placement

    Tidak semua titik media memiliki tingkat permintaan yang sama.

    Placement yang sudah dikenal sebagai titik strategis biasanya memiliki demand lebih tinggi.

    Misalnya sebuah billboard berada di lokasi yang:

    • Sangat ramai.
    • Mudah terlihat.
    • Berada di pusat aktivitas.
    • Sering dilalui target audiens.

    Placement tersebut dapat memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan titik yang kurang populer.

    9. Format dan Teknologi

    Media dengan teknologi tertentu dapat memiliki struktur biaya yang berbeda.

    Contohnya LED videotron memungkinkan brand menampilkan video atau animasi, sementara billboard konvensional menggunakan visual statis.

    Pada media digital, faktor seperti:

    • Durasi spot.
    • Frekuensi tampil.
    • Loop.
    • Ukuran layar.
    • Resolusi.
    • Sistem operasional.

    dapat ikut memengaruhi pricing.

    10. Eksklusivitas Media

    Ada placement yang menawarkan tingkat eksklusivitas tertentu.

    Misalnya sebuah brand mendapatkan dominasi visual pada area atau aset tertentu.

    Semakin besar eksklusivitas yang diberikan, semakin tinggi pula nilai placement yang mungkin dikenakan.

    Hal ini berkaitan dengan share of voice brand di suatu lokasi.

    11. Biaya Produksi dan Instalasi

    Harga yang ditawarkan media belum tentu hanya terdiri dari biaya sewa ruang iklan.

    Campaign dapat memiliki komponen biaya lain, seperti:

    • Produksi materi.
    • Printing.
    • Instalasi.
    • Maintenance.
    • Pembongkaran.
    • Perizinan tertentu.

    Karena itu, ketika membandingkan beberapa media, pastikan mengetahui apa saja yang sudah termasuk dalam harga.

    12. Target Audiens yang Berbeda

    Media tertentu mungkin memiliki audience profile yang lebih sesuai untuk kategori brand tertentu.

    Contohnya:

    Airport
    Cocok untuk brand yang ingin menjangkau traveler atau audiens dengan mobilitas tinggi.

    Transit
    Cocok untuk menjangkau komuter.

    Jalur bisnis
    Dapat relevan untuk brand yang menyasar profesional dan pekerja kantoran.

    Area suburban
    Dapat relevan untuk brand yang menyasar keluarga atau masyarakat di wilayah tersebut.

    Artinya, harga media sebaiknya dilihat berdasarkan audience value, bukan hanya jumlah orang yang melihat.

    Harga Mahal Belum Tentu Lebih Efektif

    Ini penting untuk diperhatikan.

    Media dengan harga paling mahal belum tentu menjadi media terbaik untuk campaign tertentu.

    Begitu juga media paling murah belum tentu paling efisien.

    Misalnya sebuah brand menyasar komuter pengguna transportasi umum. Billboard premium di jalan yang ramai mungkin memiliki exposure besar, tetapi transit advertising pada rute yang digunakan target audiens bisa lebih relevan.

    Karena itu, evaluasi media sebaiknya mempertimbangkan:

    Harga + Exposure + Audience + Relevansi + Tujuan Campaign

    Bagaimana Membandingkan Harga Antar Media?

    Jangan hanya membandingkan:

    Media A = RpX
    Media B = RpY

    Lebih baik bandingkan beberapa faktor sekaligus:

    FaktorMedia AMedia B
    LokasiStrategisSangat strategis
    TrafficTinggiSedang
    Audience fitSedangTinggi
    VisibilityTinggiTinggi
    Durasi1 bulan1 bulan
    FormatStatisDigital
    HargaRpXRpY

    Dari sini, brand dapat melihat value yang diperoleh, bukan hanya nominal harga.

    Apakah Harga Media Bisa Dinegosiasikan?

    Dalam praktik advertising, harga dapat bergantung pada berbagai faktor seperti:

    • Durasi campaign.
    • Jumlah titik.
    • Jumlah aset.
    • Periode tayang.
    • Paket media.
    • Ketersediaan inventory.

    Karena itu, brand dapat mendiskusikan kebutuhan campaign dengan penyedia media untuk mencari kombinasi placement yang paling sesuai dengan budget.

    Harga iklan bisa berbeda antar media karena setiap media menawarkan nilai exposure yang berbeda.

    Lokasi, traffic, visibility, ukuran, jenis media, durasi, periode campaign, audience, popularitas placement, hingga biaya produksi dapat memengaruhi harga.

    Jadi, jangan memilih media hanya berdasarkan harga paling murah atau paling mahal.

    Yang lebih penting adalah mencari media dengan value yang paling sesuai dengan target audiens dan tujuan campaign.

    Dalam advertising, harga hanyalah salah satu pertimbangan. Yang menentukan apakah sebuah media layak dibeli adalah seberapa besar nilai yang bisa diberikan media tersebut kepada campaign brand.

    Scroll to Top
    Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
    Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.