Jakarta Pusat menjadi salah satu kawasan yang dapat dipertimbangkan untuk campaign Out-of-Home (OOH), terutama bagi brand yang ingin membangun visibility di sekitar pusat bisnis, perkantoran, dan jalur mobilitas masyarakat.
Namun, menentukan lokasi billboard tidak cukup hanya dengan mencari jalan yang ramai. Brand juga perlu mempertimbangkan karakter kawasan, target audiens, arah pandang media, dan tujuan campaign.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, pemilihan billboard dapat dilakukan secara lebih terarah.
Area Jakarta Pusat yang Bisa Dipertimbangkan
Setiap kawasan memiliki karakter berbeda. Karena itu, pemilihan lokasi sebaiknya mengikuti target audiens dan konteks campaign.
Thamrin dan Bundaran HI
Kawasan Thamrin dan Bundaran HI dapat dipertimbangkan untuk campaign yang ingin membangun kehadiran brand di pusat kota. Area ini memiliki aktivitas perkantoran, komersial, dan transportasi yang saling terhubung.
Sebelum menentukan titik billboard, periksa arah pergerakan kendaraan, sudut pandang media, serta kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.
Menteng dan Cikini
Menteng dan Cikini memiliki karakter kawasan yang berbeda dari koridor bisnis utama. Area ini dapat dipertimbangkan untuk brand yang ingin menjangkau audiens di sekitar perkantoran, fasilitas publik, dan pusat aktivitas komersial.
Pemilihan titik perlu memperhatikan rute yang dilalui target audiens serta kesesuaian lokasi dengan pesan campaign.
Senen dan Salemba
Senen dan Salemba dapat menjadi alternatif untuk campaign yang ingin menjangkau mobilitas masyarakat di area Jakarta Pusat dan sekitarnya.
Kawasan ini dapat dipertimbangkan berdasarkan jalur perjalanan, aktivitas komersial, serta kedekatannya dengan berbagai fasilitas publik. Pastikan karakter audiens dan visibilitas media sesuai dengan kebutuhan brand.
Pertimbangkan Koridor Bisnis di Jakarta
Jika campaign menyasar pekerja kantoran dan audiens profesional, brand juga dapat mengevaluasi koridor bisnis di Jakarta secara lebih luas.
Sudirman
Koridor Sudirman dapat dipertimbangkan untuk campaign yang ingin hadir di lingkungan perkantoran dan pusat bisnis. Selain billboard, media transportasi dapat menjadi pilihan untuk menjangkau audiens selama perjalanan.
Kuningan dan Rasuna Said
Kuningan dan Rasuna Said merupakan kawasan yang dapat dipertimbangkan untuk brand yang ingin membangun presence di lingkungan bisnis Jakarta Selatan.
Selain billboard, media JPO dapat menjadi alternatif untuk memperluas exposure di sekitar jalur mobilitas kawasan.
SCBD
SCBD dapat dipertimbangkan untuk campaign yang ingin menjangkau audiens di lingkungan bisnis dan lifestyle. Pemilihan media sebaiknya disesuaikan dengan titik aktivitas target audiens serta ketersediaan placement di area tersebut.
Cara Menentukan Lokasi Billboard yang Tepat
Kenali Target Audiens
Tentukan siapa yang ingin dijangkau melalui campaign. Apakah pekerja kantoran, pengguna kendaraan pribadi, commuter, atau konsumen di kawasan komersial?
Informasi ini membantu menentukan area yang relevan, bukan hanya lokasi dengan traffic tinggi.
Periksa Traffic dan Arah Perjalanan
Jumlah kendaraan yang melintas dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi pola pergerakan juga penting.
Perhatikan apakah billboard terlihat dari arah perjalanan target audiens, apakah ada kesempatan untuk melihat pesan dengan jelas, dan apakah media berada pada jalur yang relevan dengan campaign.
Evaluasi Visibilitas Media
Periksa ukuran billboard, arah hadap, jarak pandang, pencahayaan, dan kemungkinan terhalang pohon atau bangunan.
Lokasi yang ramai belum tentu ideal jika media sulit terlihat. Karena itu, kondisi aktual titik billboard perlu diperiksa sebelum melakukan pemesanan.
Sesuaikan dengan Tujuan Campaign
Untuk brand awareness, lokasi dengan exposure yang konsisten dapat menjadi prioritas. Jika campaign berfokus pada kawasan tertentu, pilih titik yang dekat dengan aktivitas target audiens.
Sementara itu, campaign yang membutuhkan jangkauan di beberapa area dapat mempertimbangkan kombinasi billboard dengan media OOH lainnya.
Billboard atau Media OOH Lainnya?
Billboard bukan satu-satunya pilihan untuk campaign di koridor bisnis. Brand dapat mempertimbangkan beberapa jenis media sesuai kebutuhan.
Billboard dan Videotron
Keduanya dapat digunakan untuk membangun visibility di ruang publik. Videotron menawarkan format visual digital, sedangkan billboard umumnya menggunakan materi cetak atau visual statis.
JPO
JPO dapat menjadi pilihan untuk memperkuat presence brand di titik penyeberangan yang relevan dengan target audiens.
Transport Advertising
TransJakarta, KRL, MRT, dan LRT dapat dipertimbangkan untuk menjangkau audiens dalam perjalanan. Pemilihannya perlu mengikuti area layanan, rute, dan ketersediaan media.
Mengombinasikan beberapa format dapat membantu brand membangun touchpoint di berbagai bagian perjalanan audiens.
Checklist Sebelum Memesan Billboard
Sebelum menentukan lokasi, pastikan beberapa hal berikut sudah diperiksa:
- Target audiens dan tujuan campaign sudah jelas.
- Area serta titik billboard sesuai dengan kebutuhan brand.
- Visibilitas, arah hadap, dan kondisi sekitar sudah dievaluasi.
- Ukuran media dan durasi pemasangan sesuai dengan rencana.
- Harga, biaya produksi, dan ketentuan pemasangan sudah dikonfirmasi.
- Ketersediaan inventori dan perizinan media sudah diperiksa.
Checklist ini membantu mengurangi risiko memilih media yang kurang sesuai dengan kebutuhan campaign.
Temukan Lokasi Billboard yang Sesuai untuk Campaign
Menentukan lokasi billboard di Jakarta Pusat dan koridor bisnis membutuhkan pertimbangan lebih dari sekadar traffic. Karakter audiens, visibilitas, tujuan campaign, serta ketersediaan media perlu dilihat secara bersamaan.
Brand juga dapat mempertimbangkan area bisnis lain seperti Sudirman, Kuningan, dan SCBD jika target campaign mencakup wilayah Jakarta yang lebih luas.
Morata menyediakan berbagai pilihan media OOH, termasuk billboard dan media transportasi. Pilihan lokasi dan format dapat disesuaikan dengan target audiens, kebutuhan campaign, serta ketersediaan inventori.