Tidak semua bisnis membutuhkan media iklan yang sama. Bisnis lokal, brand nasional, perusahaan B2B, hingga bisnis yang menyasar konsumen massal memiliki kebutuhan advertising yang berbeda.
Karena itu, memilih media iklan sebaiknya tidak hanya berdasarkan media yang sedang populer, tetapi berdasarkan target audiens, tujuan campaign, lokasi, dan budget.
Media yang tepat adalah media yang mampu mempertemukan bisnis dengan audiens yang relevan.
Apa Saja Media Iklan yang Bisa Digunakan Bisnis?
Saat ini, bisnis dapat menggunakan berbagai pilihan media, baik online maupun offline.
Beberapa di antaranya:
- Search advertising.
- Social media advertising.
- Display advertising.
- Video advertising.
- Billboard.
- LED videotron.
- Transit advertising.
- Airport advertising.
- Radio.
- Televisi.
- Media cetak.
Masing-masing memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.
Media Iklan Berdasarkan Tujuan Bisnis
Cara paling mudah memilih media adalah mulai dari tujuan campaign.
Untuk Meningkatkan Brand Awareness
Jika tujuan utama adalah membuat lebih banyak orang mengenal brand, gunakan media yang memiliki potensi jangkauan luas dan exposure berulang.
Pilihan yang dapat dipertimbangkan:
- Billboard.
- LED videotron.
- Transit advertising.
- Video advertising.
- Social media advertising.
Untuk brand yang ingin membangun keberadaan secara luas, OOH dapat menjadi salah satu pilihan karena brand dapat hadir secara konsisten di ruang publik.
Untuk Mendapatkan Leads
Jika tujuan utamanya mendapatkan calon pelanggan, media digital yang dapat mengarahkan audiens ke website atau formulir dapat menjadi pilihan.
Misalnya:
- Search Ads.
- Social media Ads.
- Display Ads.
- Landing page.
Untuk bisnis B2B, pendekatan ini dapat dikombinasikan dengan media awareness seperti OOH agar brand sudah dikenal sebelum calon klien melakukan pencarian.
Untuk Meningkatkan Penjualan
Campaign yang berorientasi penjualan biasanya membutuhkan media yang memungkinkan audiens melakukan tindakan secara langsung.
Contohnya:
- Search advertising.
- Social media advertising.
- E-commerce advertising.
- Retargeting.
Namun, media awareness tetap dapat berperan dalam membangun demand dan menjaga brand tetap berada dalam pertimbangan konsumen.
Media Iklan untuk Bisnis Lokal
Bisnis yang melayani area tertentu tidak selalu membutuhkan media dengan jangkauan nasional.
Contohnya:
- Restoran.
- Dealer.
- Klinik.
- Properti.
- Retail.
- Sekolah.
- Tempat wisata.
Media dapat difokuskan pada area di sekitar lokasi bisnis.
Untuk bisnis seperti ini, billboard, videotron, signage, social media, dan search advertising dapat dikombinasikan berdasarkan karakter target audiens.
Media Iklan untuk Brand Nasional
Brand yang ingin menjangkau konsumen di banyak kota membutuhkan media dengan skala yang lebih luas.
OOH dapat digunakan melalui kombinasi:
- Billboard.
- LED videotron.
- Transit advertising.
- Airport advertising.
- Rest area advertising.
Sementara digital advertising dapat membantu memperluas campaign ke audiens secara online.
Pendekatan ini memungkinkan brand hadir secara fisik dan digital dalam waktu yang sama.
Media Iklan untuk Bisnis B2B
Bisnis B2B memiliki siklus pembelian yang berbeda.
Calon klien biasanya membutuhkan waktu untuk:
Mengenal → Mempertimbangkan → Mencari informasi → Membandingkan → Menghubungi sales
Karena itu, B2B tidak selalu cukup hanya menggunakan media yang langsung menghasilkan leads.
Media seperti LinkedIn, search advertising, website, event, dan OOH dapat digunakan untuk membangun kredibilitas serta meningkatkan visibility brand di hadapan decision maker.
Media OOH untuk Bisnis
Out-of-Home advertising dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang ingin membangun awareness dan menjangkau audiens dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa pilihan media OOH antara lain:
Billboard
Cocok untuk bisnis yang membutuhkan jangkauan luas dan visibility tinggi.
LED Videotron
Cocok untuk campaign yang membutuhkan visual dinamis dan ingin menonjolkan produk atau pesan brand.
Transit Advertising
KRL, MRT, LRT, Transjakarta, dan media transit lainnya dapat menjangkau audiens selama perjalanan.
Airport Advertising
Dapat digunakan untuk menjangkau audiens dengan mobilitas tinggi dan mendukung positioning tertentu.
Rest Area Advertising
Relevan untuk bisnis yang ingin menjangkau audiens dalam perjalanan antarkota.
Mobile LED
Memberikan fleksibilitas untuk membawa campaign ke lokasi tertentu, termasuk area event atau pusat keramaian.
Bagaimana Memilih Media Iklan yang Tepat?
Ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan sebelum menentukan media.
Siapa Target Audiensnya?
Cari tahu:
- Usia.
- Lokasi.
- Pekerjaan.
- Kebiasaan.
- Gaya hidup.
- Pola perjalanan.
Semakin jelas target audiens, semakin mudah menentukan media.
Di Mana Mereka Beraktivitas?
Informasi ini sangat penting, terutama untuk OOH.
Misalnya target audiens merupakan pekerja kantoran. Media di kawasan bisnis atau jalur komuter mungkin lebih relevan dibandingkan placement di area yang tidak berkaitan dengan aktivitas mereka.
Apa Tujuan Campaign?
Apakah ingin:
- Membangun awareness?
- Memperkenalkan produk?
- Mendapatkan leads?
- Meningkatkan penjualan?
- Memperkuat brand image?
Tujuan tersebut akan menentukan media yang digunakan.
Berapa Budget yang Tersedia?
Budget menentukan skala campaign.
Dengan budget terbatas, brand dapat memprioritaskan beberapa placement yang paling relevan daripada menyebarkan budget ke terlalu banyak media.
Jangan Memilih Media Hanya karena Murah
Harga media bukan satu-satunya pertimbangan.
Media yang murah tetapi tidak menjangkau target audiens dapat menghasilkan biaya yang tidak efisien.
Sebaliknya, media yang memiliki harga lebih tinggi bisa memberikan value yang lebih baik jika:
- Audience fit tinggi.
- Visibility tinggi.
- Lokasi strategis.
- Exposure besar.
- Sesuai dengan tujuan campaign.
Jadi, yang perlu dibandingkan bukan hanya harga media, tetapi value yang diperoleh dari media tersebut.
Kombinasi Media Bisa Lebih Efektif
Bisnis tidak harus memilih satu media saja.
Beberapa media dapat memiliki fungsi yang berbeda dalam satu campaign.
Misalnya:
OOH
Membangun awareness.
↓
Social Media
Memperkuat engagement.
↓
Search Ads
Menangkap audiens yang mulai mencari informasi.
↓
Website
Memberikan informasi lebih lengkap.
↓
WhatsApp / Sales
Mendorong conversion.
Dengan strategi seperti ini, setiap media memiliki peran dalam customer journey.
Contoh Pemilihan Media Berdasarkan Bisnis
| Jenis Bisnis | Media yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|
| Properti | Billboard, videotron, digital ads, transit |
| Otomotif | Billboard, videotron, digital ads, airport |
| FMCG | OOH, social media, retail media |
| B2B | LinkedIn, search ads, OOH, event |
| Retail | Billboard, videotron, social media, search |
| Restoran | OOH lokal, social media, search |
| Startup | Digital ads, social media, OOH |
| Pariwisata | OOH, airport, social media, digital ads |
Tabel tersebut bukan aturan baku. Media tetap perlu disesuaikan dengan target dan tujuan campaign masing-masing bisnis.
Bagaimana Mengukur Efektivitas Media?
Setelah campaign berjalan, jangan hanya melihat apakah iklan sudah tayang.
Gunakan KPI yang sesuai.
Untuk awareness:
- Reach.
- Impressions.
- Frequency.
- Brand awareness.
Untuk digital:
- Clicks.
- CTR.
- Website traffic.
- Engagement.
Untuk lead generation:
- Leads.
- Cost per lead.
- Qualified leads.
Untuk sales:
- Conversion.
- Revenue.
- ROAS.
- Customer acquisition cost.
Dengan begitu, bisnis dapat mengetahui media mana yang memberikan kontribusi terhadap tujuan campaign.
Media Iklan untuk Bisnis Bersama Morata Advertising
Morata Advertising menyediakan berbagai pilihan media OOH untuk membantu brand menjalankan campaign di berbagai lokasi.
Media yang tersedia meliputi:
- Billboard.
- LED Videotron.
- JPO Advertising.
- KRL Advertising.
- MRT Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED.
- Transportation Branding.
Pemilihan media dapat disesuaikan dengan target audiens, wilayah campaign, tujuan komunikasi, durasi, dan budget.
Media iklan yang cocok untuk bisnis bukan ditentukan oleh media yang paling besar atau paling populer, tetapi oleh seberapa sesuai media tersebut dengan target audiens dan tujuan campaign.
Bisnis yang ingin meningkatkan awareness dapat mempertimbangkan OOH dan digital advertising. Bisnis yang berfokus pada leads dapat mengandalkan search atau social media advertising, sementara campaign berskala besar dapat menggunakan kombinasi beberapa media.