Mau Pasang Billboard di Jakarta? Cek Lokasinya di Sini

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Mau pasang billboard di Jakarta, tapi masih bingung harus memilih lokasi yang mana?

    Memilih billboard bukan sekadar mencari papan reklame yang kosong. Lokasi sangat menentukan siapa yang berpotensi melihat iklan, seberapa sering brand mendapatkan exposure, dan konteks ketika audiens melihat pesan tersebut.

    Jakarta memiliki banyak titik advertising dengan karakter audiens yang berbeda. Ada kawasan perkantoran, pusat bisnis, area komersial, jalur komuter, hingga jalan dengan mobilitas tinggi.

    Karena itu, sebelum menentukan billboard, penting untuk melihat lokasi, arah traffic, karakter audiens, visibility, ukuran media, dan tujuan campaign.

    Kenapa Lokasi Billboard di Jakarta Penting?

    Billboard bekerja melalui exposure di ruang publik. Artinya, lokasi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas exposure tersebut.

    Billboard di kawasan perkantoran, misalnya, dapat menjangkau audiens yang memiliki aktivitas kerja dan mobilitas tinggi. Sementara billboard di area komersial dapat bertemu dengan audiens yang sedang melakukan aktivitas belanja, makan, atau hiburan.

    Bahkan dalam satu jalan yang sama, dua titik billboard bisa memiliki karakter exposure yang berbeda karena perbedaan arah kendaraan, posisi media, jarak pandang, dan lingkungan sekitar.

    Karena itu, lokasi yang tepat tidak selalu berarti lokasi yang paling terkenal.

    Yang lebih penting adalah kesesuaian lokasi dengan target campaign.

    Area Billboard Jakarta yang Bisa Dipertimbangkan

    Jakarta memiliki banyak kawasan yang dapat digunakan untuk kebutuhan OOH advertising.

    Beberapa area yang umum dipertimbangkan brand antara lain:

    Sudirman dan SCBD

    Kawasan Sudirman dan SCBD memiliki karakter sebagai area bisnis dan perkantoran dengan aktivitas komersial yang tinggi.

    Lokasi seperti ini dapat dipertimbangkan untuk brand yang ingin membangun visibility di lingkungan yang dekat dengan aktivitas profesional, bisnis, dan lifestyle.

    Thamrin dan Jakarta Pusat

    Kawasan Thamrin memiliki berbagai aktivitas bisnis, komersial, dan mobilitas perkotaan.

    Untuk campaign yang ingin membangun brand presence di area pusat Jakarta, koridor seperti Thamrin dapat menjadi salah satu pilihan.

    Kuningan

    Kuningan dikenal sebagai salah satu kawasan bisnis Jakarta dengan banyak gedung perkantoran dan aktivitas profesional.

    Placement di sekitar kawasan ini dapat relevan untuk brand yang ingin menjangkau pekerja kantoran, profesional, maupun audience yang memiliki mobilitas tinggi di area bisnis.

    Senopati dan Kebayoran Baru

    Area Senopati dan sekitarnya memiliki karakter yang cukup kuat dari sisi lifestyle, F&B, entertainment, dan aktivitas komersial.

    Untuk brand dengan target audience yang dekat dengan lifestyle dan consumer market urban, kawasan seperti ini dapat menjadi salah satu opsi.

    Jakarta Selatan

    Jakarta Selatan memiliki banyak area dengan kombinasi perkantoran, residential, commercial area, dan lifestyle.

    BACA :  Mengapa Umbul-Umbul Efektif Sebagai Media Promosi?

    Beberapa titik seperti Pondok Indah, Fatmawati, Kemang, TB Simatupang, hingga koridor lainnya memiliki karakter audience yang berbeda.

    Karena itu, pemilihan titik sebaiknya disesuaikan dengan target market, bukan hanya berdasarkan nama kawasan.

    Jakarta Utara

    Area seperti Kelapa Gading, Sunter, Pluit, dan koridor menuju Tanjung Priok memiliki karakter mobilitas dan aktivitas komersial yang berbeda dari pusat Jakarta.

    Untuk brand yang memiliki target market di Jakarta Utara atau ingin memperluas coverage ke area tersebut, billboard dapat menjadi salah satu media untuk membangun local visibility.

    Jakarta Barat dan Jakarta Timur

    Jakarta Barat dan Jakarta Timur juga memiliki berbagai jalur mobilitas dengan karakter audience yang beragam.

    Penempatan di koridor seperti Daan Mogot, Cengkareng, Kalideres, Cawang, Jatinegara, atau area lainnya dapat dipertimbangkan berdasarkan target audience dan rute campaign.

    Jangan Hanya Melihat Nama Lokasi

    Salah satu kesalahan saat memilih billboard adalah hanya melihat nama kawasan.

    Misalnya, “billboard di Sudirman” terdengar menarik.

    Tetapi pertanyaan berikutnya adalah:

    Di titik mana?

    Apakah billboard menghadap arah yang tepat?

    Apakah kendaraan memiliki waktu yang cukup untuk melihat media?

    Apakah terdapat penghalang seperti pohon atau bangunan?

    Bagaimana kondisi jalan di sekitar media?

    Apakah audience yang lewat sesuai dengan target campaign?

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar nama kawasan.

    Perhatikan Arah Billboard

    Billboard memiliki arah exposure.

    Sebuah media yang berada di satu sisi jalan dapat memberikan exposure berbeda tergantung arah perjalanan audience.

    Contohnya, billboard di jalan menuju kawasan perkantoran dapat memberikan karakter audience yang berbeda dibandingkan billboard di arah sebaliknya.

    Karena itu, ketika meminta rekomendasi titik billboard, jangan hanya meminta alamat.

    Tanyakan juga menghadap ke arah mana dan traffic utamanya seperti apa.

    Perhatikan Traffic dan Mobilitas

    Traffic menjadi salah satu informasi penting ketika mengevaluasi lokasi billboard.

    Namun, jumlah kendaraan bukan satu-satunya pertimbangan.

    Kualitas traffic juga penting.

    Apakah kendaraan bergerak cepat atau lambat?

    Apakah terjadi kemacetan?

    Apakah banyak kendaraan berhenti di persimpangan?

    Apakah terdapat aktivitas pejalan kaki?

    Semua kondisi tersebut dapat memengaruhi peluang audiens memperhatikan sebuah media.

    Sebuah billboard di area dengan traffic tinggi dapat memberikan exposure besar, tetapi karakter exposure-nya tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi jalan dan visibility.

    Ukuran Billboard Juga Berpengaruh

    Lokasi bagus perlu didukung dengan format media yang sesuai.

    Billboard berukuran besar dapat memberikan visibility yang kuat dari jarak tertentu. Sementara format yang lebih kecil dapat memiliki fungsi berbeda tergantung lingkungan dan jarak pandang.

    Pemilihan ukuran sebaiknya disesuaikan dengan:

    • jarak pandang;
    • kecepatan traffic;
    • posisi media;
    • ukuran pesan;
    • desain creative;
    • dan objective campaign.
    BACA :  Strategi Marketing untuk Produk Baru

    Jangan sampai creative memiliki terlalu banyak informasi tetapi ditempatkan pada media yang hanya dapat dilihat dalam waktu singkat.

    Pilih Billboard Berdasarkan Target Audiens

    Sebelum memilih lokasi, tentukan terlebih dahulu siapa yang ingin dijangkau.

    Misalnya:

    Brand B2B

    Dapat mempertimbangkan kawasan bisnis dan perkantoran yang dekat dengan aktivitas profesional.

    Brand F&B

    Dapat mempertimbangkan area lifestyle, commercial district, mall, atau kawasan dengan aktivitas kuliner.

    Brand otomotif

    Dapat mempertimbangkan koridor dengan mobilitas kendaraan tinggi atau area yang dekat dengan target market.

    Brand properti

    Dapat mempertimbangkan lokasi yang relevan dengan wilayah pengembangan, target pembeli, atau jalur menuju kawasan properti.

    Brand consumer

    Dapat menggunakan kombinasi beberapa area untuk memperluas reach dan membangun familiarity.

    Dengan cara ini, pemilihan billboard dimulai dari audience, bukan dari media yang kebetulan tersedia.

    Billboard Jakarta untuk Campaign Awareness

    Billboard sangat relevan ketika tujuan campaign adalah membangun visibility dan awareness.

    Exposure yang berulang di lokasi yang relevan dapat membantu audiens semakin familiar dengan nama, visual, atau pesan brand.

    Namun, billboard tidak harus berdiri sendiri.

    Brand dapat menghubungkannya dengan digital advertising, social media, search, event, atau channel lainnya.

    Misalnya, seseorang melihat billboard sebuah brand saat perjalanan. Beberapa hari kemudian, ia menemukan brand yang sama ketika scrolling Instagram atau melakukan pencarian di Google.

    Exposure dari beberapa channel tersebut dapat saling melengkapi dalam customer journey.

    Billboard Tidak Harus Selalu di Pusat Kota

    Salah satu anggapan yang sering muncul adalah semakin dekat dengan pusat Jakarta, semakin bagus billboard-nya.

    Padahal, lokasi terbaik bergantung pada target campaign.

    Jika target brand banyak berada di Jakarta Timur, misalnya, billboard di kawasan tersebut dapat lebih relevan daripada placement di pusat kota.

    Begitu juga jika target audience berada di Jakarta Utara, Jakarta Barat, atau area Jabodetabek lainnya.

    Jadi, lokasi terbaik adalah lokasi yang paling sesuai dengan target audience dan tujuan campaign.

    Bagaimana Cara Mengecek Lokasi Billboard?

    Sebelum memilih titik, ada beberapa informasi yang sebaiknya diminta dari penyedia media.

    1. Alamat dan Titik Lokasi

    Pastikan lokasi media jelas dan mudah diverifikasi.

    2. Arah Media

    Tanyakan billboard menghadap ke arah mana.

    3. Ukuran Media

    Ukuran membantu menentukan bagaimana creative akan terlihat dari jarak tertentu.

    4. Foto Aktual

    Foto kondisi media di lapangan penting untuk melihat visibility secara nyata.

    5. Karakter Traffic

    Cari tahu bagaimana kondisi lalu lintas dan mobilitas di sekitar titik tersebut.

    BACA :  Mengapa Brand Memilih Billboard di Jalan Utama Kota?

    6. Audience

    Tanyakan karakter audience yang biasanya melewati atau berada di sekitar lokasi.

    7. Periode Tayang

    Pastikan durasi campaign dan ketersediaan titik sesuai dengan kebutuhan.

    8. Harga

    Harga billboard dapat berbeda tergantung lokasi, ukuran, durasi, format, dan karakter media.

    Berapa Harga Billboard di Jakarta?

    Tidak ada satu harga yang berlaku untuk semua billboard di Jakarta.

    Harga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

    • lokasi;
    • ukuran;
    • posisi;
    • durasi sewa;
    • tingkat visibility;
    • format media;
    • traffic;
    • dan karakter kawasan.

    Karena itu, dua billboard di Jakarta dapat memiliki harga yang berbeda meskipun sama-sama berada di kategori media luar ruang.

    Daripada hanya membandingkan harga, lebih baik membandingkan harga dengan potensi exposure dan relevansinya terhadap target audience.

    Pilih Lokasi Billboard Berdasarkan Tujuan Campaign

    Setiap campaign bisa membutuhkan strategi lokasi yang berbeda.

    Jika tujuannya meningkatkan awareness di Jakarta secara luas, brand dapat mempertimbangkan kombinasi beberapa titik di kawasan berbeda.

    Jika tujuannya memperkuat presence di kalangan profesional, kawasan bisnis dapat menjadi pertimbangan.

    Jika campaign berkaitan dengan pembukaan outlet atau ekspansi wilayah, billboard di sekitar area tersebut dapat membantu meningkatkan local visibility.

    Sementara untuk campaign produk tertentu, pemilihan lokasi dapat disesuaikan dengan karakter target market.

    Jangan Lupa Creative Billboard

    Lokasi bagus tidak akan maksimal jika pesan iklannya sulit dipahami.

    Audiens billboard biasanya tidak memiliki waktu panjang untuk membaca seluruh informasi.

    Karena itu, creative sebaiknya memiliki:

    Brand yang jelas + pesan utama yang singkat + visual yang mudah dikenali.

    Jangan memasukkan terlalu banyak informasi hanya karena ukuran billboard besar.

    Semakin cepat audiens memahami siapa brand-nya dan apa pesan utamanya, semakin besar peluang creative tersebut mendapatkan perhatian.

    Mau Pasang Billboard di Jakarta? Mulai dari Lokasinya

    Memilih billboard Jakarta bukan sekadar mencari titik yang tersedia.

    Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari lokasi, arah media, traffic, visibility, ukuran, karakter audience, hingga tujuan campaign.

    Jakarta sendiri memiliki berbagai kawasan dengan karakter yang berbeda. Titik di Sudirman tentu memiliki konteks yang berbeda dengan billboard di Kelapa Gading, Cengkareng, Cawang, Fatmawati, atau kawasan lainnya.

    Karena itu, sebelum menentukan media, tentukan terlebih dahulu:

    Siapa yang ingin dijangkau, apa tujuan campaign, dan di mana audience tersebut paling relevan untuk ditemui.

    Setelah itu, barulah pilih titik billboard yang paling sesuai.

    Dengan pendekatan tersebut, billboard bukan hanya menjadi media untuk “pasang iklan”, tetapi menjadi bagian dari strategi brand untuk hadir di lokasi yang tepat dan bertemu dengan audiens yang tepat.

    Scroll to Top