Tidak semua orang yang melihat iklan akan langsung membeli produk. Sebagian besar konsumen melewati beberapa tahapan sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian. Proses inilah yang dikenal sebagai marketing funnel.
Dengan memahami marketing funnel, perusahaan dapat memilih strategi komunikasi dan media iklan yang sesuai pada setiap tahap perjalanan pelanggan. Pendekatan ini membantu brand membangun hubungan dengan calon konsumen secara bertahap, mulai dari mengenalkan merek hingga menciptakan loyalitas.
Apa Itu Marketing Funnel?
Marketing funnel adalah model yang menggambarkan perjalanan calon pelanggan dari pertama kali mengenal sebuah brand hingga menjadi pelanggan.
Secara umum, marketing funnel terdiri dari beberapa tahap:
- Awareness.
- Interest.
- Consideration.
- Conversion.
- Loyalty.
Setiap tahap memiliki tujuan yang berbeda sehingga membutuhkan strategi advertising yang berbeda pula.
Tahap Awareness
Awareness merupakan tahap ketika calon pelanggan baru mengenal sebuah brand, produk, atau layanan.
Pada tahap ini, tujuan utama bukan menjual, melainkan meningkatkan visibilitas agar brand lebih dikenal oleh sebanyak mungkin audiens.
Media yang efektif untuk tahap awareness antara lain:
- Billboard Advertising.
- LED Videotron.
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Rest Area Advertising.
Media Out-of-Home (OOH) sangat efektif pada tahap ini karena mampu memberikan jangkauan luas dan paparan berulang kepada target audiens.
Peran Iklan pada Tahap Awareness
Iklan pada tahap awareness berfungsi untuk:
- Memperkenalkan brand.
- Menampilkan identitas perusahaan.
- Membangun brand recognition.
- Meningkatkan brand recall.
Materi iklan sebaiknya sederhana, mudah dipahami, dan fokus pada satu pesan utama agar lebih mudah diingat.
Tahap Interest
Setelah mengenal brand, sebagian audiens mulai tertarik untuk mencari informasi lebih lanjut.
Pada tahap ini, mereka mulai membandingkan beberapa pilihan sebelum mengambil keputusan.
Media yang dapat mendukung tahap interest meliputi:
- Google Ads.
- Website perusahaan.
- Media sosial.
- Landing page.
- Konten edukatif.
- Email marketing.
Tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang membantu calon pelanggan memahami manfaat produk atau layanan.
Peran Iklan pada Tahap Interest
Iklan pada tahap ini bertujuan untuk:
- Menjelaskan keunggulan produk.
- Menampilkan manfaat bagi pelanggan.
- Menjawab kebutuhan target audiens.
- Mengarahkan audiens ke website atau landing page.
Pesan yang informatif akan membantu meningkatkan ketertarikan terhadap brand.
Tahap Consideration
Pada tahap consideration, calon pelanggan mulai membandingkan brand dengan kompetitor.
Mereka biasanya mencari informasi mengenai:
- Harga.
- Kualitas.
- Fitur.
- Reputasi perusahaan.
- Testimoni pelanggan.
- Portofolio.
Tahap ini membutuhkan komunikasi yang lebih detail dibandingkan tahap awareness.
Peran Iklan pada Tahap Consideration
Advertising dapat membantu dengan cara:
- Menampilkan keunggulan kompetitif.
- Menonjolkan pengalaman perusahaan.
- Menampilkan studi kasus.
- Mengarahkan audiens untuk menghubungi tim penjualan.
- Memperkuat kepercayaan terhadap brand.
Konsistensi pesan pada berbagai media akan meningkatkan keyakinan calon pelanggan.
Tahap Conversion
Conversion merupakan tahap ketika calon pelanggan memutuskan untuk melakukan pembelian atau menggunakan layanan.
Pada tahap ini, perusahaan dapat menggunakan strategi seperti:
- Penawaran khusus.
- Demo produk.
- Konsultasi gratis.
- Formulir inquiry.
- Promo terbatas.
Tujuannya adalah mendorong audiens mengambil tindakan.
Peran Iklan pada Tahap Conversion
Advertising pada tahap ini lebih berorientasi pada tindakan.
Contohnya:
- Ajakan menghubungi sales.
- Mengunjungi website.
- Mengisi formulir.
- Melakukan pemesanan.
- Memanfaatkan promo.
Call to action yang jelas menjadi elemen penting pada tahap conversion.
Tahap Loyalty
Marketing tidak berhenti setelah pelanggan melakukan pembelian.
Perusahaan juga perlu menjaga hubungan agar pelanggan tetap menggunakan produk atau layanan di masa mendatang.
Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain:
- Program loyalitas.
- Email marketing.
- Konten edukatif.
- Customer service yang responsif.
- Campaign branding secara konsisten.
Pelanggan yang puas berpotensi menjadi pelanggan setia sekaligus merekomendasikan brand kepada orang lain.
Peran Media OOH dalam Marketing Funnel
Media OOH memiliki peran yang sangat kuat terutama pada tahap awal marketing funnel.
Billboard, LED videotron, dan transit advertising mampu:
- Menjangkau audiens dalam jumlah besar.
- Meningkatkan brand awareness.
- Memperkuat brand recall.
- Mendukung campaign omnichannel.
Ketika dipadukan dengan media digital, OOH membantu menciptakan perjalanan pelanggan yang lebih terintegrasi dari tahap awareness hingga conversion.
Strategi Omnichannel untuk Mendukung Marketing Funnel
Banyak perusahaan menggabungkan berbagai media agar setiap tahap funnel berjalan lebih efektif.
Contohnya:
- Billboard untuk meningkatkan awareness.
- LED Videotron untuk menarik perhatian.
- Transit Advertising untuk memperluas jangkauan.
- Google Ads untuk menjangkau calon pelanggan yang sedang mencari informasi.
- Website untuk memberikan informasi lengkap.
- Media sosial untuk membangun interaksi.
- Email marketing untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
Strategi omnichannel membantu menciptakan pengalaman yang konsisten di berbagai titik interaksi.
Optimalkan Campaign Bersama Morata Advertising
Morata Advertising membantu brand membangun strategi OOH yang mendukung berbagai tahap dalam marketing funnel, terutama pada fase awareness dan consideration.
Layanan yang tersedia meliputi:
- Billboard Advertising.
- LED Videotron.
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED Advertising.
- Brand Activation.
- Creative Billboard.
Dengan jaringan media di berbagai kota di Indonesia dan layanan media planning, Morata membantu brand meningkatkan visibilitas serta memperkuat strategi pemasaran secara menyeluruh.
Marketing funnel membantu perusahaan memahami perjalanan pelanggan dari mengenal brand hingga menjadi pelanggan setia. Setiap tahap membutuhkan strategi komunikasi dan media advertising yang berbeda.
Media OOH seperti billboard, LED videotron, dan transit advertising berperan penting dalam membangun awareness dan memperkuat brand recall, sementara media digital membantu mengarahkan calon pelanggan menuju tahap consideration dan conversion. Dengan mengombinasikan keduanya, perusahaan dapat menciptakan campaign yang lebih efektif dan berkelanjutan.