Iklan hanya memiliki waktu yang terbatas untuk mendapatkan perhatian audiens.
Orang yang melihat billboard sedang berkendara. Pengguna media sosial sedang scrolling. Penumpang KRL mungkin hanya melihat iklan selama beberapa detik. Bahkan pada iklan digital, audiens bisa langsung melewati iklan jika tidak menarik perhatian.
Karena itu, pesan iklan perlu dibuat singkat dan jelas.
Bukan berarti iklan harus selalu menggunakan sedikit kata. Intinya adalah audiens harus bisa menangkap pesan utama tanpa membutuhkan usaha yang terlalu besar.
Mengapa Pesan Iklan Harus Singkat?
1. Perhatian Audiens Terbatas
Dalam kehidupan sehari-hari, audiens menerima banyak sekali informasi.
Mereka melihat:
- Iklan.
- Notifikasi.
- Konten media sosial.
- Berita.
- Pesan.
- Promosi.
- Informasi di lingkungan sekitar.
Jika sebuah iklan membutuhkan waktu terlalu lama untuk dipahami, kemungkinan audiens akan melewatkannya.
Pesan singkat membantu brand menyampaikan inti komunikasi dengan lebih cepat.
2. Iklan Sering Dilihat Sambil Beraktivitas
Berbeda dengan membaca artikel, audiens biasanya tidak secara khusus meluangkan waktu untuk membaca iklan.
Contohnya:
Billboard dilihat ketika orang sedang berkendara.
Transit advertising dilihat ketika orang sedang bepergian.
Digital advertising muncul ketika orang sedang menggunakan platform lain.
Artinya, iklan harus mampu berkomunikasi dalam kondisi perhatian yang terbatas.
3. Pesan yang Terlalu Panjang Bisa Membingungkan
Bayangkan sebuah billboard memiliki headline panjang, beberapa paragraf, lima benefit, alamat, nomor telepon, website, media sosial, dan promo sekaligus.
Semua informasi mungkin benar.
Tetapi ketika semuanya dianggap penting, tidak ada satu pesan yang benar-benar menonjol.
Audiens akhirnya tidak tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan.
Dalam advertising, salah satu prinsip penting adalah:
Satu iklan sebaiknya memiliki satu pesan utama yang jelas.
4. Pesan Singkat Lebih Mudah Dipahami
Bandingkan:
“Nikmati berbagai pilihan makanan berkualitas dengan harga terjangkau untuk menemani aktivitas Anda setiap hari.”
dengan:
“Makan Enak, Harga Bersahabat.”
Pesan kedua jauh lebih sederhana.
Bukan berarti versi pertama selalu buruk. Namun, untuk media dengan waktu exposure singkat, versi yang lebih ringkas biasanya lebih mudah diproses.
5. Membantu Audiens Mengingat Brand
Tujuan iklan bukan hanya membuat orang melihat.
Brand juga ingin diingat.
Pesan yang sederhana dapat membantu audiens menghubungkan:
Brand → Pesan → Produk
Semakin mudah hubungan tersebut dipahami, semakin besar peluang pesan menjadi bagian dari ingatan audiens.
6. Sangat Penting untuk Media OOH
Prinsip pesan singkat dan jelas sangat penting dalam Out-of-Home advertising.
Audiens OOH biasanya tidak memiliki kesempatan untuk membaca iklan seperti membaca halaman website.
Karena itu, billboard idealnya dapat dipahami secara cepat.
Elemen yang perlu mendapatkan perhatian biasanya:
Headline → Visual → Brand → CTA
Bukan berarti setiap billboard harus hanya terdiri dari beberapa kata, tetapi setiap elemen harus memiliki fungsi yang jelas.
7. Sesuaikan Pesan dengan Jarak dan Waktu Exposure
Tidak semua media memiliki kondisi exposure yang sama.
Billboard
Audiens dapat melihatnya dalam waktu singkat saat bergerak.
Transit Advertising
Audiens dapat memiliki kesempatan melihat iklan berulang kali selama perjalanan.
Airport Advertising
Audiens mungkin memiliki waktu exposure yang lebih panjang di area tertentu.
Social Media
Audiens dapat langsung melakukan scroll.
Karena itu, panjang pesan perlu disesuaikan dengan karakter media.
8. Singkat Bukan Berarti Tidak Informatif
Pesan singkat tetap dapat menyampaikan informasi penting.
Caranya adalah dengan menentukan informasi mana yang benar-benar dibutuhkan audiens.
Misalnya campaign peluncuran produk:
Headline:
“Kenalan dengan X.”
Subheadline:
“Lebih cepat. Lebih praktis.”
CTA:
“Coba Sekarang.”
Tidak semua fitur produk harus dimasukkan ke dalam billboard.
Informasi yang lebih detail dapat diberikan melalui website, landing page, atau media digital.
9. Gunakan Hierarki Pesan
Jika sebuah iklan membutuhkan beberapa informasi, jangan tampilkan semuanya dengan bobot yang sama.
Buat hierarki.
Pesan Utama
Apa yang paling ingin audiens ingat?
Pendukung
Informasi apa yang membantu menjelaskan pesan tersebut?
CTA
Apa yang harus dilakukan audiens?
Contohnya:
Lebih Dekat ke Mana-Mana.
Apartemen mulai RpXXX juta.
Kunjungi show unit.
Audiens langsung mengetahui:
Benefit → Produk → Action
10. Hindari Jargon yang Tidak Perlu
Pesan iklan juga harus jelas dari sisi bahasa.
Hindari istilah yang hanya dipahami oleh internal perusahaan jika target audience tidak familiar dengan istilah tersebut.
Misalnya daripada:
“Solusi integrated omnichannel customer engagement berbasis ecosystem.”
Gunakan:
“Semua kebutuhan Anda, dalam satu platform.”
Bahasa sederhana bukan berarti kurang profesional.
Justru, bahasa sederhana sering membuat pesan lebih mudah diterima.
Bagaimana Membuat Pesan Iklan yang Singkat dan Jelas?
Gunakan beberapa langkah berikut.
Tentukan Satu Pesan Utama
Tanyakan:
“Kalau audiens hanya mengingat satu hal dari iklan ini, apa yang harus mereka ingat?”
Jawaban tersebut dapat menjadi dasar headline.
Gunakan Kata yang Familiar
Pilih kata yang langsung dipahami target audience.
Kurangi Kata yang Tidak Perlu
Setelah copy selesai, coba hapus kata yang tidak mengubah makna.
Misalnya:
“Kini Anda dapat menikmati pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan nyaman.”
dapat disederhanakan menjadi:
“Belanja Lebih Mudah.”
Gunakan Visual untuk Membantu Menyampaikan Pesan
Tidak semua informasi harus dijelaskan melalui teks.
Visual dapat membantu menunjukkan:
- Produk.
- Manfaat.
- Situasi penggunaan.
- Emosi.
- Brand personality.
Dengan begitu, teks tidak perlu bekerja sendirian.
Letakkan CTA yang Jelas
Jika iklan mengharapkan tindakan, beri arahan yang sederhana.
Contohnya:
- “Coba Sekarang.”
- “Kunjungi Website.”
- “Booking Sekarang.”
- “Scan untuk Info.”
- “Temukan di Toko Terdekat.”
Apakah Semua Iklan Harus Sangat Singkat?
Tidak.
Panjang pesan harus mengikuti media dan tujuan komunikasi.
Iklan di landing page dapat memiliki copy yang jauh lebih panjang karena audiens memang datang untuk mencari informasi.
Iklan billboard membutuhkan pesan yang lebih ringkas.
Social media dapat berada di tengah-tengah karena formatnya memungkinkan caption dan visual bekerja bersama.
Jadi, prinsipnya bukan:
“Semakin sedikit kata, semakin bagus.”
Melainkan:
“Gunakan kata secukupnya untuk menyampaikan pesan dengan cepat dan jelas.”
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang membuat pesan iklan sulit dipahami:
- Terlalu banyak informasi.
- Terlalu banyak headline.
- Semua benefit dimasukkan.
- CTA tidak jelas.
- Menggunakan jargon.
- Font terlalu kecil.
- Visual dan copy tidak saling mendukung.
- Tidak ada pesan utama yang menonjol.
Masalahnya bukan selalu karena copy terlalu panjang.
Kadang masalahnya adalah tidak adanya prioritas pesan.
Pesan iklan harus singkat dan jelas karena perhatian audiens terbatas.
Pesan yang sederhana membantu audiens:
- Memahami iklan lebih cepat.
- Mengetahui apa yang ditawarkan.
- Mengingat pesan utama.
- Mengenali brand.
- Mengetahui tindakan yang harus dilakukan.
Terutama pada media seperti billboard, videotron, dan transit advertising, kemampuan menyampaikan pesan dalam waktu singkat menjadi sangat penting.
Pada akhirnya, copy iklan yang baik bukan yang mengatakan sebanyak mungkin, tetapi yang mampu mengatakan hal yang paling penting dengan cara yang paling mudah dipahami.