Setiap bisnis membutuhkan cara yang berbeda untuk menjangkau calon pelanggan. Ada bisnis yang lebih efektif menggunakan iklan digital, sementara bisnis lainnya membutuhkan media offline untuk membangun awareness dan memperkuat kehadiran di pasar.
Karena itu, memilih jenis iklan tidak cukup hanya berdasarkan media yang sedang populer. Bisnis perlu mempertimbangkan target audience, tujuan campaign, budget, serta karakter produk atau jasa yang ditawarkan.
Berikut beberapa jenis iklan yang dapat dipertimbangkan oleh bisnis.
1. Iklan Media Sosial
Media sosial menjadi salah satu channel yang banyak digunakan bisnis untuk memperkenalkan produk dan berkomunikasi dengan target audience.
Iklan dapat muncul dalam berbagai format, seperti:
- Foto.
- Video.
- Carousel.
- Stories.
- Reels.
Kelebihannya adalah bisnis dapat menyesuaikan target audience berdasarkan karakteristik dan perilaku tertentu.
Media sosial juga cocok digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari membangun awareness hingga mendorong traffic dan penjualan.
2. Iklan Mesin Pencari
Iklan mesin pencari atau search advertising memungkinkan bisnis menampilkan iklan ketika seseorang mencari informasi tertentu.
Misalnya seseorang mencari:
“Jasa billboard Jakarta”
Bisnis yang menawarkan layanan tersebut dapat menampilkan iklan pada hasil pencarian yang relevan.
Jenis iklan ini memiliki keunggulan karena audience sudah menunjukkan kebutuhan atau ketertarikan melalui pencarian yang mereka lakukan.
3. Iklan Display
Display advertising biasanya berupa banner atau visual yang muncul di website dan aplikasi.
Jenis iklan ini dapat digunakan untuk:
- Meningkatkan awareness.
- Memperkenalkan produk.
- Menjangkau calon pelanggan.
- Melakukan retargeting.
Display advertising dapat menjadi bagian dari strategi digital ketika bisnis ingin menjaga visibility brand di berbagai website yang dikunjungi target audience.
4. Iklan Video
Video advertising memungkinkan bisnis menyampaikan pesan melalui kombinasi visual, suara, dan storytelling.
Iklan video dapat ditempatkan di:
- YouTube.
- Media sosial.
- Website.
- Platform video.
- Digital OOH.
Jenis iklan ini cocok ketika bisnis memiliki cerita, demonstrasi produk, atau pesan yang membutuhkan penjelasan lebih dari sekadar gambar.
5. Iklan Billboard
Billboard merupakan salah satu bentuk iklan luar ruang atau Out-of-Home (OOH).
Media ini dapat digunakan untuk membangun awareness dan meningkatkan visibility brand di lokasi tertentu.
Billboard cocok digunakan untuk campaign seperti:
- Product launch.
- Brand awareness.
- Promotional campaign.
- Corporate campaign.
- Brand positioning.
Karena audience biasanya hanya melihat billboard dalam waktu singkat, pesan harus dibuat sederhana dan mudah dipahami.
Contohnya:
“Saatnya Upgrade.”
Kemudian visual dan identitas brand membantu memperkuat pesan tersebut.
6. Iklan Videotron
Videotron merupakan media OOH berbasis layar LED yang memungkinkan bisnis menampilkan konten bergerak.
Berbeda dengan billboard statis, videotron dapat menggunakan:
- Video.
- Animasi.
- Motion graphic.
- Multiple creative.
- Pesan yang berbeda dalam satu periode tayang.
Media ini dapat digunakan oleh bisnis yang ingin mendapatkan visibility di lokasi dengan traffic tinggi sekaligus memanfaatkan kekuatan visual bergerak.
7. Iklan Transportasi
Transportasi umum juga dapat menjadi media untuk menjangkau audience dalam aktivitas sehari-hari.
Contohnya:
- Bus branding.
- KRL advertising.
- MRT advertising.
- LRT advertising.
- Halte advertising.
- Stasiun advertising.
Salah satu keunggulannya adalah potensi exposure berulang, terutama ketika audience menggunakan rute yang sama secara rutin.
Untuk brand yang ingin membangun awareness di wilayah tertentu, media transportasi dapat menjadi salah satu pilihan.
8. Iklan di Bandara
Bandara merupakan salah satu lokasi yang dapat digunakan untuk menjangkau audience dengan karakteristik tertentu.
Media yang tersedia dapat berupa:
- Digital screen.
- Billboard.
- Wall branding.
- Gate area.
- Baggage area.
Airport advertising dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang ingin membangun visibility atau positioning di lingkungan dengan traffic penumpang yang tinggi.
9. Iklan di Bioskop
Cinema advertising memungkinkan brand menyampaikan pesan kepada audience sebelum film dimulai maupun di area sekitar bioskop.
Contohnya:
- Video commercial.
- Screen advertising.
- Lobby branding.
- Standee.
- Product placement.
Format audio-visual membuat bioskop dapat menjadi media yang menarik untuk campaign yang mengandalkan storytelling atau visual.
10. Iklan di Rest Area
Bagi brand yang ingin menjangkau orang dalam perjalanan antarkota, rest area dapat menjadi salah satu pilihan media.
Advertising dapat ditempatkan melalui:
- Billboard.
- Digital screen.
- Signage.
- Branding area.
- Activation.
Media ini memungkinkan brand hadir ketika audience sedang melakukan perjalanan dan berhenti di lokasi tertentu.
11. Iklan pada Kendaraan
Advertising juga dapat menggunakan kendaraan sebagai media.
Contohnya:
- Truck branding.
- Mobile LED.
- Car wrap.
- Taxi advertising.
- Bus branding.
Salah satu kelebihannya adalah media dapat berpindah lokasi. Dengan strategi rute yang tepat, brand dapat menjangkau lebih dari satu area.
12. Iklan di Marketplace
Marketplace advertising dapat membantu brand menjangkau konsumen ketika mereka sedang mencari atau mempertimbangkan produk untuk dibeli.
Formatnya dapat berupa:
- Sponsored product.
- Search ads.
- Display placement.
- Banner campaign.
Jenis iklan ini cocok untuk bisnis yang sudah menjual produk melalui marketplace dan ingin meningkatkan visibility di dalam platform tersebut.
Bagaimana Menentukan Iklan yang Efektif?
Tidak ada satu jenis iklan yang selalu paling efektif untuk semua bisnis.
Pertimbangkan beberapa hal berikut.
Tentukan Tujuan Campaign
Apakah ingin:
- Membangun awareness?
- Memperkenalkan produk?
- Mendapatkan leads?
- Meningkatkan traffic?
- Mendorong penjualan?
Tujuan akan menentukan jenis media yang lebih relevan.
Kenali Target Audience
Cari tahu di mana target audience menghabiskan waktunya dan bagaimana mereka mencari informasi.
Misalnya target audience lebih sering menggunakan mesin pencari ketika membutuhkan jasa tertentu. Search advertising bisa menjadi pilihan.
Sebaliknya, jika targetnya adalah masyarakat luas di suatu wilayah, media OOH dapat dipertimbangkan.
Sesuaikan dengan Budget
Jangan memilih media hanya karena terlihat besar atau premium.
Pertimbangkan:
Berapa budget yang tersedia dan seberapa luas audience yang ingin dijangkau?
Bisnis dapat memulai dari skala yang sesuai, kemudian melakukan evaluasi sebelum meningkatkan investasi.
Perhatikan Karakter Produk
Produk visual seperti fashion, makanan, otomotif, atau properti mungkin membutuhkan media yang mampu menampilkan visual secara kuat.
Sementara jasa yang membutuhkan penjelasan lebih detail mungkin membutuhkan kombinasi advertising dan landing page atau konsultasi.
Apakah Bisnis Harus Menggunakan Banyak Jenis Iklan?
Tidak selalu.
Menggunakan banyak media tidak otomatis membuat campaign lebih efektif.
Yang lebih penting adalah setiap media memiliki peran yang jelas.
Misalnya:
Billboard
→ Membangun awareness.
Social Media
→ Memberikan informasi dan engagement.
Search Ads
→ Menangkap audience yang sudah memiliki kebutuhan.
Website
→ Memberikan informasi lebih lengkap dan mendorong conversion.
Kombinasi tersebut dapat menciptakan media mix yang saling melengkapi.
Iklan Offline dan Digital Bisa Digabungkan
Bisnis juga tidak harus memilih antara digital atau offline.
Keduanya dapat digunakan dalam satu campaign.
Contohnya:
Billboard
→ Target audience melihat brand di jalan.
↓
Social Media
→ Audience menemukan konten brand.
↓
Website
→ Audience mencari informasi lebih lanjut.
↓
WhatsApp / Form
→ Audience menghubungi bisnis.
Dengan strategi seperti ini, media offline dapat membantu membangun awareness, sementara media digital membantu membawa audience menuju tahap consideration atau conversion.
Ada banyak jenis iklan yang dapat digunakan bisnis, mulai dari media sosial, search advertising, display, video, billboard, videotron, transportasi, airport advertising, cinema advertising, hingga marketplace advertising.
Namun, efektivitas iklan tidak hanya ditentukan oleh jenis medianya.
Yang lebih penting adalah kesesuaian antara:
Target audience + Tujuan campaign + Pesan + Media + Budget
Karena itu, jangan hanya memilih iklan berdasarkan pertanyaan:
“Media mana yang paling bagus?”
Lebih tepat jika bertanya:
“Media mana yang paling sesuai untuk mencapai tujuan bisnis saya?”
Dengan pendekatan tersebut, budget advertising dapat digunakan secara lebih terarah dan setiap media memiliki fungsi yang jelas dalam perjalanan calon pelanggan.