...

Jenis-Jenis Advertising yang Perlu Diketahui Brand

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Advertising menjadi salah satu cara yang digunakan brand untuk menjangkau target audience. Namun, advertising tidak hanya berupa iklan yang muncul di media sosial atau billboard di jalan.

    Ada banyak jenis advertising yang dapat digunakan, dan masing-masing memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda.

    Karena itu, brand perlu memahami jenis advertising sebelum menentukan media yang akan digunakan untuk campaign.

    1. Digital Advertising

    Digital advertising adalah iklan yang disampaikan melalui media digital dan internet.

    Contohnya:

    • Search Ads.
    • Social Media Ads.
    • Display Ads.
    • Video Ads.
    • Marketplace Ads.
    • Mobile Ads.

    Digital advertising memungkinkan brand menjangkau audience berdasarkan berbagai parameter, seperti lokasi, demografi, minat, maupun perilaku.

    Jenis advertising ini cocok digunakan ketika brand ingin menjangkau audience secara lebih terarah dan mengukur respons secara digital.

    2. Out-of-Home Advertising (OOH)

    Out-of-Home advertising atau OOH adalah iklan yang ditempatkan di ruang publik dan dapat dilihat ketika audience berada di luar rumah.

    Contohnya:

    • Billboard.
    • Videotron.
    • JPO advertising.
    • Halte advertising.
    • Transit advertising.
    • Rest area advertising.
    • Airport advertising.

    OOH banyak digunakan untuk membangun visibility dan brand awareness karena pesan dapat hadir di lokasi yang sering dilewati target audience.

    Misalnya brand ingin meningkatkan awareness di Jakarta. Billboard di jalan dengan traffic tinggi dapat menjadi salah satu pilihan media.

    3. Billboard Advertising

    Billboard merupakan salah satu bentuk OOH advertising yang menggunakan media berukuran besar untuk menyampaikan pesan kepada pengguna jalan.

    Biasanya digunakan untuk:

    • Brand awareness.
    • Product launch.
    • Promotional campaign.
    • Corporate campaign.
    • Brand positioning.

    Karena waktu melihat iklan relatif singkat, pesan billboard sebaiknya sederhana, visual kuat, dan mudah dibaca.

    4. Videotron Advertising

    Videotron merupakan bentuk digital OOH yang menggunakan layar LED.

    Berbeda dengan billboard statis, videotron memungkinkan brand menggunakan:

    • Video.
    • Animasi.
    • Motion graphic.
    • Multiple creative.
    • Dynamic content.

    Media ini dapat menjadi pilihan bagi brand yang ingin menggabungkan visual bergerak dengan jangkauan OOH.

    5. Social Media Advertising

    Social media advertising adalah iklan yang ditampilkan melalui platform media sosial.

    Format yang umum antara lain:

    • Image Ads.
    • Video Ads.
    • Carousel Ads.
    • Stories Ads.
    • Reels Ads.

    Keunggulannya adalah brand dapat menjangkau audience berdasarkan karakteristik dan perilaku tertentu.

    Social media advertising juga dapat digunakan pada berbagai tahap customer journey, mulai dari awareness hingga conversion.

    6. Search Advertising

    Search advertising muncul ketika seseorang melakukan pencarian menggunakan mesin pencari.

    Contohnya, seseorang mencari:

    “Billboard Jakarta”

    Brand yang menjalankan search advertising dengan keyword relevan dapat muncul pada hasil pencarian berbayar.

    Jenis advertising ini menarik karena audience sudah menunjukkan search intent.

    7. Display Advertising

    Display advertising biasanya berupa iklan visual yang muncul pada website atau aplikasi.

    Formatnya dapat berupa:

    • Banner.
    • Rich media.
    • Native display.
    • Video.

    Display advertising dapat digunakan untuk meningkatkan awareness maupun melakukan retargeting kepada audience yang sebelumnya sudah berinteraksi dengan brand.

    8. Video Advertising

    Video advertising menggunakan video sebagai format utama untuk menyampaikan pesan.

    Media penempatannya dapat berupa:

    • YouTube.
    • Social media.
    • Website.
    • Streaming platform.
    • Digital OOH.

    Video memungkinkan brand menyampaikan pesan melalui kombinasi visual, suara, storytelling, dan motion.

    9. Television Advertising

    Television advertising adalah iklan yang ditayangkan melalui televisi.

    Jenis advertising ini memiliki kemampuan menjangkau audience dalam skala besar dan menggabungkan:

    Visual + Audio + Storytelling

    Televisi masih relevan untuk campaign yang membutuhkan jangkauan luas dan komunikasi audio-visual.

    10. Radio Advertising

    Radio advertising menggunakan audio sebagai media penyampaian pesan.

    Bentuknya dapat berupa:

    • Spot iklan.
    • Adlibs.
    • Sponsorship program.
    • Talk segment.

    Karena tidak menggunakan visual, copywriting dan pemilihan suara menjadi sangat penting agar pesan mudah dipahami dan diingat.

    11. Transit Advertising

    Transit advertising adalah advertising yang ditempatkan pada atau di sekitar sarana transportasi umum.

    Contohnya:

    • Bus advertising.
    • KRL advertising.
    • MRT advertising.
    • LRT advertising.
    • Halte.
    • Stasiun.

    Keunggulannya adalah brand dapat hadir dalam perjalanan audience dan mendapatkan exposure berulang dari pengguna transportasi.

    12. Airport Advertising

    Airport advertising merupakan advertising yang ditempatkan di area bandara.

    Contohnya:

    • Digital screen.
    • Billboard.
    • Wall branding.
    • Gate branding.
    • Baggage area advertising.

    Karakteristik audience di bandara membuat media ini dapat menjadi pilihan untuk brand yang ingin menjangkau segmen tertentu atau membangun citra premium.

    13. Cinema Advertising

    Cinema advertising adalah iklan yang ditampilkan di lingkungan bioskop.

    Contohnya:

    • Video commercial sebelum film.
    • Screen advertising.
    • Lobby branding.
    • Standee.
    • Product placement.

    Audiens bioskop biasanya berada dalam kondisi fokus pada layar sehingga media ini dapat digunakan untuk menyampaikan pesan audio-visual secara lebih immersive.

    14. Mobile Advertising

    Mobile advertising adalah advertising yang menggunakan media yang dapat berpindah tempat.

    Contohnya:

    • Mobile LED.
    • Truck branding.
    • Vehicle wrap.
    • Taxi advertising.
    • Bus branding.

    Keunggulannya adalah media dapat bergerak mengikuti rute atau area tertentu sehingga brand dapat menjangkau beberapa titik.

    15. Native Advertising

    Native advertising merupakan iklan yang dirancang agar menyatu dengan format atau konteks media tempat iklan tersebut muncul.

    Contohnya:

    • Sponsored article.
    • Branded content.
    • Sponsored post.
    • Advertorial.

    Pendekatan ini biasanya dibuat agar pesan terasa lebih natural bagi audience dibandingkan iklan display konvensional.

    16. Influencer Advertising

    Influencer advertising memanfaatkan influencer atau content creator untuk menyampaikan pesan brand kepada audience mereka.

    Formatnya dapat berupa:

    • Review.
    • Product placement.
    • Sponsored content.
    • Endorsement.
    • Brand collaboration.

    Jenis advertising ini dapat menjadi pilihan ketika brand ingin memanfaatkan hubungan dan kredibilitas creator dengan komunitasnya.

    17. Retail Advertising

    Retail advertising adalah advertising yang dilakukan di lingkungan tempat konsumen melakukan aktivitas belanja.

    Contohnya:

    • Shelf display.
    • Poster.
    • Digital screen.
    • Floor display.
    • Store branding.

    Jenis advertising ini dapat membantu brand mendapatkan perhatian ketika konsumen sudah berada dekat dengan titik pembelian.

    18. Event Advertising

    Event advertising menggunakan event sebagai media untuk berinteraksi dengan audience.

    Contohnya:

    • Sponsorship.
    • Booth.
    • Product demonstration.
    • Brand activation.
    • Event branding.

    Berbeda dari advertising yang hanya memberikan exposure, event dapat memberikan kesempatan bagi audience untuk berinteraksi langsung dengan brand.

    Bagaimana Memilih Jenis Advertising yang Tepat?

    Banyaknya pilihan media bukan berarti brand harus menggunakan semuanya.

    Pemilihan advertising sebaiknya dimulai dari tujuan campaign.

    Jika Tujuannya Awareness

    Pertimbangkan media dengan kemampuan reach dan visibility tinggi, seperti:

    • OOH.
    • Television.
    • Video advertising.
    • Social media.

    Jika Tujuannya Mendapatkan Traffic

    Media seperti:

    • Search advertising.
    • Social media advertising.
    • Display advertising.

    dapat menjadi pilihan.

    Jika Tujuannya Conversion

    Brand dapat mempertimbangkan:

    • Search Ads.
    • Social media Ads.
    • Retargeting.
    • Marketplace Ads.

    Jika Tujuannya Brand Image

    Media dengan visibility dan konteks yang mendukung positioning dapat dipertimbangkan, seperti:

    • Premium OOH.
    • Airport advertising.
    • Television.
    • Video advertising.
    • Event.

    Namun, fungsi media dapat saling tumpang tindih. Satu jenis advertising dapat digunakan untuk beberapa tujuan sekaligus.

    Mengapa Brand Perlu Menggunakan Media Mix?

    Tidak ada satu media yang dapat melakukan semuanya secara optimal.

    Misalnya brand menggunakan:

    OOH

    → Membangun awareness dan visibility.

    Social Media

    → Memperkuat engagement dan memberikan informasi.

    Search Ads

    → Menangkap audience yang sudah memiliki intent.

    Website

    → Memberikan informasi lebih lengkap dan mengarahkan ke conversion.

    Kombinasi seperti ini disebut media mix.

    Setiap media menjalankan peran berbeda dalam perjalanan audience.

    Jenis advertising sangat beragam, mulai dari digital advertising, OOH, billboard, videotron, social media, search advertising, display, video, televisi, radio, transit, airport, cinema, hingga event advertising.

    Tidak ada jenis advertising yang secara otomatis paling baik untuk semua brand.

    Pemilihannya perlu disesuaikan dengan:

    • Target audience.
    • Tujuan campaign.
    • Karakter produk.
    • Lokasi.
    • Budget.
    • Durasi.
    • Tahap customer journey.

    Jadi, sebelum bertanya “Mau pasang iklan di mana?”, brand sebaiknya menentukan terlebih dahulu:

    “Siapa yang ingin dijangkau dan apa yang ingin dicapai?”

    Dari situlah jenis advertising dan media yang paling relevan dapat ditentukan.

    Scroll to Top
    Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
    Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.