Cari Media Iklan di Bandara? Ini yang Perlu Diketahui

iklan di bandara
Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Bandara merupakan salah satu tempat yang menarik untuk menghadirkan brand di ruang publik. Audiens datang dengan berbagai kebutuhan dan tujuan perjalanan, mulai dari perjalanan bisnis, liburan, hingga perjalanan keluarga.

    Karakter tersebut membuat media iklan di bandara memiliki pengalaman exposure yang berbeda dibandingkan billboard di jalan atau iklan di transportasi umum.

    Brand dapat hadir ketika audiens sedang check-in, menunggu keberangkatan, mengambil bagasi, berjalan menuju gate, hingga keluar dari area terminal.

    Morata Advertising menyediakan Airport Branding sebagai salah satu pilihan media OOH dan saat ini mencantumkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu lokasi media.

    Kenapa Memilih Media Iklan di Bandara?

    Salah satu perbedaan utama airport advertising adalah konteks audiens ketika melihat iklan.

    Di jalan, seseorang mungkin hanya melihat billboard ketika sedang berkendara. Sementara di bandara, terdapat beberapa momen ketika audiens berada di area yang sama selama perjalanan.

    Misalnya ketika menunggu boarding atau mengambil bagasi.

    Hal ini membuat bandara memiliki berbagai touchpoint yang bisa dimanfaatkan brand untuk membangun awareness dan memperkuat pesan campaign.

    Selain itu, lingkungan bandara juga dapat menjadi konteks yang relevan untuk brand yang ingin membangun positioning profesional, premium, modern, atau memiliki cakupan pasar yang luas.

    Pilihan Media Iklan di Bandara

    Media bandara tidak hanya berupa satu jenis billboard. Terdapat berbagai format dan lokasi yang dapat digunakan sesuai tujuan campaign.

    1. Digital Screen

    Digital screen atau LED display dapat digunakan untuk campaign yang membutuhkan visual bergerak.

    Format ini memberikan fleksibilitas untuk menampilkan video, animasi, beberapa materi kreatif, maupun campaign yang membutuhkan pergantian pesan.

    Digital screen dapat digunakan untuk product launch, brand campaign, seasonal campaign, maupun komunikasi yang membutuhkan visual lebih dinamis.

    2. Lightbox Advertising

    Lightbox menggunakan visual yang diterangi dari belakang sehingga materi dapat terlihat jelas di lingkungan terminal.

    Format ini dapat memberikan tampilan yang clean dan premium, terutama ketika ditempatkan di area dengan traffic dan dwell time yang tinggi.

    Lightbox dapat dimanfaatkan untuk campaign yang mengutamakan visual branding dan product presentation.

    3. Airport Billboard

    Billboard juga dapat digunakan di lingkungan bandara, baik di area terminal maupun akses menuju bandara, tergantung inventory yang tersedia.

    Ukuran media yang besar memberikan ruang visual lebih luas untuk menampilkan identitas brand, produk, campaign message, maupun visual kreatif.

    Format ini cocok untuk brand yang ingin mendapatkan visibility yang kuat.

    4. Branding di Area Baggage Claim

    Area baggage claim merupakan salah satu titik yang menarik karena penumpang biasanya berada di area tersebut selama proses pengambilan bagasi.

    Brand dapat memanfaatkan area ini untuk menyampaikan pesan yang lebih mudah diperhatikan karena audiens tidak sedang terburu-buru melewati jalan.

    BACA :  Psikologi Warna dalam Dunia Periklanan

    Format seperti lightbox atau digital screen dapat menjadi pilihan tergantung inventory yang tersedia.

    5. Branding di Boarding Area

    Area boarding memberikan konteks exposure yang berbeda.

    Penumpang biasanya memiliki waktu menunggu sebelum keberangkatan sehingga terdapat kesempatan untuk melihat berbagai media yang berada di sekitar area tersebut.

    Untuk campaign tertentu, area ini dapat dimanfaatkan untuk membangun brand recall melalui visual yang konsisten dan mudah dikenali.

    6. Experiential dan Activation Space

    Bandara juga dapat digunakan untuk campaign yang membutuhkan interaksi langsung.

    Brand dapat memanfaatkan area tertentu untuk membuat booth, product experience, sampling, installation, atau aktivitas lainnya sesuai ketentuan lokasi dan inventory.

    Format experiential cocok untuk campaign yang tidak hanya ingin mendapatkan exposure, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada audiens.

    Pilih Media Bandara Sesuai Tujuan Campaign

    Setiap format memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, pemilihannya sebaiknya dimulai dari tujuan campaign.

    Untuk Brand Awareness

    Jika tujuan utamanya meningkatkan awareness, media dengan visibility tinggi dapat menjadi pilihan.

    Digital screen, airport billboard, atau placement besar di area strategis dapat digunakan untuk membuat brand lebih mudah dikenali.

    Visual sebaiknya tetap sederhana. Bandara bukan tempat untuk menampilkan terlalu banyak informasi dalam satu materi.

    Logo, produk, headline, dan visual utama harus dapat dikenali dengan cepat.

    Untuk Brand Premium

    Bandara sering digunakan oleh brand yang ingin membangun positioning premium.

    Fashion, automotive, financial services, technology, hospitality, hingga consumer goods dapat menggunakan airport advertising sebagai bagian dari strategi brand positioning.

    Dalam konteks ini, kualitas visual menjadi sangat penting.

    Desain yang clean, penggunaan visual berkualitas tinggi, dan pesan yang tidak terlalu hard selling dapat membantu menjaga kesan campaign tetap sesuai dengan karakter lingkungan bandara.

    Untuk Product Launch

    Bandara juga dapat menjadi bagian dari campaign peluncuran produk.

    Brand dapat menggunakan media dengan visual impact tinggi untuk memperkenalkan produk, kemudian memanfaatkan media digital atau channel lainnya untuk memberikan informasi lebih lanjut.

    Jika product launch juga dilakukan melalui digital campaign, visual offline dan online sebaiknya dibuat konsisten.

    Untuk Corporate Branding

    Media bandara tidak selalu harus digunakan untuk menjual produk.

    Perusahaan dapat memanfaatkannya untuk corporate branding, company positioning, sustainability campaign, corporate anniversary, atau komunikasi perusahaan lainnya.

    Hal ini terutama relevan ketika brand ingin membangun visibility di hadapan audiens profesional dan traveler.

    Lokasi Media di Bandara Juga Penting

    Tidak semua titik di bandara memberikan pengalaman exposure yang sama.

    Karena itu, memilih media iklan di bandara tidak cukup hanya berdasarkan format.

    BACA :  Mengapa Banyak FMCG Memilih Transit Advertising?

    Perhatikan juga di mana media tersebut ditempatkan.

    Area Check-in

    Area check-in merupakan salah satu titik awal perjalanan penumpang.

    Media di area ini dapat menjadi kesempatan bagi brand untuk memperkenalkan pesan sejak awal perjalanan.

    Area Boarding

    Penumpang biasanya memiliki waktu menunggu sebelum masuk ke pesawat.

    Karakter ini membuat area boarding menarik untuk campaign yang membutuhkan kesempatan exposure lebih lama.

    Area Baggage Claim

    Di area kedatangan, brand dapat hadir ketika penumpang menunggu bagasi.

    Ini memberikan konteks yang berbeda karena audiens sudah menyelesaikan perjalanan dan berada dalam fase menuju keluar dari terminal.

    Akses Menuju Bandara

    Media di area akses dapat menjangkau tidak hanya penumpang, tetapi juga pengantar, penjemput, pekerja bandara, dan pengguna jalan di sekitar kawasan.

    Karena itu, placement di area akses dapat memiliki karakter audiens yang lebih luas.

    Siapa yang Cocok Beriklan di Bandara?

    Airport advertising dapat digunakan oleh berbagai kategori brand, tergantung target dan tujuan campaign.

    Beberapa kategori yang dapat mempertimbangkannya antara lain:

    • Perbankan dan financial services
    • Properti
    • Otomotif
    • Teknologi
    • Fashion dan beauty
    • Hotel dan hospitality
    • Travel dan tourism
    • Consumer goods
    • Luxury brands
    • Brand nasional dan multinasional

    Namun, bukan berarti setiap brand harus menggunakan bandara.

    Yang lebih penting adalah melihat apakah karakter audiens dan lingkungan media sesuai dengan strategi brand.

    Jangan Hanya Mengejar Traffic

    Jumlah orang yang berada di bandara memang menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya.

    Brand perlu melihat siapa audiensnya, apa yang mereka lakukan, berapa lama mereka berada di area tersebut, dan bagaimana konteks ketika mereka melihat iklan.

    Misalnya, placement dengan traffic tinggi belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai jika target audiens campaign tidak banyak berada di area tersebut.

    Sebaliknya, placement dengan audience yang lebih spesifik dapat lebih relevan untuk campaign dengan target tertentu.

    Jadi, airport advertising sebaiknya dipilih berdasarkan audience fit, bukan sekadar jumlah orang yang melihat media.

    Media Bandara Bisa Dikombinasikan dengan Media Lain

    Campaign bandara juga dapat menjadi bagian dari media mix.

    Misalnya, brand dapat menggunakan airport advertising untuk membangun awareness, kemudian melanjutkan komunikasi melalui digital advertising.

    Kombinasi lainnya adalah:

    Bandara + Billboard

    Airport branding membangun exposure di area perjalanan, sementara billboard memperluas kehadiran brand di jalan.

    Bandara + Digital Ads

    Pesan campaign dapat dibuat konsisten sehingga audiens menemukan brand yang sama baik secara offline maupun online.

    Bandara + Transportation Branding

    Brand juga dapat mengombinasikan airport advertising dengan KRL, MRT, TransJakarta, kereta, atau media transportasi lainnya sesuai target campaign.

    Dengan begitu, audiens dapat menemukan brand di beberapa bagian perjalanan mereka.

    BACA :  MQL vs SQL, Apa Bedanya dalam Marketing?

    Bagaimana Memilih Media Iklan di Bandara?

    Sebelum menentukan placement, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Tentukan Tujuan Campaign

    Apakah fokusnya awareness, product launch, corporate branding, atau promosi?

    Tujuan akan menentukan format media yang paling relevan.

    Kenali Target Audiens

    Cari tahu apakah target utama adalah business traveler, profesional, wisatawan, keluarga, atau audiens tertentu lainnya.

    Pilih Area yang Sesuai

    Tentukan apakah campaign lebih membutuhkan exposure di check-in, boarding, baggage claim, atau akses bandara.

    Sesuaikan dengan Kreatif

    Desain harus mengikuti karakter media.

    Video cocok untuk digital screen, sedangkan visual statis dapat digunakan untuk lightbox atau billboard.

    Pertimbangkan Durasi Campaign

    Campaign jangka pendek dan jangka panjang dapat membutuhkan strategi placement yang berbeda.

    Berapa Harga Iklan di Bandara?

    Harga media iklan di bandara tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk semua campaign.

    Biaya dapat dipengaruhi oleh lokasi, format media, ukuran, periode pemasangan, jumlah titik, serta kebutuhan produksi.

    Karena itu, harga sebaiknya tidak dibandingkan hanya berdasarkan nominal.

    Brand perlu melihat apa yang didapatkan dari media tersebut dan apakah placement yang dipilih sesuai dengan target campaign.

    Untuk mendapatkan estimasi yang lebih sesuai, kebutuhan seperti lokasi, format, durasi, target audiens, dan budget sebaiknya ditentukan terlebih dahulu.

    Media Iklan Bandara Bersama Morata

    Morata Advertising menyediakan Airport Branding sebagai bagian dari layanan media OOH dan Transportation Branding. Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta tercantum sebagai salah satu lokasi Airport Branding Morata.

    Di Bandara Soekarno-Hatta, Morata mencantumkan beberapa karakter media seperti digital screen di terminal, lightbox di area baggage claim, serta branding di area gate dan lounge.

    Morata juga memiliki pilihan media lain seperti billboard, KRL Branding, MRT Branding, LRT Branding, TransJakarta Branding, KAI Bandara Branding, hingga airplane branding.

    Dengan pilihan tersebut, campaign dapat disusun tidak hanya berdasarkan satu media, tetapi berdasarkan perjalanan dan karakter target audiens.

    Buat Brand Hadir di Perjalanan Audiens

    Media iklan di bandara menawarkan karakter exposure yang berbeda dari media OOH lainnya.

    Audiens dapat menemukan brand ketika check-in, menunggu keberangkatan, berada di boarding area, mengambil bagasi, hingga keluar dari terminal.

    Karena itu, pemilihan media sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan ukuran atau jumlah exposure, tetapi juga lokasi, audience, dwell time, format, dan tujuan campaign.

    Bagi brand yang ingin membangun visibility di lingkungan transportasi dengan positioning yang kuat, Airport Branding dapat menjadi salah satu pilihan media yang layak dipertimbangkan.

    Morata Advertising dapat membantu menyesuaikan pilihan media iklan di bandara dengan target audiens, kebutuhan campaign, format media, dan durasi yang diinginkan.

    Scroll to Top