...

Cari Lokasi Iklan yang Tepat? Mulai dari Sini

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Memilih lokasi iklan bukan sekadar mencari tempat yang ramai. Lokasi yang tepat adalah lokasi yang mampu mempertemukan brand dengan audiens yang memang ingin dijangkau.

    Karena itu, sebelum menentukan media, ada beberapa hal yang perlu dilihat. Mulai dari siapa target campaign, di mana mereka beraktivitas, hingga bagaimana mereka bergerak di suatu area.

    Dengan mempertimbangkan hal tersebut sejak awal, pemilihan lokasi iklan bisa menjadi lebih terarah.

    Mulai dari Target Audiens

    Hal pertama yang perlu ditentukan adalah siapa yang ingin dijangkau.

    Brand yang menyasar pekerja kantoran tentu memiliki kebutuhan lokasi yang berbeda dengan brand yang menyasar keluarga, commuter, mahasiswa, atau audiens dengan gaya hidup tertentu.

    Misalnya, campaign untuk produk profesional dapat mempertimbangkan kawasan perkantoran seperti Kuningan, Sudirman, atau SCBD. Sementara brand consumer dapat mencari lokasi yang lebih dekat dengan pusat aktivitas komersial dan lifestyle.

    Lokasi sebaiknya mengikuti aktivitas target audiens, bukan hanya mengikuti lokasi yang sedang populer.

    Perhatikan Karakter Area

    Setiap kawasan memiliki karakter dan aktivitas yang berbeda.

    Ada area yang didominasi gedung perkantoran, pusat bisnis, kawasan komersial, residential, hingga jalur transportasi.

    Karakter tersebut dapat memengaruhi siapa yang melihat iklan dan dalam konteks apa mereka melihatnya.

    Karena itu, pilih lokasi yang memiliki hubungan dengan positioning dan target brand.

    Cek Traffic dan Mobilitas

    Traffic menjadi salah satu pertimbangan penting ketika memilih lokasi iklan, terutama untuk media luar ruang.

    Namun, jangan hanya melihat jumlah kendaraan atau orang yang melewati suatu area. Perhatikan juga pola mobilitasnya.

    Apakah audiens melewati lokasi setiap hari? Apakah mereka sering berhenti di area tersebut? Apakah perjalanan berlangsung cukup lambat sehingga media dapat terlihat dengan jelas?

    Semakin sesuai pola mobilitas dengan target campaign, semakin relevan lokasi tersebut untuk dipertimbangkan.

    Pastikan Media Mudah Terlihat

    Lokasi yang ramai belum tentu memiliki visibilitas yang baik.

    Untuk media seperti billboard dan videotron, perhatikan arah hadap, jarak pandang, kondisi pencahayaan, serta potensi terhalang oleh pohon atau bangunan.

    Pada media transportasi, pertimbangkan pula bagaimana audiens berinteraksi dengan media selama perjalanan.

    Tujuannya bukan hanya mendapatkan lokasi dengan banyak orang, tetapi memastikan pesan brand memiliki kesempatan untuk terlihat.

    Sesuaikan dengan Tujuan Campaign

    Lokasi iklan juga perlu disesuaikan dengan objective campaign.

    Jika fokusnya brand awareness, lokasi dengan exposure tinggi dan konsisten dapat menjadi prioritas.

    Jika ingin memperkuat kehadiran brand di kawasan tertentu, media dapat ditempatkan di area yang dekat dengan target market.

    Sementara untuk campaign yang ingin membangun beberapa titik exposure, brand dapat menggunakan kombinasi berbagai media.

    Jangan Terpaku pada Satu Jenis Media

    Lokasi iklan tidak selalu berarti billboard.

    Brand dapat mempertimbangkan berbagai pilihan media OOH sesuai dengan karakter campaign, seperti:

    Billboard dan Videotron

    Cocok untuk mendapatkan visibility di jalan utama, kawasan bisnis, maupun area komersial.

    JPO

    Media JPO dapat menjadi pilihan untuk menjangkau audiens yang melintas di titik penyeberangan dan area dengan mobilitas tinggi.

    Transport Advertising

    Media seperti TransJakarta, KRL, MRT, dan LRT memungkinkan brand hadir dalam perjalanan audiens.

    Mobile LED dan Truck Showcase

    Media bergerak dapat digunakan ketika campaign membutuhkan fleksibilitas lokasi atau ingin membawa exposure brand ke beberapa area.

    Dengan menggabungkan beberapa media, brand dapat membangun lebih banyak touchpoint dalam perjalanan audiens.

    Pertimbangkan Area yang Relevan

    Beberapa area dapat dipertimbangkan berdasarkan karakter campaign.

    Kuningan dan Rasuna Said dapat menjadi pilihan untuk campaign yang menyasar kawasan bisnis dan pekerja kantoran.

    SCBD dan Sudirman relevan untuk brand yang ingin membangun visibility di kawasan pusat bisnis dan lifestyle.

    Senopati dan Kemang dapat dipertimbangkan untuk campaign yang ingin menjangkau audiens di kawasan lifestyle dan komersial.

    Sementara Cawang dan MT Haryono dapat menjadi pilihan untuk menjangkau audiens dengan mobilitas tinggi yang melintas antarkawasan.

    Yang terpenting, lokasi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan target dan objective campaign.

    Lokasi Iklan yang Tepat Bukan Selalu yang Paling Ramai

    Jumlah traffic memang penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran.

    Lokasi yang lebih spesifik terkadang justru lebih relevan jika audiensnya sesuai dengan target brand.

    Misalnya, brand B2B tidak selalu membutuhkan exposure ke sebanyak mungkin orang. Menjangkau audiens profesional yang relevan di kawasan bisnis bisa lebih sesuai dengan tujuan campaign.

    Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “di mana lokasi yang paling ramai?”, tetapi “di mana target audiens paling mungkin melihat brand?”

    Mulai dari Target, Baru Pilih Lokasi

    Memilih lokasi iklan sebaiknya dimulai dari target audiens dan tujuan campaign. Setelah itu, barulah tentukan area, jenis media, posisi, dan jumlah titik yang dibutuhkan.

    Pendekatan ini membantu brand mendapatkan lokasi iklan yang lebih relevan dan tidak sekadar mengejar traffic.

    Morata menyediakan berbagai pilihan media OOH di berbagai area dan jalur mobilitas, mulai dari billboard, videotron, JPO, hingga transport advertising. Pemilihan media dapat disesuaikan dengan target audiens dan kebutuhan campaign.

    Scroll to Top
    Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
    Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.