Media OOH memang memiliki kemampuan menjangkau audiens dalam jumlah besar, tetapi bukan berarti semua orang yang melihat iklan merupakan target yang relevan. Campaign yang efektif adalah campaign yang mampu menghadirkan pesan kepada orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat.
Karena itu, sebelum memilih billboard, videotron, transit advertising, atau media OOH lainnya, brand perlu memahami siapa audiens utama yang ingin dijangkau.
Mengapa Target Audience Penting dalam Campaign OOH?
Berbeda dengan digital advertising yang dapat melakukan targeting berdasarkan data pengguna, OOH menggunakan pendekatan berbasis lokasi dan perilaku mobilitas.
Menentukan target audience membantu brand:
- Memilih lokasi media yang lebih relevan.
- Mengoptimalkan anggaran campaign.
- Membuat pesan iklan yang lebih tepat.
- Meningkatkan brand awareness.
- Meningkatkan peluang terjadinya interaksi dengan konsumen.
Tanpa pemahaman target audience yang jelas, brand berisiko memilih media yang ramai tetapi tidak memberikan dampak maksimal.
1. Tentukan Tujuan Utama Campaign
Langkah pertama sebelum menentukan target audience adalah memahami tujuan campaign.
Setiap tujuan pemasaran memiliki karakteristik audiens yang berbeda.
Brand Awareness
Jika tujuan campaign adalah meningkatkan pengenalan brand, target audience dapat dibuat lebih luas dengan fokus pada:
- Masyarakat perkotaan.
- Pengguna jalan utama.
- Komuter harian.
- Pengunjung area komersial.
Product Launch
Untuk peluncuran produk, target audience perlu lebih spesifik berdasarkan calon pengguna produk tersebut.
Contohnya:
- Usia tertentu.
- Gaya hidup tertentu.
- Tingkat pendapatan.
- Kebutuhan konsumen.
Corporate Branding
Untuk membangun citra perusahaan, target dapat diarahkan kepada:
- Pelaku bisnis.
- Profesional.
- Investor.
- Pengambil keputusan.
Tujuan campaign akan menentukan siapa audiens yang paling bernilai untuk dijangkau.
2. Analisis Demografi Target Audience
Demografi membantu memahami karakter dasar audiens.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
Usia
Kelompok usia tertentu memiliki kebiasaan dan kebutuhan yang berbeda.
Contoh:
- Generasi muda lebih sering berada di area transportasi publik dan pusat hiburan.
- Profesional usia produktif banyak beraktivitas di kawasan bisnis.
Pekerjaan
Jenis pekerjaan dapat memengaruhi lokasi aktivitas audiens.
Contoh:
- Eksekutif perusahaan dapat dijangkau melalui kawasan perkantoran.
- Pekerja harian dapat dijangkau melalui jalur komuter.
Tingkat Pendapatan
Produk premium biasanya membutuhkan lokasi dengan audiens yang memiliki daya beli sesuai.
Contoh:
- Airport Advertising.
- Billboard kawasan premium.
- Media di pusat bisnis.
3. Pahami Perilaku dan Mobilitas Audiens
Dalam OOH, memahami perjalanan audiens sangat penting.
Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:
- Di mana mereka bekerja?
- Di mana mereka tinggal?
- Bagaimana mereka bepergian?
- Jam berapa mereka melakukan perjalanan?
- Area apa yang sering mereka lewati?
Contohnya:
Seorang pekerja kantoran mungkin melihat iklan saat:
- Berangkat kerja pagi hari.
- Berjalan menuju halte.
- Menggunakan MRT atau KRL.
- Pulang melalui jalan utama.
Data mobilitas ini membantu menentukan media yang paling sesuai.
4. Sesuaikan Target Audience dengan Lokasi Media
Setiap lokasi OOH memiliki karakter audiens yang berbeda.
Kawasan Bisnis
Contoh:
- Sudirman.
- Kuningan.
- SCBD.
Cocok untuk menjangkau:
- Profesional.
- Eksekutif.
- Pengambil keputusan.
Transportasi Publik
Contoh:
- MRT.
- KRL.
- TransJakarta.
Cocok untuk:
- Komuter harian.
- Pekerja.
- Pelajar.
- Masyarakat urban.
Bandara
Cocok untuk:
- Pebisnis.
- Traveler.
- Audiens dengan mobilitas tinggi.
Rest Area
Cocok untuk:
- Pengguna perjalanan antar kota.
- Keluarga.
- Pengendara kendaraan pribadi.
Pemilihan lokasi harus mengikuti kebiasaan perjalanan target audience.
5. Tentukan Consumer Journey
Campaign OOH akan lebih efektif jika memahami perjalanan konsumen sebelum membeli.
Contoh customer journey:
Awareness
Audiens melihat billboard saat perjalanan.
↓
Interest
Audiens mulai mengenali nama brand.
↓
Consideration
Audiens mencari informasi melalui Google atau media sosial.
↓
Action
Audiens melakukan pembelian atau menghubungi brand.
Dengan memahami perjalanan ini, brand dapat menentukan titik OOH yang paling berpengaruh.
6. Gunakan Data untuk Mendukung Pemilihan Media
Pemilihan target audience sebaiknya tidak hanya berdasarkan asumsi.
Beberapa data yang dapat digunakan:
- Traffic kendaraan.
- Jumlah pengguna transportasi.
- Profil area.
- Aktivitas kawasan.
- Data pelanggan.
- Performa campaign sebelumnya.
Data membantu memastikan investasi media diarahkan kepada audiens yang memiliki potensi terbesar.
7. Sesuaikan Pesan Iklan dengan Audiens
Target audience juga memengaruhi bagaimana pesan iklan dibuat.
Contohnya:
Untuk profesional:
- Gunakan komunikasi yang lebih premium.
- Tonjolkan nilai bisnis atau kualitas.
Untuk masyarakat umum:
- Gunakan pesan sederhana.
- Fokus pada manfaat produk.
Untuk generasi muda:
- Gunakan visual kreatif.
- Pesan yang lebih emosional.
Media yang tepat harus didukung dengan pesan yang relevan.
Kesalahan dalam Menentukan Target Audience OOH
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Hanya Berfokus pada Traffic Tinggi
Lokasi ramai belum tentu memiliki audiens yang sesuai.
Tidak Memahami Perilaku Konsumen
Jumlah orang yang melihat bukan satu-satunya indikator keberhasilan.
Menggunakan Pesan yang Sama untuk Semua Audiens
Setiap segmen membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda.
Tidak Menghubungkan OOH dengan Digital
Padahal banyak konsumen melakukan pencarian online setelah melihat iklan offline.
Integrasikan Target Audience dengan Strategi Omnichannel
Saat ini, campaign OOH semakin efektif jika dikombinasikan dengan digital marketing.
Contohnya:
- Billboard membangun awareness.
- Google Ads menangkap pencarian brand.
- Media sosial memperkuat engagement.
- Website mengarahkan conversion.
Strategi ini membantu brand membangun perjalanan konsumen yang lebih lengkap.
Tentukan Target Audience Campaign OOH Bersama Morata Advertising
Menentukan target audience bukan hanya tentang mengetahui siapa yang melihat iklan, tetapi memahami siapa yang paling berpotensi memberikan dampak terhadap bisnis.
Morata Advertising membantu brand menyusun strategi OOH berdasarkan tujuan campaign, karakter audiens, lokasi media, dan potensi exposure.
Solusi media yang tersedia meliputi:
- Billboard Advertising.
- Videotron Advertising.
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Taxi Advertising.
- Ferry Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED Advertising.
- Brand Activation.
- Creative Billboard.
Dengan pengalaman menangani berbagai campaign brand dan jaringan media di berbagai wilayah Indonesia, Morata membantu perusahaan memilih media OOH yang sesuai untuk menjangkau target audience secara lebih efektif.
Menentukan target audience merupakan langkah penting sebelum menjalankan campaign OOH Advertising. Dengan memahami demografi, perilaku, lokasi aktivitas, dan perjalanan konsumen, brand dapat memilih media yang lebih tepat dan menghasilkan dampak yang lebih besar.
OOH bukan hanya tentang menjangkau sebanyak mungkin orang, tetapi tentang menjangkau orang yang tepat dengan pesan yang tepat. Melalui strategi yang terencana, media OOH dapat membantu brand meningkatkan awareness, memperkuat brand recall, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.