Dalam menjalankan campaign Out-of-Home (OOH) Advertising, banyak brand masih beranggapan bahwa memilih satu media dengan lokasi terbaik sudah cukup untuk mendapatkan hasil maksimal.
Padahal, setiap jenis media OOH memiliki keunggulan yang berbeda. Billboard unggul dalam membangun dominasi visual, videotron menarik perhatian melalui konten dinamis, sedangkan transit advertising efektif meningkatkan frekuensi paparan kepada komuter.
Karena itu, strategi yang sering digunakan oleh brand besar bukan hanya memilih satu media, tetapi mengombinasikan beberapa jenis media OOH untuk menciptakan dampak yang lebih kuat.
Kombinasi media yang tepat dapat membantu brand mendapatkan:
- Jangkauan audiens yang lebih luas.
- Frekuensi paparan lebih tinggi.
- Brand awareness yang lebih kuat.
- Customer journey yang lebih lengkap.
Lalu, bagaimana cara memilih kombinasi media OOH yang tepat untuk sebuah brand?
Mengapa Kombinasi Media OOH Penting?
Setiap audiens memiliki pola perjalanan yang berbeda. Mereka dapat melihat iklan saat berkendara, berjalan kaki, menggunakan transportasi umum, atau melakukan perjalanan antar kota.
Dengan menggunakan kombinasi beberapa media, brand dapat hadir di berbagai titik perjalanan konsumen.
Contohnya:
- Pagi hari melihat billboard saat perjalanan ke kantor.
- Siang hari melihat videotron di kawasan bisnis.
- Sore hari melihat iklan pada transportasi publik saat pulang.
Paparan berulang seperti ini membantu meningkatkan brand recall dan memperkuat posisi brand dalam ingatan konsumen.
1. Tentukan Tujuan Utama Campaign
Sebelum memilih kombinasi media OOH, brand perlu menentukan tujuan utama campaign.
Karena setiap tujuan membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Untuk Brand Awareness
Fokus utama adalah menjangkau audiens sebanyak mungkin.
Kombinasi yang cocok:
- Billboard jalan utama.
- Videotron area premium.
- Transit advertising.
Media tersebut membantu menciptakan visibilitas besar dan meningkatkan pengenalan brand.
Untuk Product Launch
Campaign peluncuran produk membutuhkan media yang mampu menarik perhatian.
Kombinasi yang dapat digunakan:
- Videotron untuk menampilkan visual produk.
- Billboard untuk memperkuat pesan utama.
- Media transportasi untuk meningkatkan frekuensi.
Untuk Corporate Branding
Tujuannya adalah membangun citra dan kredibilitas perusahaan.
Media yang cocok:
- Billboard premium.
- Airport advertising.
- Transit branding.
2. Pahami Karakter Setiap Media OOH
Memilih kombinasi media harus dimulai dengan memahami fungsi masing-masing media.
Billboard Advertising
Billboard merupakan media statis dengan ukuran besar yang efektif untuk membangun awareness.
Keunggulan:
- Visibilitas tinggi.
- Paparan sepanjang hari.
- Cocok untuk campaign jangka panjang.
- Menciptakan dominasi visual.
Cocok untuk:
- Corporate branding.
- Brand awareness.
- Campaign nasional.
Videotron Advertising
Videotron memberikan pengalaman visual yang lebih dinamis.
Keunggulan:
- Bisa menampilkan video.
- Konten mudah diperbarui.
- Menarik perhatian lebih cepat.
Cocok untuk:
- Product launch.
- Promo.
- Campaign kreatif.
Transit Advertising
Transit advertising seperti:
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
memiliki keunggulan berupa frekuensi paparan tinggi.
Cocok untuk:
- Menjangkau komuter harian.
- Brand yang menargetkan masyarakat urban.
Airport Advertising
Airport advertising efektif untuk menjangkau audiens dengan mobilitas tinggi.
Cocok untuk:
- Brand premium.
- Produk bisnis.
- Corporate branding.
3. Sesuaikan dengan Target Audience
Kombinasi media OOH harus mengikuti kebiasaan target audiens.
Contohnya:
Target Profesional dan Eksekutif
Rekomendasi:
- Billboard kawasan bisnis.
- Airport advertising.
- Videotron premium.
Target Komuter Harian
Rekomendasi:
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- Transjakarta Advertising.
Target Pengguna Kendaraan Pribadi
Rekomendasi:
- Billboard jalan utama.
- Billboard jalan tol.
- Rest area advertising.
Semakin sesuai media dengan aktivitas audiens, semakin efektif campaign yang dijalankan.
4. Gunakan Strategi Berdasarkan Customer Journey
Kombinasi media OOH yang baik harus mengikuti perjalanan konsumen.
Contoh:
Tahap Awareness
Gunakan:
- Billboard.
- Videotron.
Tujuan:
Membuat audiens mengenal brand.
Tahap Consideration
Gunakan:
- Transit advertising.
- Media dengan pesan lebih informatif.
Tujuan:
Memperkuat ingatan dan ketertarikan.
Tahap Action
Gunakan:
- QR Code.
- Website.
- Digital integration.
Tujuan:
Mendorong audiens melakukan tindakan.
5. Pertimbangkan Lokasi dan Area Coverage
Kombinasi media tidak hanya tentang jumlah titik, tetapi bagaimana setiap media saling melengkapi.
Contoh strategi:
Jakarta Pusat dan Selatan
- Billboard kawasan bisnis.
- Videotron pusat kota.
- Transit advertising.
Perjalanan Antar Kota
- Billboard jalan tol.
- Rest area advertising.
Kota Besar Nasional
- Billboard.
- Videotron.
- Transport advertising.
Distribusi media yang tepat membantu brand membangun kehadiran yang lebih luas.
6. Sesuaikan dengan Budget Campaign
Tidak semua brand membutuhkan jumlah media yang besar.
Strategi yang lebih efektif adalah memilih kombinasi media berdasarkan prioritas.
Contoh:
Budget Terbatas
Fokus pada:
- Satu billboard dengan lokasi premium.
- Tambahan transit advertising dengan frekuensi tinggi.
Budget Menengah
Kombinasi:
- Billboard.
- Videotron.
- Transit advertising.
Campaign Nasional
Kombinasi:
- Billboard multi kota.
- Videotron.
- Transport advertising.
- Airport advertising.
Tujuannya bukan menggunakan semua media, tetapi memilih kombinasi yang memberikan dampak terbesar.
7. Integrasikan dengan Digital Marketing
Campaign OOH modern semakin efektif ketika dikombinasikan dengan strategi digital.
Contohnya:
- Billboard mengarahkan audiens ke website.
- Videotron menampilkan QR Code.
- Transit advertising menggunakan hashtag campaign.
- Google Ads menangkap pencarian setelah melihat iklan.
Strategi ini menciptakan hubungan antara offline exposure dan online interaction.
Kesalahan Saat Memilih Kombinasi Media OOH
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Menggunakan Terlalu Banyak Media Tanpa Strategi
Jumlah media yang banyak tidak selalu menghasilkan dampak besar.
Tidak Memiliki Pesan Campaign yang Konsisten
Setiap media harus tetap membawa identitas brand yang sama.
Memilih Media Berdasarkan Popularitas
Media yang terkenal belum tentu sesuai dengan target audiens.
Mengabaikan Durasi Campaign
Kombinasi media membutuhkan waktu agar memberikan efek maksimal.
Pilih Kombinasi Media OOH yang Tepat Bersama Morata Advertising
Menentukan kombinasi media OOH membutuhkan pemahaman terhadap target audience, lokasi, tujuan bisnis, dan strategi komunikasi brand.
Morata Advertising membantu perusahaan merancang strategi OOH yang sesuai melalui media planning, rekomendasi lokasi, hingga pelaksanaan campaign.
Solusi media yang tersedia meliputi:
- Billboard Advertising.
- Videotron Advertising.
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Taxi Advertising.
- Ferry Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED Advertising.
- Brand Activation.
- Creative Billboard.
Dengan jaringan media di berbagai wilayah Indonesia, Morata membantu brand memilih kombinasi media yang mampu meningkatkan exposure, memperkuat awareness, dan mendukung tujuan pemasaran.
Memilih kombinasi media OOH yang tepat bukan hanya tentang menggunakan sebanyak mungkin jenis media, tetapi tentang bagaimana setiap media dapat bekerja bersama untuk mencapai tujuan campaign.
Billboard membantu membangun dominasi visual, videotron meningkatkan daya tarik melalui konten dinamis, sementara transit advertising memperkuat frekuensi paparan kepada audiens.
Dengan memahami target audience, customer journey, lokasi, dan budget, brand dapat menciptakan strategi OOH yang lebih efektif untuk meningkatkan brand awareness dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.