Dalam sebuah advertising agency, ada banyak posisi yang bekerja di balik sebuah campaign. Salah satunya adalah Account Executive (AE).
Bagi orang yang belum familiar dengan industri periklanan, Account Executive sering dianggap sebagai sales atau sekadar penghubung antara klien dan agency. Padahal, perannya cukup luas.
Lalu, apa saja tugas Account Executive di advertising agency?
Apa Itu Account Executive?
Account Executive adalah orang yang bertanggung jawab mengelola komunikasi dan hubungan antara klien dengan advertising agency.
AE memastikan kebutuhan klien dapat dipahami oleh tim internal dan pekerjaan yang dihasilkan agency tetap sesuai dengan brief, tujuan campaign, timeline, serta budget yang telah disepakati.
Karena itu, AE perlu memahami dua sisi sekaligus: kebutuhan bisnis klien dan proses kerja di dalam agency.
Tugas Account Executive di Advertising Agency
1. Memahami Kebutuhan Klien
Sebelum campaign berjalan, AE perlu memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai klien.
Misalnya, apakah campaign ditujukan untuk meningkatkan brand awareness, memperkenalkan produk baru, meningkatkan engagement, atau mendorong penjualan.
AE juga perlu menggali informasi mengenai target audience, lokasi campaign, periode tayang, budget, hingga pesan yang ingin disampaikan.
2. Menyusun dan Menyampaikan Brief
Informasi dari klien kemudian diterjemahkan menjadi brief yang dapat dipahami oleh tim internal agency.
Brief tersebut dapat diteruskan kepada tim kreatif, media, production, digital, atau tim lainnya sesuai kebutuhan campaign.
Di tahap ini, AE berperan memastikan tidak ada informasi penting dari klien yang terlewat.
3. Menjadi Penghubung Klien dan Tim Agency
AE menjadi salah satu titik komunikasi utama selama campaign berlangsung.
Ketika klien memiliki pertanyaan, revisi, atau permintaan tertentu, AE akan menyampaikannya kepada tim yang berkaitan.
Sebaliknya, ketika ada hasil pekerjaan, update, atau kendala dari tim agency, AE akan mengomunikasikannya kembali kepada klien.
4. Mengawal Jalannya Campaign
Pekerjaan AE tidak berhenti setelah brief diberikan.
AE juga perlu memantau perkembangan campaign agar setiap pekerjaan berjalan sesuai timeline dan kebutuhan klien.
Jika terdapat kendala dalam proses produksi, media placement, materi iklan, atau kebutuhan lainnya, AE perlu membantu mengoordinasikan penyelesaiannya.
5. Mengelola Komunikasi dan Revisi
Dalam proses pengerjaan campaign, revisi merupakan hal yang cukup umum.
AE membantu mengumpulkan feedback dari klien, memastikan revisi dipahami dengan benar, kemudian menyampaikannya kepada tim internal.
Dengan begitu, komunikasi antara klien dan tim agency tidak berjalan secara terpisah-pisah.
6. Membantu Menyiapkan Proposal dan Penawaran
AE juga dapat terlibat dalam penyusunan proposal campaign dan penawaran kepada klien.
Untuk campaign tertentu, misalnya Out-of-Home (OOH) advertising, AE dapat membantu menyiapkan rekomendasi media berdasarkan kebutuhan klien, seperti billboard, videotron, branding transportasi, atau media lainnya.
7. Menjaga Hubungan dengan Klien
Hubungan dengan klien merupakan bagian penting dari pekerjaan AE.
Seorang AE tidak hanya bertugas menyelesaikan satu campaign, tetapi juga menjaga komunikasi dan kepercayaan klien agar hubungan kerja dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Karena itu, kemampuan komunikasi, memahami kebutuhan klien, dan memberikan respons yang tepat menjadi bagian penting dari pekerjaan ini.
Skill yang Dibutuhkan Account Executive
Untuk menjalankan berbagai tanggung jawab tersebut, seorang Account Executive umumnya membutuhkan beberapa kemampuan, seperti:
- Komunikasi yang baik
- Kemampuan presentasi
- Negosiasi
- Manajemen waktu
- Problem solving
- Memahami dasar advertising dan marketing
- Kemampuan mengelola project
- Kemampuan membangun hubungan dengan klien
Selain kemampuan tersebut, AE juga perlu mampu bekerja dengan banyak pihak karena satu campaign dapat melibatkan berbagai tim sekaligus.
Account Executive Bukan Sekadar Perantara
Dari berbagai tugas tersebut, dapat dilihat bahwa Account Executive memiliki peran penting dalam menjaga agar kebutuhan klien dan pekerjaan agency tetap berada di jalur yang sama.
AE perlu memahami apa yang diinginkan klien, menerjemahkannya kepada tim internal, mengawal proses pengerjaan, sekaligus memastikan komunikasi tetap berjalan dengan baik.
Dalam campaign OOH advertising, misalnya, peran tersebut menjadi semakin penting karena pelaksanaannya dapat melibatkan pemilihan lokasi, media placement, produksi materi, perizinan, hingga monitoring campaign.
Karena itu, Account Executive dapat dikatakan sebagai salah satu posisi yang membantu memastikan sebuah campaign tidak hanya direncanakan dengan baik, tetapi juga berjalan sesuai kebutuhan klien.