Ketika melihat iklan, kita biasanya langsung menemukan produk atau promo yang ditawarkan. Namun, tidak semua iklan dibuat untuk menjual produk.
Ada juga iklan yang justru lebih banyak berbicara tentang perusahaan, nilai, reputasi, dan kontribusi sebuah organisasi.
Jenis iklan tersebut dikenal sebagai iklan korporat atau corporate advertising.
Iklan korporat biasanya digunakan ketika perusahaan ingin membangun hubungan dan persepsi yang lebih luas dengan publik, bukan sekadar mendorong penjualan produk tertentu.
Apa Itu Iklan Korporat?
Iklan korporat adalah iklan yang berfokus pada perusahaan atau organisasi secara keseluruhan, bukan pada promosi produk atau jasa tertentu.
Pesan yang disampaikan dapat berkaitan dengan:
- Profil perusahaan.
- Nilai dan visi perusahaan.
- Reputasi.
- Komitmen perusahaan.
- Kontribusi sosial.
- Inovasi.
- Keberlanjutan.
- Pencapaian perusahaan.
Tujuan akhirnya adalah membangun persepsi dan kepercayaan terhadap perusahaan.
Misalnya sebuah perusahaan memasang billboard dengan pesan mengenai komitmennya terhadap lingkungan tanpa menawarkan produk tertentu.
Itu dapat menjadi contoh iklan korporat.
Apa Fungsi Iklan Korporat?
Iklan korporat memiliki beberapa fungsi yang berbeda dari iklan produk.
1. Membangun Citra Perusahaan
Salah satu fungsi utamanya adalah membentuk atau memperkuat corporate image.
Perusahaan dapat ingin dikenal sebagai:
- Perusahaan inovatif.
- Perusahaan terpercaya.
- Perusahaan yang peduli lingkungan.
- Perusahaan yang dekat dengan masyarakat.
- Pemimpin di industrinya.
Pesan iklan kemudian disusun untuk memperkuat persepsi tersebut.
2. Meningkatkan Brand Awareness Perusahaan
Tidak semua audience mengenal nama perusahaan di balik produk yang mereka gunakan.
Iklan korporat dapat membantu memperkenalkan nama perusahaan sebagai sebuah entitas, bukan hanya produknya.
Misalnya sebuah perusahaan memiliki banyak produk dan ingin meningkatkan awareness terhadap nama korporasinya.
Fokus campaign dapat diarahkan pada:
“Siapa kami dan apa yang kami lakukan.”
3. Membangun Kepercayaan
Kepercayaan penting terutama bagi perusahaan yang berhubungan dengan banyak stakeholder.
Misalnya:
- Investor.
- Konsumen.
- Mitra bisnis.
- Pemerintah.
- Karyawan.
- Masyarakat.
Iklan korporat dapat digunakan untuk mengomunikasikan hal-hal yang membantu memperkuat reputasi perusahaan.
4. Mengomunikasikan Nilai Perusahaan
Perusahaan dapat menggunakan corporate advertising untuk menyampaikan nilai yang mereka pegang.
Misalnya:
“Berinovasi untuk kehidupan yang lebih baik.”
atau:
“Tumbuh bersama masyarakat.”
Pesan seperti ini tidak secara langsung menjual produk, tetapi membantu audience memahami bagaimana perusahaan ingin dipersepsikan.
5. Menyampaikan Kontribusi Perusahaan
Iklan korporat juga dapat digunakan untuk mengomunikasikan kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
Misalnya:
- Program pendidikan.
- Pemberdayaan UMKM.
- Pelestarian lingkungan.
- Pengembangan komunitas.
- Program sosial.
Dalam konteks ini, advertising menjadi salah satu sarana komunikasi perusahaan dengan publik.
6. Mendukung Reputasi Jangka Panjang
Iklan produk biasanya memiliki tujuan yang lebih spesifik dan dapat berkaitan dengan campaign tertentu.
Sementara corporate advertising dapat digunakan untuk membangun reputasi perusahaan dalam jangka panjang.
Karena itu, pesannya cenderung lebih konsisten dan tidak terlalu bergantung pada promo.
Ciri-Ciri Iklan Korporat
Bagaimana membedakannya dengan iklan produk?
Beberapa cirinya adalah:
Fokus pada Perusahaan
Nama dan identitas korporasi menjadi bagian penting dari pesan.
Tidak Berfokus pada Produk
Produk tertentu mungkin tidak ditampilkan sama sekali.
Mengangkat Nilai atau Reputasi
Pesan dapat berbicara tentang visi, misi, inovasi, kontribusi, atau komitmen perusahaan.
Bersifat Jangka Panjang
Tujuannya sering berkaitan dengan membangun persepsi dan reputasi.
Menjangkau Berbagai Stakeholder
Targetnya tidak selalu hanya konsumen.
Contoh Iklan Korporat
Bayangkan sebuah perusahaan energi memasang billboard dengan pesan:
“Energi untuk hari ini, berkelanjutan untuk esok.”
Tidak ada produk tertentu yang ditawarkan.
Pesannya berfokus pada komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Ini merupakan contoh pendekatan corporate advertising.
Contoh lain:
“Selama 50 tahun, tumbuh bersama Indonesia.”
Pesan tersebut lebih menonjolkan perjalanan dan keberadaan perusahaan daripada menjual produk tertentu.
Iklan Korporat vs Iklan Produk
Perbedaannya dapat dilihat dari fokus komunikasinya.
| Faktor | Iklan Korporat | Iklan Produk |
|---|---|---|
| Fokus | Perusahaan | Produk tertentu |
| Tujuan | Citra, reputasi, trust | Awareness, consideration, sales |
| Pesan | Nilai, visi, kontribusi | Fitur, manfaat, harga |
| Target | Konsumen + stakeholder | Target market produk |
| Jangka waktu | Cenderung jangka panjang | Bisa jangka pendek maupun panjang |
Contohnya:
Iklan korporat:
“50 tahun membangun Indonesia.”
Iklan produk:
“Nikmati varian baru dengan rasa yang lebih segar.”
Keduanya sama-sama advertising, tetapi objek yang dikomunikasikan berbeda.
Iklan Korporat vs Corporate Communication
Keduanya juga tidak sama.
Corporate advertising adalah salah satu bentuk komunikasi berbayar yang menggunakan media untuk menyampaikan pesan perusahaan.
Sementara corporate communication memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Corporate communication dapat mencakup:
- Public relations.
- Media relations.
- Internal communication.
- Investor relations.
- Corporate social responsibility.
- Corporate advertising.
Jadi, iklan korporat merupakan salah satu bagian dari corporate communication.
Apakah Iklan Korporat Hanya untuk Perusahaan Besar?
Tidak.
Perusahaan dengan skala berbeda dapat menggunakan pendekatan corporate advertising jika memiliki kebutuhan untuk membangun citra atau reputasi perusahaan.
Namun, jenis advertising ini memang lebih sering terlihat pada perusahaan yang memiliki banyak stakeholder atau ingin membangun positioning korporat yang kuat.
Misalnya:
- Perusahaan teknologi.
- Perbankan.
- Perusahaan energi.
- BUMN.
- Perusahaan properti.
- Perusahaan manufaktur.
- Grup usaha.
Media yang Digunakan untuk Iklan Korporat
Iklan korporat dapat menggunakan berbagai jenis media.
Media Digital
- Website.
- Social media.
- YouTube.
- Display advertising.
- Digital media.
Media Konvensional
- Televisi.
- Radio.
- Surat kabar.
- Majalah.
Media OOH
- Billboard.
- Videotron.
- JPO.
- Airport advertising.
- Transit advertising.
- Signage.
OOH dapat menjadi pilihan menarik untuk corporate advertising karena memungkinkan perusahaan menampilkan pesan secara besar, terlihat, dan hadir di ruang publik.
Misalnya perusahaan ingin memperkuat kehadirannya di kota tertentu. Billboard atau videotron dapat digunakan untuk membangun visibility sekaligus menyampaikan pesan korporat.
Kapan Perusahaan Menggunakan Iklan Korporat?
Ada beberapa situasi ketika corporate advertising dapat menjadi relevan.
Saat Membangun Reputasi
Perusahaan ingin memperkuat positioning atau persepsi publik.
Saat Memperingati Milestone
Misalnya:
25 tahun perusahaan.
50 tahun perjalanan bisnis.
Saat Melakukan Rebranding
Iklan dapat membantu memperkenalkan identitas baru perusahaan.
Saat Menyampaikan Komitmen
Misalnya terkait:
- Sustainability.
- Inovasi.
- Masyarakat.
- Pendidikan.
Saat Memperkuat Kehadiran di Pasar
Perusahaan ingin meningkatkan visibility dan menunjukkan eksistensinya kepada publik.
Apakah Iklan Korporat Bisa Membantu Penjualan?
Bisa, tetapi biasanya tidak secara langsung.
Iklan korporat dapat membantu membangun:
Awareness → Perception → Trust → Preference
yang pada akhirnya dapat mendukung tujuan bisnis.
Misalnya konsumen melihat sebuah perusahaan sebagai lebih kredibel dan terpercaya. Persepsi tersebut dapat memengaruhi pertimbangan mereka ketika memilih produk dari perusahaan tersebut.
Namun, hubungan antara corporate advertising dan penjualan biasanya lebih tidak langsung dibandingkan iklan produk atau promotional advertising.
Iklan korporat adalah bentuk advertising yang berfokus pada perusahaan secara keseluruhan, bukan pada penjualan produk atau jasa tertentu.
Fungsi utamanya antara lain:
- Membangun corporate image.
- Meningkatkan awareness terhadap perusahaan.
- Membangun kepercayaan.
- Mengomunikasikan nilai perusahaan.
- Menyampaikan kontribusi perusahaan.
- Memperkuat reputasi jangka panjang.
Sederhananya:
Iklan produk menjelaskan apa yang perusahaan jual.
Iklan korporat membantu menjelaskan siapa perusahaan tersebut.
Karena itu, corporate advertising bukan sekadar cara untuk mendapatkan perhatian, tetapi juga menjadi salah satu cara perusahaan membangun kehadiran, persepsi, dan reputasi di mata publik serta stakeholder.