...

Media Promosi untuk Bisnis di Indonesia

Daftar Isi
    Add a header to begin generating the table of contents
    Scroll to Top

    Memilih media promosi bukan sekadar menentukan tempat untuk memasang iklan. Bisnis perlu mempertimbangkan siapa target audiensnya, di mana mereka berada, apa tujuan campaign, dan berapa budget yang tersedia.

    Di Indonesia, pilihan media promosi semakin beragam. Brand dapat menggunakan media digital seperti search dan social media advertising, maupun media konvensional seperti televisi, radio, billboard, dan berbagai bentuk Out-of-Home (OOH).

    Bahkan, perkembangan digital tidak membuat media offline kehilangan perannya. Data Dentsu memperkirakan belanja iklan Indonesia tumbuh 5,1% pada 2025, dengan digital menjadi kanal dengan pertumbuhan terkuat dan OOH termasuk DOOH diproyeksikan tumbuh sekitar 7% year-on-year.

    Jenis Media Promosi untuk Bisnis di Indonesia

    Setiap media memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Berikut beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan.

    1. Social Media Advertising

    Platform media sosial dapat digunakan untuk membangun awareness, meningkatkan engagement, hingga mendorong traffic dan penjualan.

    Media ini cocok untuk bisnis yang ingin:

    • Menjangkau audiens berdasarkan karakteristik tertentu.
    • Menampilkan konten visual.
    • Mempromosikan produk atau layanan.
    • Mengarahkan audiens ke website atau marketplace.
    • Menjalankan retargeting.

    Social media juga dapat menjadi bagian dari campaign yang lebih besar bersama media offline.

    2. Search Advertising

    Search advertising cocok untuk menjangkau orang yang sudah memiliki kebutuhan atau sedang mencari produk dan layanan tertentu.

    Misalnya seseorang mencari:

    “apartemen dekat stasiun Jakarta”

    atau

    “jasa billboard Jakarta”

    Pada kondisi tersebut, iklan dapat hadir ketika konsumen memang sedang mencari informasi.

    3. Display dan Video Advertising

    Display advertising dapat membantu meningkatkan visibility brand melalui banner, sedangkan video advertising memberikan ruang untuk menyampaikan pesan melalui format audiovisual.

    Keduanya dapat digunakan untuk:

    • Awareness.
    • Product introduction.
    • Remarketing.
    • Campaign promotion.

    4. Billboard

    Billboard merupakan salah satu bentuk OOH yang masih relevan untuk bisnis yang membutuhkan jangkauan dan visibility di ruang publik.

    Media ini dapat ditempatkan di:

    • Jalan protokol.
    • Jalan arteri.
    • Kawasan bisnis.
    • Pusat kota.
    • Jalur komuter.
    • Area komersial.

    Untuk brand nasional, billboard juga dapat digunakan sebagai bagian dari campaign lintas kota.

    5. LED Videotron

    LED videotron memberikan kemampuan untuk menampilkan konten yang lebih dinamis.

    Brand dapat menampilkan:

    • Video produk.
    • Campaign.
    • Promo.
    • Product launch.
    • Animasi.
    • Brand message.

    Perkembangan DOOH di Indonesia juga semakin mendorong penggunaan layar digital dan format iklan yang lebih dinamis.

    6. Transit Advertising

    Media transit dapat mencakup:

    • KRL.
    • MRT.
    • LRT.
    • Transjakarta.
    • Halte.
    • JPO.
    • Kendaraan umum.

    Media ini menarik untuk brand yang ingin menjangkau masyarakat dalam perjalanan.

    Transit advertising juga dapat membantu brand membangun frekuensi exposure, terutama ketika audiens melewati rute yang sama secara rutin.

    7. Airport Advertising

    Bandara dapat menjadi media promosi untuk brand yang ingin menjangkau audiens dengan mobilitas tinggi.

    Media ini dapat digunakan oleh berbagai kategori, seperti:

    • Otomotif.
    • Properti.
    • Finansial.
    • Teknologi.
    • Hospitality.
    • FMCG.
    • Luxury brands.

    Konteks lokasi juga dapat membantu membangun positioning tertentu.

    8. Rest Area Advertising

    Rest area dapat menjadi titik promosi yang relevan untuk brand yang menyasar audiens perjalanan antarkota.

    Audiens memiliki waktu berada di lokasi lebih lama dibandingkan ketika sekadar melewati billboard.

    Media di rest area dapat digunakan untuk:

    • Brand awareness.
    • Product promotion.
    • Seasonal campaign.
    • Directional advertising.
    • Aktivasi.

    Media Promosi Berdasarkan Tujuan Bisnis

    Pemilihan media sebaiknya dimulai dari tujuan campaign.

    TujuanMedia yang Dapat Dipertimbangkan
    Brand awarenessBillboard, videotron, social media, video advertising
    Product launchVideotron, billboard, social media, video
    LeadsSearch Ads, social media, landing page
    PenjualanSearch Ads, marketplace ads, social media
    Brand buildingBillboard, transit, videotron, digital
    Campaign nasionalOOH, TV, digital, transit
    Campaign lokalBillboard lokal, social media, search

    Tidak berarti satu media hanya dapat digunakan untuk satu tujuan. Yang penting adalah memahami peran masing-masing media dalam campaign.

    Media Promosi untuk Berbagai Jenis Bisnis

    FMCG

    Brand FMCG membutuhkan exposure dan frekuensi yang tinggi karena produknya dikonsumsi secara rutin.

    OOH, digital, TV, retail media, dan social media dapat dikombinasikan untuk membangun brand familiarity.

    Kategori FMCG sendiri masih menjadi salah satu kontributor besar dalam belanja iklan Indonesia. Nielsen mencatat Unilever, Wings, dan Mayora sebagai tiga advertiser terbesar pada semester pertama 2025, sementara minuman, smartphone/laptop, dan makanan menjadi kategori dengan belanja iklan terbesar.

    Properti

    Brand properti dapat menggunakan:

    • Billboard.
    • Videotron.
    • Transit advertising.
    • Digital advertising.
    • Search Ads.

    Lokasi media menjadi sangat penting karena lokasi merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memilih properti.

    Otomotif

    Brand otomotif dapat memanfaatkan billboard, videotron, transit, digital advertising, hingga airport advertising.

    Visual kendaraan dapat menjadi elemen utama dalam komunikasi.

    B2B

    Bisnis B2B dapat mengombinasikan:

    • Search advertising.
    • LinkedIn.
    • Content marketing.
    • Website.
    • Event.
    • OOH.

    Untuk B2B, awareness tetap penting karena calon klien biasanya membutuhkan waktu untuk mengenal dan mempertimbangkan perusahaan sebelum menghubungi sales.

    Offline dan Digital Tidak Harus Dipisahkan

    Salah satu kesalahan dalam memilih media promosi adalah menganggap digital dan offline harus saling menggantikan.

    Padahal keduanya dapat menjalankan fungsi yang berbeda.

    Misalnya:

    Billboard


    Membangun awareness

    Social Media


    Memperkuat engagement

    Search Ads


    Menangkap audiens yang mulai mencari informasi

    Website


    Memberikan informasi lebih lengkap

    Sales / E-commerce


    Conversion

    Dengan strategi tersebut, setiap media memiliki peran dalam customer journey.

    Bagaimana Memilih Media Promosi yang Tepat?

    Sebelum menentukan media, jawab beberapa pertanyaan berikut.

    Siapa target audiensnya?

    Ketahui:

    • Demografi.
    • Lokasi.
    • Pekerjaan.
    • Minat.
    • Kebiasaan.
    • Pola perjalanan.

    Di mana mereka beraktivitas?

    Untuk OOH, pertanyaan ini sangat penting.

    Jika target merupakan komuter, transit media dapat menjadi pilihan.

    Jika target banyak beraktivitas di kawasan bisnis, billboard atau videotron di koridor tersebut dapat dipertimbangkan.

    Apa tujuan campaign?

    Apakah ingin:

    • Dikenal?
    • Mendapatkan leads?
    • Meningkatkan penjualan?
    • Meluncurkan produk?
    • Memperkuat brand image?

    Berapa budget yang tersedia?

    Budget akan menentukan skala dan kombinasi media.

    Tidak selalu lebih baik menyebarkan budget ke banyak media. Terkadang lebih efektif memilih beberapa placement yang paling relevan dengan target audiens.

    Jangan Hanya Melihat Harga Media

    Media yang murah belum tentu menghasilkan value terbaik.

    Begitu juga media dengan traffic terbesar belum tentu selalu menjadi pilihan terbaik.

    Brand perlu melihat kombinasi:

    Audience Fit + Location + Visibility + Reach + Frequency + Campaign Objective

    Misalnya, billboard dengan traffic sangat tinggi tetapi tidak memiliki target audiens yang sesuai bisa kurang relevan dibandingkan placement dengan traffic lebih kecil namun audience fit lebih tinggi.

    Bagaimana Mengukur Media Promosi?

    KPI perlu disesuaikan dengan tujuan.

    Untuk awareness:

    • Reach.
    • Impressions.
    • Frequency.
    • Brand awareness.
    • Brand recall.

    Untuk digital:

    • Clicks.
    • CTR.
    • Website traffic.
    • Engagement.

    Untuk leads:

    • Leads.
    • Cost per lead.
    • Qualified leads.

    Untuk penjualan:

    • Conversion.
    • Revenue.
    • ROAS.
    • Customer acquisition cost.

    Sementara untuk OOH, metrik seperti reach, impressions, dan karakteristik audiens dapat membantu mengevaluasi potensi exposure campaign.

    Media Promosi untuk Bisnis di Indonesia Bersama Morata Advertising

    Morata Advertising menyediakan berbagai pilihan media OOH yang dapat digunakan brand untuk campaign di berbagai lokasi.

    Media yang tersedia meliputi:

    • Billboard.
    • LED Videotron.
    • JPO Advertising.
    • KRL Advertising.
    • MRT Advertising.
    • LRT Advertising.
    • Transjakarta Advertising.
    • Airport Advertising.
    • Rest Area Advertising.
    • Mobile LED.
    • Transportation Branding.

    Media dapat disesuaikan dengan target audiens, wilayah campaign, tujuan komunikasi, durasi, dan budget.

    Media promosi untuk bisnis di Indonesia sangat beragam, dan tidak ada satu media yang paling tepat untuk semua bisnis.

    Digital advertising dapat membantu menjangkau audiens berdasarkan intent, minat, atau perilaku. Sementara OOH dapat membantu brand hadir secara konsisten di ruang publik dan menjangkau audiens berdasarkan lokasi serta mobilitas.

    Bahkan, perkembangan pasar menunjukkan bahwa digital dan OOH sama-sama memiliki ruang dalam strategi advertising Indonesia.

    Scroll to Top
    Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
    Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.