Memasarkan properti membutuhkan waktu. Calon pembeli biasanya tidak langsung mengambil keputusan setelah melihat satu iklan. Mereka perlu mengenal proyek, mempertimbangkan lokasi, fasilitas, harga, akses, hingga akhirnya menghubungi sales atau mengunjungi show unit.
Karena itu, brand properti membutuhkan media yang mampu membangun awareness secara konsisten dan hadir di lokasi yang dekat dengan aktivitas target audiens.
Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Out-of-Home (OOH) advertising.
Mengapa OOH Cocok untuk Brand Properti?
Properti memiliki satu karakteristik yang tidak dimiliki sebagian besar produk: lokasi merupakan bagian dari nilai produknya.
Calon pembeli biasanya mempertimbangkan:
- Lokasi proyek.
- Akses jalan dan transportasi.
- Jarak ke pusat bisnis.
- Fasilitas sekitar.
- Lingkungan.
- Potensi investasi.
- Harga dan tipe unit.
OOH memungkinkan brand menempatkan pesan di lokasi yang memiliki hubungan dengan faktor-faktor tersebut.
Misalnya, proyek berada dekat kawasan bisnis. Billboard di jalur komuter menuju kawasan tersebut dapat membantu memperkenalkan proyek kepada orang-orang yang memang beraktivitas di area tersebut.
Jenis Media OOH untuk Brand Properti
Tidak semua media OOH memiliki fungsi yang sama. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan campaign dan target audiens.
Billboard
Billboard cocok untuk membangun awareness secara luas.
Brand properti dapat menempatkan billboard di:
- Jalan utama.
- Jalan menuju lokasi proyek.
- Kawasan komersial.
- Jalur komuter.
- Area dengan traffic tinggi.
Pesan sebaiknya singkat dan langsung menonjolkan satu keunggulan utama.
Contohnya:
Hunian Modern di Bekasi
Dekat Tol & Stasiun
Scan untuk Info
Informasi yang lebih detail dapat diarahkan ke website atau WhatsApp sales.
LED Videotron
Videotron memungkinkan brand menampilkan visual yang lebih dinamis.
Untuk properti, format ini dapat digunakan untuk memperlihatkan:
- Eksterior bangunan.
- Interior unit.
- Fasilitas.
- Masterplan.
- Lingkungan sekitar.
- Animasi proyek.
- Promo launching.
Media ini juga cocok untuk proyek yang ingin membangun kesan modern dan premium.
JPO Advertising
JPO dapat digunakan untuk memperkuat visibility di koridor jalan tertentu.
Selain pengguna kendaraan, beberapa placement JPO juga memiliki peluang exposure kepada pejalan kaki.
Media ini dapat menjadi pilihan ketika proyek menyasar audiens yang banyak beraktivitas di kawasan tersebut.
Transit Advertising
KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta dapat menjangkau audiens selama perjalanan.
Media transit sangat relevan untuk proyek yang menjadikan akses transportasi sebagai salah satu selling point.
Contohnya:
Tinggal Dekat Stasiun.
Perjalanan ke Pusat Kota Lebih Praktis.
Pesan tersebut akan semakin relevan jika ditempatkan pada rute yang memang digunakan oleh target pasar.
Airport Advertising
Untuk properti premium, airport advertising dapat menjadi pilihan untuk menjangkau audiens dengan mobilitas tinggi.
Media ini dapat digunakan untuk proyek yang menyasar:
- Profesional.
- Pengusaha.
- Investor.
- Ekspatriat.
- Konsumen dengan mobilitas tinggi.
Namun, pemilihannya tetap harus disesuaikan dengan positioning dan target proyek.
Rest Area Advertising
Rest area dapat menjadi pilihan bagi brand properti yang menyasar calon pembeli dari luar kota.
Berbeda dengan billboard di jalan raya, audiens di rest area memiliki waktu berada di lokasi yang relatif lebih panjang.
Brand dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan informasi seperti:
- Lokasi proyek.
- Jarak tempuh.
- Keunggulan kawasan.
- Fasilitas.
- QR code.
- Kontak sales.
Pilih Media Berdasarkan Tujuan Campaign
Pemilihan media sebaiknya dimulai dari tujuan, bukan dari jenis media.
Untuk Membangun Awareness
Prioritaskan media dengan:
- Reach luas.
- Traffic tinggi.
- Visibility tinggi.
- Frekuensi exposure yang baik.
Billboard dan videotron dapat menjadi pilihan.
Untuk Product Launch
Gunakan media yang mampu memberikan visual kuat dan exposure tinggi dalam periode tertentu.
Kombinasi billboard dan videotron dapat digunakan untuk menciptakan visibility yang lebih besar.
Untuk Menjangkau Target di Area Tertentu
Fokuskan placement pada area yang memiliki hubungan dengan target pasar.
Misalnya proyek berada di Bogor, maka media dapat diprioritaskan pada jalur yang banyak digunakan masyarakat Bogor atau audiens yang menjadi target proyek.
Untuk Mendorong Kunjungan Show Unit
Pesan dapat dibuat lebih actionable dengan mencantumkan:
- Lokasi show unit.
- Arah atau jarak.
- Nomor WhatsApp.
- Website.
- QR code.
- Informasi open house.
Dengan begitu, OOH dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen menuju tahap consideration dan visit.
Lokasi Media Bisa Menjadi Bagian dari Pesan
Untuk brand properti, lokasi placement dapat memperkuat selling point proyek.
Misalnya proyek memiliki keunggulan berupa akses tol.
Billboard yang berada di jalur menuju tol dapat membawa pesan:
Dekat Akses Tol.
Hunian Strategis untuk Mobilitas Anda.
Begitu juga proyek yang dekat stasiun dapat menggunakan media di sekitar koridor transportasi untuk memperkuat pesan mengenai aksesibilitas.
Dengan pendekatan ini, lokasi media dan keunggulan properti saling memperkuat.
Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Informasi
Properti memiliki banyak informasi untuk disampaikan. Namun, billboard bukan brosur.
Hindari memasukkan:
- Banyak tipe unit.
- Seluruh fasilitas.
- Spesifikasi lengkap.
- Banyak promo.
- Paragraf panjang.
Prioritaskan:
Nama proyek → keunggulan utama → CTA
Informasi lengkap dapat diberikan melalui landing page, katalog, atau sales.
OOH dalam Customer Journey Properti
OOH dapat berperan di beberapa tahap perjalanan calon pembeli.
Awareness
Mengenalkan proyek.
↓
Interest
Membangun ketertarikan melalui visual dan keunggulan.
↓
Consideration
Mengarahkan audiens mencari informasi lebih lanjut.
↓
Visit
Mendorong kunjungan ke show unit.
↓
Conversion
Sales melanjutkan proses hingga pembelian.
Dengan demikian, OOH tidak harus menghasilkan transaksi secara langsung. Perannya dapat dimulai dari membuat proyek dikenal dan masuk ke dalam pertimbangan calon pembeli.
Kombinasikan OOH dengan Digital
Campaign properti dapat diperkuat dengan menghubungkan media offline dan digital.
Contohnya:
Billboard → membangun awareness
Videotron → memperkuat visual proyek
Digital Ads → memberikan informasi lebih detail
Landing Page → menjelaskan proyek
WhatsApp → menghubungkan calon pembeli dengan sales
QR code atau CTA tertentu pada media OOH juga dapat digunakan untuk mengarahkan audiens ke tahap berikutnya.
Bagaimana Mengukur Campaign OOH Properti?
Pengukuran perlu disesuaikan dengan tujuan campaign.
Untuk awareness, brand dapat memperhatikan:
- Estimated reach.
- Impressions.
- Frequency.
- Visibility.
- Audience profile.
Untuk campaign yang diarahkan ke consideration atau conversion, dapat ditambahkan:
- Website traffic.
- QR code scans.
- WhatsApp inquiries.
- Leads.
- Kunjungan show unit.
- Sales.
Jangan langsung menilai keberhasilan billboard hanya berdasarkan jumlah transaksi karena OOH dapat berperan pada tahap awal customer journey.
Jangan Hanya Memilih Media Berdasarkan Harga
Media yang lebih murah belum tentu memberikan value yang lebih baik.
Untuk brand properti, pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah media tersebut menjangkau calon pembeli yang tepat?
Sebuah placement dengan audience yang sangat relevan dapat memberikan nilai lebih besar dibandingkan media dengan traffic tinggi tetapi tidak sesuai dengan target pasar.
Karena itu, pertimbangkan:
Lokasi + Audience + Visibility + Exposure + Tujuan Campaign
sebelum menentukan placement.
Media OOH untuk Brand Properti Bersama Morata Advertising
Morata Advertising menyediakan berbagai pilihan media OOH yang dapat digunakan brand properti untuk membangun awareness dan menjangkau target audiens.
Media yang tersedia meliputi:
- Billboard.
- LED Videotron.
- JPO Advertising.
- KRL Advertising.
- MRT Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED.
- Transportation Branding.
Pemilihan media dapat disesuaikan dengan lokasi proyek, target audiens, tujuan campaign, durasi, serta budget.
Media OOH dapat menjadi pilihan strategis bagi brand properti untuk membangun awareness dan menjangkau calon pembeli di lokasi yang relevan dengan aktivitas mereka.
Billboard dapat digunakan untuk membangun jangkauan luas, videotron untuk memperkuat visual, sementara media transit dapat menjangkau komuter yang sesuai dengan target proyek.
Yang terpenting bukan memasang iklan di sebanyak mungkin lokasi, tetapi memilih placement yang mampu mempertemukan brand properti dengan audiens yang tepat, dalam konteks yang tepat, dan pada tahap perjalanan konsumen yang tepat.