Banyak perusahaan menghabiskan anggaran besar untuk beriklan di media Out-of-Home (OOH), tetapi tidak semuanya memperoleh hasil yang optimal. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan dalam menentukan waktu memulai campaign.
Padahal, timing merupakan faktor penting dalam strategi OOH Advertising. Memasang billboard, videotron, atau media transportasi pada waktu yang tepat dapat meningkatkan brand awareness, memperkuat brand recall, hingga mendukung pencapaian target bisnis. Sebaliknya, campaign yang dimulai terlalu terlambat berisiko kehilangan momentum, sementara campaign yang terlalu cepat dapat membuat pesan kehilangan relevansinya sebelum audiens mengambil keputusan.
Lantas, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk memulai campaign OOH?
Mengapa Timing Sangat Berpengaruh dalam OOH Advertising?
Berbeda dengan digital advertising yang dapat menghasilkan respons dalam hitungan jam atau hari, media OOH bekerja melalui eksposur yang konsisten dan berulang.
Audiens tidak selalu langsung mengambil tindakan setelah melihat sebuah billboard atau videotron. Mereka perlu melihat pesan tersebut beberapa kali hingga akhirnya mengenali, mengingat, dan mempertimbangkan brand saat membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan.
Karena itulah, waktu mulai campaign menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilannya.
Campaign yang direncanakan dengan baik dapat:
- Meningkatkan brand awareness sebelum momentum penjualan.
- Memperkuat brand recall di benak audiens.
- Mendukung aktivitas pemasaran digital.
- Memaksimalkan investasi media.
- Menjangkau target audience pada waktu yang tepat.
Mulailah Sebelum Momentum Utama
Kesalahan yang sering dilakukan adalah memasang media OOH tepat ketika promo atau event dimulai.
Padahal, fungsi utama OOH adalah membangun awareness terlebih dahulu.
Idealnya, campaign sudah berjalan 2–4 minggu sebelum momentum utama, sehingga masyarakat memiliki waktu untuk mengenal brand dan memahami pesan yang disampaikan.
Contohnya:
- Promo Ramadan dimulai sebelum bulan Ramadan.
- Grand opening dipromosikan beberapa minggu sebelum pembukaan.
- Product launch diawali dengan campaign teaser.
- Event dipromosikan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Dengan cara ini, brand sudah lebih dikenal ketika momentum utama tiba.
Waktu Terbaik Berdasarkan Tujuan Campaign
Setiap tujuan campaign memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda.
1. Brand Awareness
Jika tujuan utama adalah meningkatkan awareness, campaign sebaiknya dilakukan secara konsisten dalam jangka menengah hingga panjang.
Idealnya:
- Minimal 3 bulan.
- Lebih optimal jika berlangsung 6–12 bulan.
Semakin lama brand hadir di ruang publik, semakin kuat pula brand recall yang terbentuk.
2. Product Launch
Untuk peluncuran produk baru, campaign biasanya dibagi menjadi beberapa tahap.
Tahap Teaser (2–4 minggu sebelum peluncuran)
Membangun rasa penasaran audiens.
Tahap Launching
Memperkenalkan produk secara resmi.
Tahap Reminder (1–2 bulan setelah peluncuran)
Menjaga awareness agar produk tetap menjadi pembicaraan.
Strategi bertahap seperti ini banyak digunakan oleh brand besar untuk menciptakan antusiasme pasar.
3. Grand Opening
Jika membuka toko, showroom, kantor, restoran, atau cabang baru, media OOH sebaiknya mulai aktif sekitar 2–3 minggu sebelum pembukaan.
Campaign dapat diteruskan hingga beberapa minggu setelah grand opening untuk menjangkau masyarakat yang belum mengetahui keberadaan lokasi baru tersebut.
4. Campaign Musiman
Beberapa periode dalam setahun memiliki aktivitas konsumsi yang lebih tinggi, seperti:
- Ramadan dan Idulfitri.
- Natal dan Tahun Baru.
- Back to School.
- Libur sekolah.
- Harbolnas.
- Akhir tahun.
Agar efektif, campaign OOH sebaiknya dimulai sebelum periode tersebut, bukan ketika momen puncaknya sudah berlangsung.
Saat Memasuki Kota atau Pasar Baru
Ekspansi bisnis ke wilayah baru juga menjadi waktu yang tepat untuk memanfaatkan media OOH.
Misalnya ketika perusahaan mulai beroperasi di:
- Jakarta.
- Bandung.
- Surabaya.
- Semarang.
- Yogyakarta.
- Medan.
- Makassar.
Billboard, videotron, maupun media transportasi dapat membantu mempercepat proses pengenalan brand kepada masyarakat lokal.
Ketika Akan Menjalankan Campaign Nasional
Campaign nasional membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang dibanding campaign lokal.
Beberapa proses yang harus dipersiapkan antara lain:
- Media planning.
- Pemilihan lokasi.
- Produksi materi iklan.
- Instalasi media.
- Koordinasi lintas kota.
Karena itu, proses perencanaan sebaiknya dimulai 1–3 bulan sebelum tanggal tayang agar seluruh media dapat aktif secara bersamaan.
Saat Campaign Digital Akan Dimulai
OOH dan digital advertising bukanlah dua media yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.
Banyak brand mengawali campaign dengan media OOH untuk membangun awareness, kemudian memperkuatnya melalui:
- Google Ads.
- Meta Ads.
- TikTok Ads.
- Influencer Marketing.
- SEO.
- Content Marketing.
Strategi ini membuat audiens lebih mudah mengenali brand ketika melihat iklan digital berikutnya.
Ketika Kompetitor Mulai Agresif Beriklan
Jika kompetitor mulai meningkatkan aktivitas promosi, mempertahankan visibilitas menjadi hal yang penting.
Media OOH membantu memastikan brand tetap hadir di hadapan target audience sehingga tidak kehilangan pangsa perhatian di pasar.
Pendekatan ini sering diterapkan oleh industri seperti:
- FMCG.
- Otomotif.
- Properti.
- Perbankan.
- Telekomunikasi.
- E-commerce.
Berapa Lama Campaign OOH Sebaiknya Berjalan?
Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua campaign, tetapi secara umum:
| Tujuan Campaign | Durasi yang Disarankan |
|---|---|
| Event | 1 bulan |
| Grand Opening | 1–2 bulan |
| Product Launch | 2–3 bulan |
| Brand Awareness | 3–6 bulan |
| Corporate Branding | 6–12 bulan atau lebih |
Semakin lama campaign berlangsung, semakin tinggi peluang membangun brand recall yang kuat.
Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Menentukan Waktu
Sebelum memulai campaign OOH, pastikan Anda mempertimbangkan beberapa faktor berikut:
- Tujuan campaign.
- Target audience.
- Lokasi media.
- Musim atau momentum bisnis.
- Anggaran yang tersedia.
- Integrasi dengan aktivitas digital marketing.
- Durasi campaign.
Perencanaan yang matang akan membantu media bekerja lebih efektif.
Tentukan Timing Campaign Bersama Morata Advertising
Selain memilih media yang tepat, menentukan waktu pelaksanaan campaign juga membutuhkan strategi.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Out-of-Home Advertising, Morata Advertising membantu brand menyusun campaign berdasarkan tujuan bisnis, target audience, dan momentum pasar.
Morata menyediakan berbagai pilihan media, seperti:
- Billboard Advertising.
- Videotron Advertising.
- MRT Advertising.
- KRL Advertising.
- LRT Advertising.
- Transjakarta Advertising.
- Airport Advertising.
- Taxi Advertising.
- Ferry Advertising.
- Rest Area Advertising.
- Mobile LED Advertising.
- Brand Activation.
Melalui layanan media planning, Morata membantu menentukan kapan campaign sebaiknya dimulai, media apa yang paling sesuai, serta lokasi yang mampu memberikan exposure maksimal.
Waktu terbaik memulai campaign OOH bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Namun, secara umum, campaign sebaiknya dimulai sebelum momentum utama agar media memiliki waktu untuk membangun awareness dan brand recall.
Dengan perencanaan yang tepat, pemilihan media yang sesuai, serta dukungan partner OOH yang berpengalaman, campaign dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap visibilitas brand dan keberhasilan strategi pemasaran secara keseluruhan.